Menuntut Diri Bertobat

Senin, 18 Juli 2016
Pekan Biasa XVI
Mi  6:1-4.6-8; Mzm  50:5-6.8-9.16bc.17.21.23; Mat 12:38-42

Sekali peristiwa beberapa ahli Taurat dan orang Farisi berkata kepada Yesus, “Guru, kami ingin melihat suatu tanda dari pada-Mu.”Jawab Yesus kepada mereka, “Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus…”

PERMINTAAN ahli Taurat dan orang Farisi berkata kepada Yesus, “Guru, kami ingin melihat suatu tanda dari pada-Mu” tidak lahir dari kerendahan hati iman. Hati mereka tertutup bagi Yesus. Kesombongan mereka membuat mereka meminta tanda yang tak mungkin diberikan oleh Yesus. Tanda itu tak akan memuaskan mereka sebab tanpa iman dan tak akan ada titik temu!

Kenyataannya, alih-alih meminta tanda dari Yesus Kristus, kita perlu menuntut diri kita bertobat. Kita perlu mengubah diri agar diri kita tumbuh dalam kerendahan hati, tanpa cinta diri, dan kasih sejati dalam mengikuti jejak Yesus Kristus. Semua itu dimulai dengan pertobatan.

Dalam Adorasi Ekaristi Abadi sementara kita bersembah sujud di hadirat Yesus Kristus, kita belajar untuk bertobat dan bertumbuh dalam kerendahan hati, tanpa cinta diri, dan kasih sejati. Inilah bentuk kasih dan pengorbanan diri yang harus kita kembangkan dalam setiap momen hidup kita. Apakah kita selalu meminta tanda-Nya ataukah kita menuntut diri kita bertobat?

Tuhan Yesus Kristus, doa kami akan berbuah hanya jika kami memiliki kerendahan hati di hadirat-Mu. Semoga kami datang pada-Mu dengan lemah lembut dan rendah hati. Terima kasih atas anugerah kasih-Mu yang tak terduga. Anugerahilah kami rahmat untuk selalu bertobat sepanjang hari kini dan selamanya. Amin.

Sumber: Sesawi.net

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.