Menoleh Ke Belakang

30 Juni - RmT

“Tetapi isteri Lot, yang berjalan mengikutnya, menoleh ke belakang, lalu menjadi tiang garam.” (Kej 19, 26) 

ORANG tua sering memberikan nasehat agar pada saat berjalan, kita tidak ‘menolah-menoleh.’ Berjalan sambil menolah-menoleh bisa membuat seseorang tersandung, terjerembab dan jatuh. Bahkan seseorang bisa menabrak sesuatu yang ada di depannya, sehingga kecelakaan dan sakit akan terjadi.

Lot beserta istri dan anak-anaknya pun telah berjalan dengan petunjuk malaikat Tuhan. Mereka harus cepat pergi dan tidak boleh menoleh ke belakang. Mereka meninggalkan Sodom dan Gomora, tempat dimana mereka hidup selama ini. Mereka berjalan menuju kota Zoar. Namun demikian, istri Lot rupanya tidak mengindahkan petunjuk malaikat. Ia menoleh ke belakang dan akhirnya menjadi tiang garam.

Kisah yang memberikan pesan bahwa Tuhan telah menyediakan tempat aman dan keselamatan hidup bagi Lot beserta dengan istri dan anak-anak serta bagi banyak orang lain. Tuhan juga menawarkan tempat aman dan keselamatan hidup kepada kita semua. Banyak orang menerima tawaran itu dan berusaha untuk meraihnya. Banyak orang telah berjalan menuju ke sana dengan penuh semangat.

Namun demikian, beberapa orang kehilangan peluang dan kesempatan itu. Mereka tidak sampai ke tempat yang aman. Tawaran keselamatan hidup hilang. Bahkan beberapa orang tersebut mengalami kebinasaan, seperti istri Lot. Sebab mereka berpaling dari tawaran Tuhan dan kembali menengok ke belakang, artinya: tidak bisa merubah pola atau cara hidup lama; tidak bisa meninggalkan berbagai macam kesenangan dan kenikmatan duniawi yang selama ini mereka rasakan; mereka terbelenggu dan tercekam oleh pengalaman masa lalunya yang tidak mudah untuk dirubah atau ditinggalkan; berbagai macam kelekatan terhadap masa lalu masih selalu muncul dan tidak bisa dilupakan. Pengalaman istri Lot menjadi pengalaman banyak orang.

Sejauh mana tawaran keselamatan dari Tuhan saya tanggapi secara sungguh-sungguh dan sepenuh hati?

Teman-teman selamat pagi dan selamat berkarya. Berkah Dalem.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.