Menjaga Hati

DALAM khotbah di bukit, Yesus menegaskan bahwa saat seseorang mempunyai hasrat yang mendalam untuk memiliki wanita atau pria lain yang bukan pasangannya, ia sudah jatuh ke dalam dosa, kendati ia belum melakukan tindakan nyata.

Ketika kita membiarkan hati dan pikiran tertuju kepada hal-hal yang jahat, maka kecenderungan untuk berbuat jahat akan mendominasi diri kita dan mendorong kita untuk melakukan tindakan yang jahat. Oleh sebab itu kita harus selalu menjaga kebersihan pikiran dan kesucian hati karena seluruh tindakan bersumber dari hati dan pikiran.

Kita adalah insan yang lemah dan rapuh, mudah diperdaya oleh bujuk rayu dan godaan iblis yang tak henti-hentinya berupaya menggiring kita menuju lembah dosa. Untuk menjaga kekudusan pikiran dan hati kita, marilah kita setia mengisinya dengan sabdaNya, dan perkenankan Ia meraja di dalam hati kita agar langkah hidup kita seirama dengan kehendakNya. Semoga kelak kita didapatiNya layak untuk masuk ke dalam surga, tempat kediamanNya yang kudus.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Insinyur elektro alumnus ITB dan umat Paroki St. Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta Utara; bergiat ‘merangkai’ kata-kata renungan yang menjadi ‘kata hati’ untuk satu hari (thoughts of the day); Anggota Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini St. Yakobus.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.