Menjadi Saksi Kristus

DALAM kesaksiannya, Yohanes Pembaptis menyatakan bahwa Yesus adalah anak domba Allah yang menghapus dosa dunia. Ia adalah Putra Allah yang datang ke dunia untuk memulihkan relasi manusia dengan Bapa.

Melalui berbagai sumber seperti guru agama, para katekis, kita mengetahui bahwa saat kita menerima Sakramen Baptis, kita dikuduskan, diangkat sebagai anak-anak Allah dan menjadi warga kerajaan surga.

Bila hal ini hanya kita simpan sebagai pengetahuan belaka, tanpa pernah ada hasrat sedikit pun untuk menghayati, menemukan maknanya dan mewujudkannya ke dalam perilaku kita sehari-hari, apa gunanya? Kita akan tetap menjalani hidup sebagai manusia lama yang selalu berpusat kepada diri sendiri dan tidak mencerminkan martabat kita sebagai anak-anak Allah. Dengan demikian, bagaimana kita dapat menjadi saksiNya bila hidup kita jauh dari ajaranNya?

Sadari betapa besar pengurbanan Yesus untuk kita. Berkat wafat dan kebangkitanNya, jalan menuju ke rumah Bapa sudah terbuka. Namun untuk dapat meraih janji keselamatanNya, kita harus terus menerus berupaya dan berjuang untuk hidup seturut kehendakNya di sepanjang peziarahan hidup kita.

Mari benahi langkah hidup kita, mohon pimpinanNya agar kita dimampukan untuk menjadi saksiNya. Semoga lewat kesaksian hidup kita, banyak orang terinspirasi dan tersentuh hatinya sehingga mereka tergerak untuk mencari dan mengenal Yesus.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Insinyur elektro alumnus ITB dan umat Paroki St. Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta Utara; bergiat ‘merangkai’ kata-kata renungan yang menjadi ‘kata hati’ untuk satu hari (thoughts of the day); Anggota Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini St. Yakobus.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: