Menjadi Saksi Kristus (2)

(sambungan)

3. Roh Kuduslah yang memberikan kekuatan dan kemampuan untuk bersaksi.

Dari ayat yang sama kita bisa melihat bahwa Roh Kudus akan memberikan kita kekuatan khusus untuk melakukan itu. Kita tidak akan pernah dituntut untuk melakukan itu semua sendirian. Ketika kita membagikan kasih Tuhan kepada orang lain, disana akan ada kuasa Roh Kudus yang sedang bekerja dalam diri kita. Yang penting adalah kita tidak menolak ketika panggilan itu sedang turun pada kita. Jangan lari dari panggilan, jangan mengelak dan jangan pula gentar, karena seringkali kesempatan yang baik akan sulit terulang kembali. Kita hanya perlu mulai membagikan pengalaman atau kisah hidup kita lewat kesaksian-kesaksian, dan Tuhan akan bekerja lewat Roh-nya agar semua kesaksian kita itu bisa tertanam lembut dalam hati orang yang mendengarkannya.

Disamping itu Yesus sendiri sudah berkata bahwa Dia akan selalu menyertai kita di dalam menjalankan Amanat Agung itu sampai akhir jaman. Kita tidak akan dibiarkan sendirian untuk melakukan itu. Jika anda menghadapi kesulitan, berdoalah, karena ada Roh Kudus yang akan selalu siap mendampingi anda dalam memberi kesaksian. Kita bisa melihat apa yang terjadi pada Petrus, Yohanes dan rekan-rekan sekerjanya pada suatu kali. Mereka pernah mengalami langsung bagaimana turunnya Roh Kudus membuat perubahan mengatasi ketakutan mereka terhadap ancaman orang banyak ketika hendak mewartakan Injil. “Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani.” (Kisah Para Rasul 4:31). Tidaklah mengherankan apabila kemudian mereka bisa dengan berani mengatakan “Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu itu, kami dan Roh Kudus, yang dikaruniakan Allah kepada semua orang yang mentaati Dia.”(5:32)

4. Allah sendiri yang akan mempertemukan kita kepada orang-orang yang harus dijangkau

Jangan lupa pula bahwa Allah sendiri yang akan memimpin kita untuk bertemu dengan orang-orang yang terbuka, mau menerima dan siap mendengar tentang besar kasih setia Allah kepada manusia tanpa terkecuali. Ada sebuah contoh yang tercatat dalam Kisah Para Rasul 16:4-12 ketika Paulus dipimpin untuk menuju Filipi yang terletak di Makedonia melalui sebuah penglihatan. Pada kesempatan lain kita bisa melihat Filipus dipimpin malaikat menuju seorang pembesar atau sida-sida di Ethiopia. (Bacalah Kisah Para Rasul 8:26-40). Ini menunjukkan bahwa bukan kepintaran kita mencari orang, tetapi Tuhan sendiri yang akan menuntun kita untuk bertemu dengan seseorang dan membagikan kesaksian kita kepadanya.

Pertanyaan yang penting untuk kita pikirkan adalah: apakah kita siap untuk berbagi? Apakah kita bersedia untuk itu, sebagai penggenapan panggilan yang telah diberikan kepada kita semua murid-murid Kristus? Kita harus ingat bahwa kesaksian yang harus kita sampaikan bukanlah hanya sekedar kata-kata saja, tetapi ada kekuatan Roh Kudus yang bekerja di dalamnya. “Sebab Injil yang kami beritakan bukan disampaikan kepada kamu dengan kata-kata saja, tetapi juga dengan kekuatan oleh Roh Kudus dan dengan suatu kepastian yang kokoh. Memang kamu tahu, bagaimana kami bekerja di antara kamu oleh karena kamu.” (1 Tesalonika 1:5). Lalu apa yang harus kita lakukan? Petrus mengatakan “Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat, dan dengan hati nurani yang murni..” (1 Petrus 3:15-16).

Sementara kita menanti panggilan Tuhan, kita harus tetap menjaga kekudusan kita dan selalu siap sedia untuk itu, sehingga ketika panggilan itu datang, kita akan mampu melakukannya. Kalau kita sendiri masih belum beres, bukan saja kita tidak punya kesaksian apa-apa untuk dibagikan, tetapi bahkan bisa menjadi batu sandungan bagi orang lain. Bagaimana mau memberi kesaksian kalau kita saja masih menunjukkan perilaku buruk di masyarakat? Jadilah saksi-saksi Kristus yang mampu membagikan kasih dan berkat Tuhan kepada sesama.

Jadilah saksi-saksi Kristus yang mampu membawa pertobatan orang lain

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.