Mengulur Waktu

mengulur waktu

“Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?” (Luk 18, 7)

SEPASANG  suami isteri tidak bisa mempertahankan keutuhan keluarga. Mereka akhirnya berpisah dan sepakat membagi harta atau aset yang mereka miliki. Masing-masing membuat daftar dan mereka sepakat untuk membahasnya.

Pihak suami menyelesaikannya dengan cepat; namun pihak istri tidak selesai pada saat yang telah disepakati. Pihak istri nampaknya mengulur-ulur watu untuk menyelesaikan masalah tersebut. Ketua sekolah tinggi minta dua orang tukang untuk membersihkan halaman dan mengecornya, agar bisa dipergunakan sebagai tempat parkir.

Pekerjaan sebenarnya bisa diselesaikan dalam satu pekan, namun tukang tersebut mengulur-ulur waktu kerja, sehingga pekerjaan tidak selesai pada waktu yang ditentukan.

Mengulur-ulur artinya memperpanjang. Yang bisa diulur tidak hanya benang atau tali, tetapi juga waktu, pekerjaan, tindakan, dsb. Dalam hal ini, mengulur-ulur waktu juga berarti menunda-nunda sebuah tindakan atau pekerjaan yang sebenarnya bisa dilakukan dengan cepat. Banyak orang pernah mengalami hal ini. Bahkan, mengulur-ulur waktu bisa menjadi kecenderungan atau kebiasaan tetap seseorang.

Tentu ada alasan atau maksud yang ingin dicapai, kalau seseorang mengulur-ulur waktu dalam melaksanakan pekerjaan atau menyelesaikan tugas. Namun demikian, bagi orang lain, mengulur-ulur waktu merupakan sikap yang menjengkelkan. Orang bisa kehilangan pekerjaan atau penghasilan kalau masih menyimpan dan melakukan sikap ini. Dalam hal ini, Yesus menegaskan bahwa Allah tidak mempunyai kebiasaan seperti ini.

Allah tidak akan mengulur-ulur waktu untuk menolong dan menyelamatkan manusia. Allah akan segera membenarkan orang-orang pilihan-Nya, yakni mereka yang siang malam berseru kepada-Nya.

Masalahnya sering terletak dalam diri para murid: yang tidak bersedia berseru siang dan malam karena jenuh, bosan, dan tidak setia.

Teman-teman selamat pagi dan selamat berakhir pekan. Berkah Dalem.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.