Mengingat dan Menghargai Jasa

Ayat bacaan: 2 Timotius 3:14
======================
“Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu.”

mengingat jasa

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya. Kita sudah sangat mengenal kalimat ini, tetapi sedikit dari kita yang mau melakukannya. Tanyakan kepada anak-anak sekolah, maka pelajaran sejarah akan menjadi salah satu pelajaran yang dianggap membosankan. Semakin lama generasi muda semakin tidak mengenal pahlawannya lagi. Padahal tanpa perjuangan dan pengorbanan mereka kita tidak akan bisa menikmati alam kemerdekaan seperti sekarang. Tapi itulah manusia dengan sifat lupanya. Jangankan pahlawan nasional, kita pun sering melawan orang tua sedemikian rupa, menghancurkan perasaan mereka padahal mereka sudah melakukan segalanya agar kita bisa mendapatkan pelajaran dan kehidupan yang layak hingga kita bisa menjadi siapa diri kita sekarang. Seorang murid saya baru saja melakukannya. Ia memberontak dan lari dari rumah dengan mengemas barang-barangnya. Setelah panjang lebar saya nasihati, akhirnya ia pun mau kembali ke rumah dan meminta maaf kepada orang tuanya.

Dalam perjalanan hidup kita pasti selalu ada banyak orang yang berjasa, baik dalam hal membantu, menasihati, membimbing atau bahkan berkorban untuk kita. Dalam hal kerohanian kita pun demikian. Ada orang-orang yang mengingatkan kita bahkan meluangkan waktunya untuk membimbing kita dalam prosesnya sehingga kita bisa menjadi pengikut Kristus yang setia hari ini. Saya mengalaminya ketika baru bertobat. Saya masih bingung dengan segala sesuatu, sehingga ada teman-teman yang begitu berjasa menemani saya ke gereja dan membimbing saya dengan sabar. Pertanyaannya, setelah kita mencapai sukses masih maukah kita ingat kepada mereka? Apakah kita masih menghargai jasa mereka dan mendoakan mereka atau kita malah melupakan bahkan tidak lagi peduli pada mereka?

Tuhan tidak menginginkan anak-anaknya untuk menjadi orang-orang yang tidak tahu berterima kasih. Tuhan tidak mau anak-anakNya melupakan jasa orang lain. Kita bisa melihat isi surat Paulus kepada Timotius yang menyinggung hal ini. Saat itu dalam tulisannya Paulus menubuatkan datangnya sebuah masa yang sukar. “Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.” (2 Timotius 3:2-4). Ternyata bukan kemiskinan atau kelaparan yang dianggap sebagai masa sukar, melainkan sifat manusia yang akan terus semakin jahat, semakin jauh dari kehendak Tuhan. Perhatikanlah rangkaian ayat di atas, bukankah itu yang sedang terjadi hari ini? Dan lihatlah bahwa “tidak tahu berterima kasih” termasuk didalamnya. Manusia cenderung untuk menjadi kacang yang lupa kulit, tidak mengingat apalagi menghargai jasa orang-orang yang telah memberi kontribusi hingga kita menjadi siapa diri kita saat ini. Maka Paulus pun mengingatkan Timotius agar tidak berlaku demikian. “Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu. (2 Timotius 3:14). Tetaplah setia berpegang pada kebenaran yang telah diterima, dan jangan lupa untuk mengingat orang yang telah mengajar atau membimbing dirinya. Itu pesan Paulus kepada Timotius yang masih muda, dan pesan inipun berlaku bagi kita.

Penulis Ibrani juga menyampaikan pesan yang sama. “Ingatlah akan pemimpin-pemimpin kamu, yang telah menyampaikan firman Allah kepadamu. Perhatikanlah akhir hidup mereka dan contohlah iman mereka.” (Ibrani 13:7). Jangan lupakan orang-orang yang sudah mengorbankan jiwa mereka demi menyampaikan firman Tuhan. Hargai mereka, berterima kasihlah dan contohlah iman mereka yang taat sampai mati. Jangan sia-siakan semua itu. Ingatlah akan jasa mereka, berterima kasihlah dan bertekadlah untuk hidup dengan benar. Itulah yang seharusnya kita lakukan sebagai tanda bahwa kita tidak melupakan mereka.

Jika terhadap manusia saja kita tidak boleh melupakan jasa mereka, apalagi terhadap Tuhan. Bukankah Tuhan telah begitu baik kepada kita sejak dahulu hingga sekarang? Sudahkah kita bersyukur untuk itu atau kita masih terus menyakiti hatiNya dan melupakan segala kebaikanNya kepada kita dan keluarga? Daud sudah menggugah kita agar jangan pernah melupakan segala kebaikan Tuhan. “Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!” (Mazmur 103:2). Musa juga menyampaikan pesan yang panjang mengenai hal ini. “Hati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan TUHAN, Allahmu, dengan tidak berpegang pada perintah, peraturan dan ketetapan-Nya, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini; dan supaya, apabila engkau sudah makan dan kenyang, mendirikan rumah-rumah yang baik serta mendiaminya, dan apabila lembu sapimu dan kambing dombamu bertambah banyak dan emas serta perakmu bertambah banyak, dan segala yang ada padamu bertambah banyak, jangan engkau tinggi hati, sehingga engkau melupakan TUHAN, Allahmu..” (Ulangan 8:11-14). Bacalah selengkapnya kitab Ulangan 8 yang mengingatkan kita sepenuhnya untuk tidak melupakan kebaikan Tuhan.

Kita tidak akan bisa menjadi orang yang berhasil hari ini tanpa jasa orang lain yang dahulu memberikan sumbangsihnya kepada kita. Untuk itu kita harus berterimakasih dan tetap mengingat segala yang telah mereka berikan di waktu lalu hingga kita bisa sampai kepada kesuksesan yang kita nikmati hari ini. Selain daripada itu, jangan pernah lupakan pula kebaikan Tuhan. Jangan lupakan pengorbanan Kristus menanggung bantahan, siksaan hingga disalibkan untuk keselamatan kita. (Ibrani 12:3). Jadilah orang-orang yang selalu menghargai jasa orang lain maupun segala kebaikan Tuhan. Coba ingat-ingat lagi, siapa saja orang yang telah berjasa atas diri anda? Tunjukkanlah kepada mereka bahwa anda sangat bersyukur atas jasa mereka dengan ucapan atau penghargaan tulus secara pribadi. Dan di atas segalanya, tetaplah bersyukur kepada Tuhan yang telah mengasihi kita dengan setia secara luar biasa. Jadilah orang-orang yang tahu berterima kasih dan tidak melupakan segala kebaikan dari orang lain maupun Tuhan.

Jangan menjadi seperti kacang lupa kulit, tetapi jadilah orang yang tahu berterima kasih

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: