Menghindari Penyebab Alergi Spiritual (1)

Ayat bacaan: 1 Tesalonika 5:22
=================
“Abstain from evil [shrink from it and keep aloof from it] in whatever form or whatever kind it may be.” (English AMP)

Ada beberapa teman yang mengidap alergi akan sesuatu. Yang terbanyak adalah alergi seafood terutama udang atau kepiting. Kalau mereka memakannya maka akan muncul bintik-bintik merah pada beberapa bagian tubuh dan rasa sangat gatal akan menyerang mereka. Ada yang alergi bulu hewan, ada pula yang alergi terhadap sengatan lebah. Alergi adalah sebuah reaksi ‘lebih’ yang terjadi dalam tubuh akibat adanya kontak terhadap substansi tertentu. Penyebabnya sangat banyak, dan beberapa yang saya sebutkan tadi hanyalah sedikit dari jenis-jenis yang ada. Pintu masuknya pun beragam. Ada yang lewat kontak langsung ke kulit seperti kosmetik, logam seperti besi pada perhiasan/jam tangan dan lain-lain, bisa lewat serbuk tanaman atau jenis rerumputan tertentu, sengatan serangga/hewan, bulu hewan seperti anjing dan kucing dan lain-lain. Berbagai zat tambahan pada makanan seperti penyedap masakan, pewarna atau pengawet pun bisa menimbulkan alergi bagi beberapa orang. Tidak ada orang yang mau mengalami masalah atas alergi yang mereka punya. Kalau tidak mau menderita, kita tentu harus tahu apa yang bisa membuat kita alergi lalu menghindarinya agar kita tidak mengalami masalah baik yang mengganggu atau bahkan sampai mendatangkan bahaya.

Alergi biasanya berpengaruh terhadap tubuh secara fisik dan bisa menimbulkan masalah. Jangan lupa bahwa dalam hidup ini ada pula bahaya-bahaya yang bisa mempengaruhi kondisi kesehatan spiritual kita. Ini pun sama berbahaya, bahkan mungkin lebih tinggi tingkat bahayanya. Karenanya kita harus mewaspadai beberapa hal yang menimbulkan alergi pada kerohanian kita. Beberapa darinya akan saya sharing dalam renungan kali ini.

1. Every kind of evil ; Segala jenis atau bentuk kejahatan 

Ayat yang saya angkat sebagai tema hari ini menyatakan dengan jelas bahwa kita harus menjauhkan diri dari segala macam bentuk kejahatan. “Jauhkanlah dirimu dari segala jenis kejahatan.” (1 Tesalonika 5:22). Dalam bahasa Inggris ayat ini berbunyi seperti berikut: “Abstain from evil [shrink from it and keep aloof from it] in whatever form or whatever kind it may be.” Jauhi kejahatan karya iblis apapun bentuk dan jenisnya.

Dengan mengingat hal ini, kita harusnya berpikir ulang akan segala sesuatu hal yang berhubungan dengan kejahatan sebelum kita melakukannya. Mengambil bagian dalam berbagai jenis kejahatan akan merusak kesehatan kita secara spiritual dan membuat kita kehilangan janji-janji Tuhan. Yang sering terjadi orang mentolerir dosa yang dianggap kecil. Kita tidak membunuh, tidak mencuri, tapi mengabaikan potensi kehancuran lewat dosa-dosa seperti membohong, korupsi nilai kecil, mengkonsumsi sesuatu yang buruk saat bergaul dan sebagainya. Kita harus berhenti memberi toleransi-toleransi akan kesalahan seperti ini, karena biarpun kecil jika kita biarkan terus akan membawa dampak dalam eskalasi yang terus meningkat.

Alkitab sudah mengingatkan hal itu: “Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.” (Yakobus 1:14-15). Berawal dari keinginan daging, kita terpikat dan terseret, membiarkan semua itu terjadi. Pada suatu ketika itu berbuah dan melahirkan dosa. Dan ketika dosa matang, ia melahirkan maut. Mulainya biasa, ujungnya fatal. Maka kita harus menutup celah sekecil apapun terhadap bentuk-bentuk perbuatan jahat supaya jangan sampai maut yang kita tuai pada akhirnya.

2. Pertengkaran akibat soal-soal yang dicari-cari, bodoh atau tidak layak

Mengenai hal ini kita bisa lihat dalam 2 Timotius 2:23 mengingatkan hal ini: “Hindarilah soal-soal yang dicari-cari, yang bodoh dan tidak layak. Engkau tahu bahwa soal-soal itu menimbulkan pertengkaran.” Ayat yang kurang lebih sama bisa kita temukan dalam Titus. “Tetapi hindarilah persoalan yang dicari-cari dan yang bodoh, persoalan silsilah, percekcokan dan pertengkaran mengenai hukum Taurat, karena semua itu tidak berguna dan sia-sia belaka.” (Titus 3:9). Benar, seringkali bukan kita yang memulai. Ada saja orang yang akan memancing perdebatan dan seringkali perdebatan itu sia-sia belaka alias tidak ada gunanya. Karena itu jika ada yang memancing pertengkaran dalam bentuk apapun, kita harus pastikan tetap tenang dan jangan sampai terpancing. Apa yang harus kita lakukan justru adalah berusaha melakukan pekerjaan yang baik. “Perkataan ini benar dan aku mau supaya engkau dengan yakin menguatkannya, agar mereka yang sudah percaya kepada Allah sungguh-sungguh berusaha melakukan pekerjaan yang baik. Itulah yang baik dan berguna bagi manusia.” (ay 8).

(bersambung)

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.