Menghayati Hidup Sebagai Anak Allah

YESUS datang ke dunia untuk menggenapi rancangan keselamatan Bapa. Pembaptisan Yesus oleh Yohanes Pembaptis merupakan tanda dimulainya tugas perutusanNya di dunia.

Pesta Pembaptisan Tuhan yang kita rayakan pada hari ini, menyadarkan kita betapa Bapa sungguh mengasihi kita sehingga Putra terkasihNya, Yesus Kristus, diutusNya datang ke dunia, untuk mengurbankan diri demi menyelamatkan manusia. Kita diundang untuk merenungkan kembali makna pembaptisan. Sadari bahwa dengan menerima sakramen Baptis, kita dibebaskan dari dosa asal dan semua dosa pribadi. Kita dilahirkan baru sebagai anak-anak Allah, menjadi saudara dari Kristus dan menerima hidup ilahi. Kita juga diutus untuk mewartakan kabar keselamatan kepada sesama.

Menjadi saksiNya di dunia merupakan tugas yang tidak mudah. Kita harus terus menerus menggemakan kasih dan pengampunanNya di dalam lubuk hati kita, untuk memberi kekuatan dan motivasi kepada diri kita agar tidak patah semangat dalam menghayati hidup sebagai anak Allah.

Mari jadikan Kristus sebagai landasan hidup kita, senantiasa bersandar kepadaNya agar kita dimampukan untuk hidup dalam pertobatan, dan bertumbuh dalam kekudusan. Semoga dengan kesetiaan kita mengikuti jejak langkahNya, terbuka dan taat pada kehendakNya, kelak kita layak untuk masuk ke dalam keabadian bersamaNya.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Insinyur elektro alumnus ITB dan umat Paroki St. Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta Utara; bergiat ‘merangkai’ kata-kata renungan yang menjadi ‘kata hati’ untuk satu hari (thoughts of the day); Anggota Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini St. Yakobus.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.