Menggerakan Tim Pewarta Iman untuk Tabloid Rohani “Cor Unum” Keuskupan Purwokerto

< ![endif]-->

HARI Sabtu (29/3), tim Tabloid Rohani Cor Unum Keuskupan Purwokerto dengan dukungan penuh Komisi Komsos Keuskupan Purwokerto akhirnya berhasil mengadakan temu wicara bertajuk “Jumpa Darat Kontributor Cor Unum”. Mengambil lokasi di Rumah Pastoral Hening Griya di kaki Gunung Slamet di Baturaden, Purwokerto, acara ini sejak lama digagas bersama oleh pengelola tabloid dan Komisi Komsos Keuskupan.

Intinya, kami ingin mengundang  para kontributor atau perwakilan tim komsos dari setiap paroki untuk hadir dalam pertemuan ini. Adapun tujuan jumpa darat adalah menyatukan visi dan misi Tabloid Cor Unum sebagai media pewartaan yang akhir-akhir sangat berkembang di Keuskupan Purwokerto. Para kontributor dapat bersilaturahmi dalam suasana persaudaraan yang saling meneguhkan satu sama lain, dan meningkatkan kembali ketrampilan tulis-menulis melalui beberapa dinamika yang diadakan dalam jumpa darat ini.

Tim mengirimkan undangan jumpa darat bagi setiap paroki di Keuskupan Purwokerto. Target peserta (kontributor paroki/perwakilan tim komsos paroki, dan kelompok lain) yang diharapkan adalah 40 orang (termasuk panitia), namun jumlah peserta yang hadir ada 20 orang. Mereka adalah perwakilan dari Paroki  Limpung, Batang, Pekalongan, Pemalang, Slawi, Mejasem, Purbalingga, Banjarnegara, Gombong, Sidareja, Cilacap, dan Kutoarjo.

Sementara beberapa wakil dari paroki lain menginformasikan “tidak bisa datang.”

“Ketika manusia berbagi informasi, mereka telah berbagi diri mereka, pandangan mereka tentang dunia, harapan dan gagasan mereka” (Paus Benediktus XVI, Pesan Hari Komunikasi Sedunia, 2011).

Cor unum jumpa darat 1

Suasana pertemuan para kontributor Tabloid Rohani “Cor Unum” Keuskupan Purwokerto di Rumah Pastoral Hening Griya di kaki Gunung Slamet, Baturaden, Purwokerto, Jawa Tengah. (Dok. Panitia)

Ini kutipan saya  untuk membuka pertemuan ini. Apa yang dikatakan oleh Paus Benediktus XVI kiranya dapat membingkai pelayanan dan perutusan kita di tengah dunia. Melalui Cor Unum kita membagikan informasi, pandangan, harapan dan gagasan kepada semakin banyak orang dengan diawali suatu proses melihat, merenung, dan menulis sebagai orang beriman.

Kesediaan menjadi kontributor pun bisa dikategorikan sebagai sebuah panggilan, dimana mereka rela meluangkan waktu dan melibatkan hati dalam karya tulis-menulis ini. Apa yang mereka buat dan persembahkan merupakan salah satu cara menghadirkan Kerajaan Allah sebagaimana didengungkan dalam visi Gereja Keuskupan Purwokerto.

Dalam kesempatan  sama, Vikjen Keuskupa Purwokerto Romo Puryatno Pr berkesempatan menyampaikan pesan dari Bapa Uskup bagi para kontributor Cor Unum. Beliau mengajak para peserta untuk memanfaatkan berbagai macam media komunikasi yang berguna dalam mengembangkan kemampuan, wawasan, dan mengembangkan iman kepada Tuhan.

Media, kata Romo Vikjen KP mengutip pesan pribadi Mgr. Julianus Sunarka SJ, bisa  digunakan sebagai sarana mengembangkan jaringan relasi dan kerjasama dengan banyak pihak serta mengembangkan pola dan budaya yang baru. Media tidak hanya menyampaikan berita, informasi melainkan diharapkan mampu membentuk suatu sikap tertentu.

Dinamika jumpa darat malam itu kian hangat melalui sharing para kontributor yang dipandu oleh Mas Ary. Peserta dibagi dalam beberapa kelompok kecil. Di dalam kelompok itu, mereka membagikan pengalamannya saat mencari berita dengan berbagai kesan yang tertoreh di dalamnya. Mereka bercerita, berbagi dan meneguhkan satu sama lain.

Cor unum jumpa darat 2

Suasana pertemuan dan brainstorming antar penggerak Tabloid Rohani Cor Unum di Hening Griya, akhir Maret 2014. (Dok. Panitia)

Minggu (30/3), para peserta diberi kesempatan untuk jalan pagi secara pribadi untuk sekedar menikmati keindahan alam di lereng Gunung Slamet. Sesudah makan pagi, mereka melanjutkan acara dengan game berantai. Dalam game itu, para peserta diminta untuk merangkaikan kata atau kalimat dari peserta di sampingnya hingga membentuk suatu kisah yang runtut. Siangnya, mereka belajar tentang tulis-menulis, mencermati rubrikasi Cor Unum, harapan bagi perkembangan Cor Unum, serta pembahasan tentang terbitan edisi 17 dan edisi 18 yang akan datang.

Seluruh rangkaian acara jumpa darat kontributor Cor Unum diakhiri dengan perayaan ekaristi yang saya. Perjumpaan Yesus dan orang yang buta sejak lahir menjadi inspirasi rohani bagi para kontributor dalam menghayati pelayanan dan perutusannya di tengah dunia. Perjumpaan yang terjadi melalui tulisan yang menjadi kekayaan dan berkat bagi semakin banyak orang.

Terimakasih atas dukungan para romo dan semua pihak sehingga jumpa darat ini dapat berlangsung dengan lancar. Kami mohon dukungan para romo untuk perkembangan Tabloid Rohani Cor Unum ini. Tanpa peran serta romo Cor Unum bukanlah apa-apa.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.