Mengenal Tuhan

Ayat bacaan: Hosea 4:6a
===================
“Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah”

Bagi anda yang bekerja di pabrik dengan banyak mesin, anda tentu perlu mengenal terlebih dahulu bagaimana cara kerja masing-masing mesin, begitu juga dengan proses pengerjaannya mulai dari satu mesin ke mesin lain hingga akhirnya menjadi produk jadi. Tanpa mengetahui itu semua bukan saja kita tidak bisa bekerja dengan baik, tapi juga riskan karena bisa menimbulkan kecelakaan dalam bekerja. Dalam menjaga hubungan dengan orang lain pun demikian. Kita perlu mengetahui banyak hal tentang mereka agar tidak salah bersikap atau salah kata. Ada yang cepat tersinggung, ada yang suka bercanda, ada yang serius, ada yang sensitif perasaannya, sehingga kita perlu benar-benar tahu terlebih dahulu tentang mereka agar bisa menjadi teman yang baik.

Dalam hal kerohanian pun demikian. Alangkah ruginya atau bahkan bisa riskan juga apabila kita tidak mengenal Allah. Mungkin kita berpikir bahwa semuanya sudah cukup kalau kita sudah ke gereja, sudah berdoa, tapi ada banyak orang yang melakukan itu semua bukanlah atas dasar yang benar melainkan sekadar menjalankan rutinitas, karena disuruh orang tua, karena kebiasaan dan tradisi dan alasan lainnya. Bisa saja ketika kita berdoa atau di gereja sebenarnya pikiran kita sedang berada diluar sana. Hal-hal seperti ini jika tidak dicermati akan membuat kita tidak kunjung mengenal Allah dan itu akan sangat merugikan bagi diri kita, bahkan bisa mendatangkan kebinasaan. 

Dalam Hosea kita bisa melihat mengapa Israel jadi binasa. Kelakuan mereka yang tidak baik akhirnya mendatangkan murka Tuhan. Alasannya jelas tertulis dalam Alkitab. “Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah” (Hosea 4:6a). Tidak mengenal bagaimana? Mari kita lihat Hosea pasal 4 yang diberi judul “Menentang imam dan bangsa yang tidak setia”. Pasal ini dimulai dengan: “Dengarlah firman TUHAN, hai orang Israel, sebab TUHAN mempunyai perkara dengan penduduk negeri ini, sebab tidak ada kesetiaan dan tidak ada kasih, dan tidak ada pengenalan akan Allah di negeri ini.” (ay 1). Tiga alasan penting yang membuat Tuhan marah disebutkan dengan jelas disini, yaitu:
– Tidak setia
– tidak ada kasih
– tidak mengenal Allah

Apa yang dilakukan orang Israel pada masa itu memang sudah keterlaluan, Mereka “hanya mengutuk, berbohong, membunuh, mencuri, berzinah, melakukan kekerasan dan penumpahan darah menyusul penumpahan darah.” (ay 2). Dalam ayat 6 disebutkan pula bahwa para imam yang seharusnya jadi tulang punggung justru ikut jadi orang-orang yang melupakan ajaran Tuhan. Kegagalan para imam tidak hanya berbicara mengenai para pendeta, pelayan Tuhan, tapi lebih luas lagi berbicara mengenai semua anak-anak Tuhan seperti yang tertulis dalam Wahyu 1:5-6. “Dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya–dan yang telah membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah, Bapa-Nya, –bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya. Amin.” (Wahyu 1:5-6). Perilaku tidak terpuji tersebut membuat Tuhan marah kepada mereka. Dan itu sangat wajar, mengingat betapa besarnya kasih Allah kepada mereka dari generasi ke generasi berikutnya yang ternyata sama sekali tidak mereka hargai. Sikap-sikap itu membuat Israel akhirnya harus menanggung konsekuensinya.

Berkaca dari apa yang dialami bangsa Israel yang tegar tengkuk alias keras kepala dan tidak tahu berterimakasih, kita bisa melihat bahwa menolak pengenalan akan Tuhan bisa mendatangkan bahaya besar. Ada banyak orang yang hanya mengandalkan pendeta atau pelayan Tuhan saja tanpa keinginan untuk mengenal Allah lebih jauh secara pribadi dalam hidupnya. Ada banyak yang menunda-nunda karena masih mau “menikmati” hidup, ada yang menganggap bahwa urusan kerohanian hanya urusan orang yang tua saja. Padahal Tuhan telah memperlihatkan bahwa tanpa keinginan untuk mengenal Dia akan membuat kita menuai bencana.

Hanya mengandalkan tata cara peribadatan dan tradisi serta kebiasaan dan rutinitas dalam menjalankan ibadah belumlah mencerminkan usaha kita yang benar untuk mengenal Allah. Yesus menyinggung hal ini dengan tegas. “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.” (Matius 7:21). Hanya rajin berseru tapi tidak mencerminkan terang dalam hidup itu artinya tidak mengenal Tuhan. “Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?” (ay 22). Bahkan jika kita berpikir bahwa kita sudah melakukan banyak pekerjaan Tuhan, tapi hati kita sebenarnya tidak tulus melakukan itu dan bukan berbuat itu demi kemuliaan Tuhan, jika kita rajin beribadah namun sebatas dibibir saja tanpa aplikasi nyata dalam hidup, maka kita pun akan kehilangan kesempatan untuk beroleh keselamatan. “Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” (ay 23).

Pengenalan akan Tuhan bisa kita dapati dengan mengenal diriNya melalui Firman-Firman Tuhan yang terdapat di dalam Alkitab. Alkitab bukanlah sebuah buku usang yang ketinggalan jaman dan membosankan. Ada banyak tuntunan hidup dan rahasia-rahasia keselamatan di dalamnya yang mampu membuat kita semakin dekat mengenal pribadi Tuhan. Jangan berhenti hanya sampai membaca, tapi renungkan dan perbuatlah apa yang telah kita baca itu dalam kehidupan nyata. “Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya.”(Yakobus 1:25) Kemudian ingatlah bahwa kita bisa mengenal Bapa lewat Yesus. “Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.” (Yohanes 14:7). Tanpa mengenal Kristus, kita tidak akan pernah bisa mengenal Tuhan, dan dengan demikian kita tidak akan pernah bisa datang menghampiriNya dan menerima janji-janjiNya. Yesus berkata “Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” (ay 6).

Sekarang waktunya untuk lebih serius lagi dalam mengenal Allah. Teruslah berusaha untuk mengenal pribadiNya baik lewat Alkitab, kotbah, bacaan-bacaan rohani dan sumber lainnya, dan tentu saja, miliki pengenalan yang benar tentang Kristus. Jangan berhenti disana, tapi kemudian aplikasikanlah semua yang telah kita baca, dengar dan tahu itu ke dalam hidup kita sehari-hari. Temukan apa yang menjadi kehendakNya hari ini.

Mengenal Allah akan menghindarkan kita dari kebinasaan

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Loading...

2 Comments

  • Hari ini saya menemukan RHO yang sungguh sungguh pas dihati saya, membuat saya semakin mengerti apa yang seharusnya saya perbuat.
    Terimakasih Tuhan telah menuntun saya untuk lebih mengenalNYA melalui RHO.
    Terimakasih buat yang telah menyediakannya.
    Berkah Dalem Gusti.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.