Mengenal dan Mengasihi Yesus Secara Personal

jesus-faith

Selasa, 7 April 2015: Oktaf Paskah

Kis 2:36-41; Mzm 33:4-5,18-20,22; Yoh 20:11-18

“Aku telah melihat Tuhan!”

DI makam Yesus, Maria Magdalena melihat Yesus Kristus yang bangkit, namun ia tidak mengenali bahwa itu Yesus sendiri. Ia bahkan menyangka Dia tukang kebun. Maka ia berkata, “Tuan, jikalau tuang yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya.”

Mengapa Maria tidak segera mengenali Yesus yang bangkit? Itu terjadi karena ia kurang fokus. Fokusnya hanya pada makam kosong dan kesedihannya sendiri. Baru saat Yesus memanggil namanya, ia mulai menyadari dan mengenali kehadiran Tuhan di hadapannya. Atas kehendak Yesus, ia pun pergi dan mengatakan kepada para rasul, “Aku telah melihat Tuhan!”

Pesan Maria Magdalena kepada para murid itu berangkat dari pengalaman personal atas apa yang dia lihat. Itulah inti dari Kristianitas kita. Tidak cukup kita hanya tahu tentang Yesus Kristus, Tuhan kita. Kita harus mengenal dan mengasihi-Nya secara personal. Menjadi Kristen berarti berjumpa dengan Yesus Kristus, Tuhan yang hidup yang mengasihi kita secara personal dan membiarkan kita mengalami kemuliaan-Nya. Yesus Kristus memberikan mata iman kepada kita untuk melihat dan mengalami kebenaran kebangkitan-Nya dan kemenangan-Nya atas dosa dan maut (Ef 1:18).

Dalam Adorasi Ekaristi Abadi, kita belajar untuk mengenal kehadiran Yesus bersama kita. Ia selalu bersama kita dalam sabda-Nya, dalam Roti Ekaristi dan dalam Adorasi Ekaristi Abadi. Mari kita mengenal dan mengasihi-Nya secara personal.

Tuhan Yesus Kristus, semoga kami tidak pernah gagal untuk mengenal suara-Mu juga tidak kehilangan padangan untuk mengalami kehadiran-Mu melalui Roti Surgawi dalam Sakramen Mahakudus kini dan selamanya. Amin.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.