Mengatakan “Ya” terhadap Kebaikan

Sabtu 14 Juni 2014: Hari Biasa Pekan X
1Raja 19:19-21; Mzm 16:1-2a.5.7-10; Matius 5:33-37

“Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.” (Matius 5:37)

MENGATAKAN “Ya” terhadap yang baik itu bagian dari iman yang baik dan benar pula. Iman diungkapkan dengan kata ‘emunah dalam bahasa Ibrani. Kata ini berakar dari kata kerja ‘aman, yang artinya menopang.

Kata ‘emunah menunjuk pada dua arah. Pertama, dari pihak Allah berupa kesetiaan pada janji-Nya. Kedua, dari pihak manusia berupa ketaatan iman. Karena itu, orang beriman berarti orang yang meletakkan hidupnya di hadirat Allah yang setia dan dengannya orang beriman mendapatkan kekuatan untuk tetap maju, berkembang dan berbuah.

Allah setia pada janji-Nya yang diberikan kepada manusia. Manusia setia kepada Allah yang menggenapi janji-Nya demi keselamatan umat manusia dan semesta alam.

Hari-hari ini, kita diajak untuk memilih mengatakan “Ya” kepada kebaikan dan mengatakan “Tidak” kepada kejahatan. Itulah yang tersirat di balik ungkapan “Orang baik kumpul dengan orang baik. Orang tidak baik akan mendukung orang yang tidak baik untuk melindungi dirinya sendiri dan kelompoknya!”

Kita bisa menambahkan ungkapan, “Orang bersih akan bersatu dengan orang bersih. Orang yang korup akan kumpul dengan orang korup agar aman dan tidak terungkap tindakan korupnya!”

Dengan nurani yang jernih, hati yang bersih, jiwa yang hening dan budi yang bening; mari kita mengatakan “Ya” untuk dan terhadap kebaikan, kejujuran, dan kesederhanaan yang lembut dan damai. Mari kita juga berani mengatakan “Tidak” untuk dan terhadap kejahatan, kekerasan dan ketidakjujuran yang penuh ancaman, intimidasi dan manipulasi!

Adorasi Ekaristi Abadi adalah gerakan umat beriman Katolik yang mau belajar taat dan setia kepada Allah yang selalu setia pada janji-Nya. Dalam gerakan ini, umat mau mengatakan “Ya” kepada Allah yang setia dan mengatakan “Tidak” terhadap egoisme, arogansi dan kejahatan.

Itulah yang secara tersirat namun akurat dikatakan oleh Richardo Kardinal Vidal, Uskup Agung Cebu, Filipina, “Satu-satunya yang tidak akan pernah mau dan setuju Adorasi Ekaristi Abadi di mana Allah disembah siang dan malam tanpa kunjung putus hanyalah iblis!”

Syukur kepada Allah bahwa gerakan Adorasi Ekaristi Abadi terus berkembang di banyak tempat dan berbuah dalam hidup bersama. Buah-buah dari gerakan Adorasi Ekaristi Abadi antara lain, pertobatan, kesetiaan, kerukunan, dan keadilan serta perdamaian.

Tuhan Yesus Kristus, semoga kami berani mengatakan “Ya” untuk hal-hal yang baik, benar, suci, adil, dan jujur. Semoga kami juga berani mengatakan “Tidak” terhadap iming-iming palsu, kekerasan, kejahatan dan kelakuan korup dan bohong. Terpujilah Engkau kini dan selamanya. Amin.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.