Mengatahui Panggilan dan Maksimal dalam Mengerjakannya (2)

(sambungan)

Menjaga kekudusan merupakan hal yang mutlak untuk kita lakukan agar kita bisa menjalankan panggilan dengan maksimal. Ada beberapa hal lain pula yang juga penting untuk kita perhatikan, yaitu:

1. Memberi respon yang baik terhadap panggilan Tuhan
Tanpa adanya respon dari kita terhadap sebuah panggilan, maka kita tidak akan mengetahui apa yang sebenarnya Tuhan mau untuk kita kerjakan. Merespon itu sama dengan menjawab bahwa kita siap untuk melakukan apa yang Tuhan mau. Mungkin kita tidak pernah membayangkan bahwa kita sanggup, tetapi yang Tuhan mau sebenarnya bukanlah kemampuan atau kesanggupan kita melainkan kesediaan kita untuk melakukannya. Tuhan adalah Allah yang menyediakan, dan Dia akan menyediakan segala sesuatu yang dibutuhkan agar kita bisa melakukannya dengan hasil yang terbaik. Saya bukanlah terlahir dari keluarga Kristen. Bertobat saja saya masih terhitung baru, dan sebelumnya tidak pernah mengenal apa-apa tentang Kristus. Terbayangkah ketika dalam waktu yang singkat saya sudah menerima panggilan untuk menulis renungan setiap hari lewat media online ini? Itu tidak masuk akal. Tetapi hari ini saya sudah menjalankannya hampir 6 tahun. Itu bisa terjadi karena saya menuruti panggilan, memberi respon terhadap panggilanNya sambil mempercayakan segala prosesnya kepada Tuhan. Tanpa itu tidak akan ada apapun yang terjadi, dan renungan harian online ini pun tidak akan pernah ada.

2. Menghidupi Panggilan itu
Panggilan yang diterima tidak otomatis menjadi sesuatu yang langsung jadi. Seperti aspek-aspek kehidupan lainnya, sebuah panggilan pun harus terus dikembangkan agar terus meningkat hingga menjadi sebuah penggenapan seperti yang menjadi tujuan Tuhan dalam hidup kita. Dengan cara terus dilatih dan dikembangkan sesuai dengan karunia dan talenta yang sudah diberikan, panggilan itu nantinya akan menjadi menghasilkan buah yang subur. Seringkali grand design Tuhan akan secara perlahan pula kita ketahui seiring perjalanan atau prosesnya. Setahap demi setahap kita melakukan panggilan Tuhan hingga akhirnya kita bisa mengetahui apa yang sebenarnya Dia mau kita lakukan dan seperti apa sebenarnya yang Dia ingin kita capai.

3. Mengubah cara kita menjadi cara Tuhan
Ingatlah bahwa panggilan yang diberikan Tuhan itu bukanlah milik kita. Bagaimanapun itu adalah milik Tuhan. Karena itu cara terbaik tentu adalah dengan memakai cara Tuhan dalam melaksanakannya, yaitu dengan megiktui tuntunan yang Dia berikan, sesuai dengan kehendakNya. Ambil satu contoh mengenai Daud. Ketika Daud dilantik menjadi raja, ia ternyata tidak langsung naik tahta dan berkuasa. Ia ternyata harus mengikuti cara Tuhan, dengan cara menjadi hamba Saul terlebih dahulu. Disini kita dituntut untuk taat, sabar dan terus memegang komitmen terhadap panggilan yang sudah kita terima.

4. Panggilan harus dilakukan secara serius seperti untuk Tuhan dan bukan manusia
Karena Dia yang memiliki panggilan itu, tentu kita pun diwajibkan untuk melakukan yang terbaik seperti melakukannya untuk Tuhan dan bukan untuk orang lain. “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” (Kolose 3:23). Ayat ini dengan jelas menyatakan bahwa bukan sebagian saja, tetapi segala sesuatu, apapun yang kita perbuat, kita harus melakukannya dengan segenap hati seperti untuk Tuhan. Jika untuk pekerjaan biasa-biasa saja kita diminta seperti itu apalagi ketika kita menjalankan sebuah tugas mulia yang didasari oleh panggilan dari Tuhan sendiri.

5. Panggilan harus dikerjakan dengan iman
Alkitab menegaskan bahwa apapun yang kita kerjakan haruslah berdasarkan iman. Mengapa? Sebab “segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman, adalah dosa.” (Roma 14:23b). Karena itulah panggilan pun harus dikerjakan dengan iman. Maksudnya adalah ketika kita mengerjakan panggilan itu, kita harus tahu bahwa itu berasal dari Tuhan dan kita harus bertanggung jawab kepadaNya. Semua itu harus ditujukan untuk kemuliaan Tuhan dan bukan untuk kepentingan-kepentingan kita pribadi. Iman yang menjadi “dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat” (Ibrani 11:1) pun akan menjadi pegangan kita dalam melangkah setapak demi setapak dalam memenuhi panggilan. Tanpa itu kita mungkin bisa merasa bosan, capai atau putus asa pada waktu-waktu tertentu.

Sebagai orang percaya kita dipanggil untuk menggenapi rencana Tuhan dalam kehidupan kita. Sudahkah anda mengetahui apa sebenarnya yang menjadi panggilan buat anda dan sudahkah anda mengerjakannya secara maksimal? Jika belum, mulailah hari ini juga. Temukan apa yang menjadi panggilan Tuhan dan kerjakanlah dengan sebaik-baiknya. Tetaplah jaga hidup dalam kekudusan, respon dan hidupi panggilan itu, lakukan dengan maksimal seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia dan lakukan dengan dasar iman. Tampillah menjadi orang-orang yang menyatakan terang Tuhan sesuai panggilan anda masing-masing, kembangkanlah itu semua sesuai talenta dan karunia yang sudah Dia sediakan. It’s time to do our best to answer our callings!

Temukan panggilan anda dan lakukan yang terbaik dalam mengerjakannya

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.