Mengasihi Yesus Kristus Kendati Kita Berdosa

Selasa, 22 Maret 2016
Pekan Suci
Yes 49:1-6; Mzm 71:1-2.3-4a.5-6b.15.17; Yoh 13:21-33.36-38

Kata Petrus kepada-Nya, “Tuhan…, Aku akan memberikan nyawaku bagi-Mu!” Sahut Yesus, “Nyawamu akan kauberikan bagi-Ku? Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Sebelum ayam berkokok, engkau akan menyangkal Aku tiga kali.”

DALAM Injil hari ini Petrus berkata kepada Yesus, “Tuhan…, Aku akan memberikan nyawaku bagi-Mu!’ Kita tahu bahwa Petrus mengasihi Yesus. Ia merasakan kekuatan kasihnya dan tidak ragu untuk mengatakan bahwa ia rela mati untuk Yesus.

Namun Yesus menjawab, “Kamu akan memberikan nayawamu untuk-Ku? Sungguh, Aku berkata kepadamu, ayam tidak akan berkokok sebelum kami menyangkal Aku sampai tiga kali.” Apa artinya? Petrus memilik niat yang serius dan sungguh untuk mengorbankan hidupnya bagi Yesus, namun ada sesuatu yang masih kurang. Setiap kali ia merasa begitu siap untuk mengatasi sesuatu demi kasihnya kepada Kristus, namun segera hambatan datang, ia mengalami begitu lemah.

Yang Yesus katakan kepada Petrus juga disampaikan kepada kita. Sama seperti Petrus, kita mungkin tidak berpikir seperti yang dipikirkan Allah, tetapi hanya memikirkan yang dipikirkan manusia. Kita semua pun tahu, Petrus akan berhasil pada akhirnya menjadi hamba Tuhan yang taat dan rendah hati, bertahan teguh sampai akhir. Kita pun sering melakukan banyak kesalahan setiap hari, namun mari kita terus bangun untuk mengasihi Yesus. Dalam Adorasi Ekaristi Abadi sementara kita menyembah Yesus Kristus, kita mohon kepada-Nya untuk kian mengasihi-Nya kendati kelemahan kita.

Tuhan Yesus Kristus, seperti Petrus kami sering jatuh berkali-kali. Setiap saat itu terjadi karena kami hanya mengandalkan diri kami sendiri dari pada mengandalkan Dikau. Bantulah kami untuk mendengarkan kehendak-MKu dan niat mendalam untuk berdoa kini dan selamanya. Amin.

Sumber: Sesawi.net

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.