Mengasihi Allah dan Sesama

love-god-love-people

Jumat, 13 Maret 2015: Pekan Prapaskah III

Hosea 14:2-10;Mzm 81:6c-11b,14,17; Markus 12:28b-34

Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hati, dengan segenap jiwa, dengan segenap akal budi, dan dengan segenap kekuatanmu… Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri….

Ya dan pasti, bahwa kita mencari jalan yang meyakinkan untuk menggapai damai, kebahagiaan, dan hidup berlimpah berkat. Dalam konteks ini, kita dapat belajar dari nabi Hosea dalam membimbing umatnya.

Umat yang didampingi Hosea kala itu berada dalam situasi ekonomi yang menggelisahkan dan menakutkan. Mereka pun berada dalam situasi tidak aman baik secara ekonomi maupun politik. Mereka lebih mengandalkan kekuatan bangsa-bangsa lain daripada mengandalkan kekuatan Alllah.

Dalam situasi demikian, Hosea mengajak umatnya untuk kembali kepada Allah dengan mohon ampun, penyembuhan, dan pemulihan. Itulah sebabnya Nabi Hosea mengingatkan mereka bahwa Allah sajalah yang akan “memulihkan mereka, mengasihi mereka dengan sukarela” (Hosea 14:4). Jalan Allah selalu yang terbaik dan meyakinkan untuk damai sejahtera, kebahagiaan dan berkat. Kebijaksanaan-Nya membawa kekuatan dan rahmat bagi yang taat.

Ketaatan kepada Allah beriringan dengan kasih kepada Allah dan sesama. Dalam Injil Yesus menegaskan, “Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hati, dengan segenap jiwa, dengan segenap akal budi, dan dengan segenap kekuatanmu… Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”

Berdasarkan sabda ini, kita lalu paham, bahwa Allah hanya menuntut kita untuk taat setia mengasihi Dia dan sesama kita. Kasih kepada Allah yang utama dan mendasari kasih kepada sesama. Kian kita mengenal kasih dan kebenaran Allah, kian pula kita mengasihi yang dikasihi-Nya dan menolak yang berlawanan dengan kehendak-Nya. Kian kitan mengenal Allah kian pula kita mengasihi-Nya dan kian pula percaya dan berharap pada janji-janji-Nya.

Dalam Adorasi Ekaristi Abadi, kita belajar untuk mengasihi Allah dan sesama dengan segenap hati, jiwa, akal budi dan kekuatan kita termasuk pula mengasihi sesama kita seperti diri sendiri. Jangan biarkan sesuatu pun menjauhkan kita dari kasih Allah dan sukacita melayani sesama dengan murah hati.

Tuhan Yesus Kristus, kami mengasihi-Mu. Kami ingin lebih mengasihi-Mu Berilah kami kasih, anugerah-Mu yang termanis. Berilah kami hati yang murni untuk mengasihi, yang lahir dari kasih-Mu bagi kami sehingga kami bisa mengasihi sesama kami sebagaimana Dikau mengasihi kami, selamanya.

Kredit foto: Ist

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.