Mengalahkan Raksasa

Ayat bacaan: 1 Samuel 17:45
=========================
“Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: “Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu.”

mengalahkan raksasa

Betapa bersemangatnya tetangga saya menonton tinju di televisi pada suatu Minggu pagi. Bagi penggemar acara olah raga tinju, tentu momen jual beli pukul dalam sekian ronde tersebut akan sangat menarik. Apalagi jika ada yang sampai terjatuh, atau setidaknya jual beli pukulan itu dilakukan dalam intensitas tinggi. Ada berbagai kelas yang terdapat dalam tinju, mulai dari kelas bulu hingga kelas berat. Dan masing-masing petinju akan masuk ke dalam kelasnya masing-masing untuk bertanding memperebutkan juara agar pertandingannya seimbang. Artinya, tidaklah mungkin seorang petinju kelas bulu dilaga dengan petinju kelas berat. Ketika salah seorang petinju terpojok, tetangga saya pun berkata: “Lihat itu, menghadapi yang seukuran saja sulitnya bukan main, apalagi kalau menghadapi raksasa yang jauh lebih besar.” “Masalah yang kita hadapi kadang jauh lebih besar dari kemampuan kita, kan?” katanya. Ia benar. Dalam hidup kita sering menghadapi raksasa-raksasa, yang jauh lebih besar dari diri kita. Itu adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari, tapi bukan berarti tidak bisa kita hadapi, dan tidak mungkin kita atasi.

Apa raksasa yang anda hadapi hari ini? Mungkin kegagalan, penyakit, kemelut rumah tangga, kesulitan keuangan atau kebiasaan buruk yang tidak pernah bisa dihilangkan, atau jenis-jenis kesusahan lainnya. Seringkali masalah-masalah ini menakutkan kita seperti halnya kita menghadapi raksasa yang secara logika tidak mampu kita atasi. Sehebat apapun usaha kita, masalah itu sepertinya tidak terkalahkan. Tapi sebenarnya alkitab berbicara banyak mengenai hal ini, dan ada sebuah kunci yang bisa menjadi senjata andalan kita dalam memenangkan pertarungan melawan raksasa-raksasa ini.

Mari kita lihat sejenak apa yang terjadi ketika Musa mengutus selusin pengintai untuk mengamati tanah Kanaan, tanah yang dijanjikan Tuhan, yang berlimpah susu dan madunya seperti yang tercatat dalam Bilangan 13. Setelah mengintai, 10 dari 12 orang itu merasa pesimis karena ternyata bangsa yang berdiam disana merupakan orang-orang raksasa. ..”Negeri yang telah kami lalui untuk diintai adalah suatu negeri yang memakan penduduknya, dan semua orang yang kami lihat di sana adalah orang-orang yang tinggi-tinggi perawakannya. Juga kami lihat di sana orang-orang raksasa, orang Enak yang berasal dari orang-orang raksasa, dan kami lihat diri kami seperti belalang, dan demikian juga mereka terhadap kami.” (ay 32-33). Secara logika tentu tidak mungkin seekor belalang mampu melawan raksasa yang jauh lebih besar bukan? Lalu mari kita pindah ke jaman Daud muda. Ketika itu, bangsa Israel pun menghadapi raksasa. Tidak main-main, di antara para prajurit Filistin ada seorang raksasa berukuran enam hasta sejengkal (kira-kira 3 meter) yang juga membuat para prajurit Israel ketakutan. Yang lain boleh takut, tapi tidak bagi Daud. Daud sepertinya adalah orang terkecil disana, yang bahkan tidak diikutsertakan dalam barisan. Tapi lihatlah ia tampil dengan penuh keyakinan untuk menghadapi seorang raksasa yang jauh lebih besar dari dirinya.

Para pengintai di masa Musa dan para prajurit Israel di jaman Daud muda sama-sama melihat raksasa. 10 dari 12 pengintai berpendapat sama dengan prajurit-prajurit Israel. Mereka sudah kalah sebelum bertempur. Tapi tidaklah demikian bagi Daud. Dan ini menjadi kunci utama bagaimana agar bisa menang menghadapi raksasa. Perhatikan apa kata Daud. “Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: “Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu.” ( 1 Samuel 17:45). Kita bisa melihat bahwa Daud mampu yakin menang menghadapi raksasa yang berukuran jauh lebih besar darinya karena ia tahu pasti bahwa Tuhan ada bersamanya. Jika Tuhan ada bersamanya, maka tidak ada raksasa apapun, sebesar apapun, yang akan sanggup melawan. Pekerjaannya sebagai penggembala kambing dan domba sepertinya ringan, namun ternyata dalam pekerjaan itupun Daud sering menghadapi bahaya yang jauh lebih besar dari kemampuannya. Tapi lihatlah bahwa Daud sadar betul penyertaan Tuhan sanggup membuat perbedaan. Daud berkata: “Baik singa maupun beruang telah dihajar oleh hambamu ini. Dan orang Filistin yang tidak bersunat itu, ia akan sama seperti salah satu dari pada binatang itu, karena ia telah mencemooh barisan dari pada Allah yang hidup.” (ay 36). Apakah karena kekuatan Daud sendiri? Tidak. Daud tahu bahwa semua itu mungkin ia lakukan karena ada penyertaan Tuhan dalam hidupnya. “Pula kata Daud: “TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu.” (ay 37). Dan kita tahu bagaimana akhir dari cerita itu. Daud sukses mengalahkan Goliat, seorang raksasa, dan kuncinya adalah penyertaan Tuhan.

Ada banyak raksasa yang harus kita hadapi dalam hidup ini, yang seringkali membuat kita takut dan menyerah sebelum mulai melakukan sesuatu. Ingatlah bahwa kita memiliki senjata andalan untuk menghadapi itu semua. Tuhan menyertai Daud, dan Daud mampu mengalahkan raksasa. Hal yang sama pun bisa terjadi bagi kita. Sekali lagi, kuncinya adalah penyertaan Tuhan yang jauh lebih besar kuasanya dari apapun juga di dalam hidup kita. Yesus mengatakan “Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” (Matius 28:20a). Dan lewat Kristus kita pun telah dianugerahi Roh Kudus yang akan selalu menyertai kita. “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya” (Yohanes 14:16). Ada Tuhan yang selalu bersama dengan kita, dan itu akan memampukan kita untuk menghadapi raksasa-raksasa dalam hidup kita.

Apapun raksasa yang anda hadapi hari ini, apakah itu beban masalah, konflik keluarga, kegagalan, masalah keuangan atau kebiasaan buruk yang sulit dilepaskan dan sebagainya, percayalah anda mampu menghadapi itu semua. Bukan dengan kuat dan gagah diri sendiri, tetapi dengan adanya penyertaan Tuhan. Firman Tuhan jelas berkata “Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.” (Lukas 1:37). Atau dalam bahasa Inggrisnya dikatakan lebih jelas lagi: “For WITH GOD nothing is ever impossible and no word from God shall be without power or impossible of fulfillment.” Perhatikan kata “WITH GOD”, alias “DENGAN ALLAH”. Tidak ada yang mustahil jika kita bersama dengan Tuhan, termasuk menundukkan raksasa-raksasa yang tengah mempersulit hidup anda. Jangan biarkan raksasa manapun menakut-nakuti diri anda. Tuhan menjanjikan kemenangan, dan jangan biarkan siapapun merampas kemenangan itu dari diri anda. Raksasa mana yang saat ini menguasai diri anda? Kalahkanlah raksasa itu hari ini juga.

Tidak ada raksasa yang mampu mengalahkan kita jika kita berjalan bersama dengan Tuhan

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.