Mengalahkan Kejahatan dengan Kebaikan

15 Juni RI

Senin, 15 Juni 2015
Pekan Biasa XI
2Kor. 6: 1-10; Mzm. 98:1,2-3ab,3cd-4; Mat. 5:38-42

Yesus Kristus bersabda, “Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi. Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu…”

Dalam Injil hari ini kita membaca, Yesus Kristus mengajarkan kepada kita bagaimana kita harus memperlakukan orang yang melawan kita dan berbuat jahat kepada kita. Ia memberikan kepada kita pegangan sikap yang baru berlandaskan tak hanya tuntutan keadilan yang harus kita berlakukan terhadap mereka sesuai dengan perlakuan mereka, melainkan berdasarkan hukum rahmat, kasih dan kebebasan.

Dengan mengutip hukum lama tentang sikap yang berdasarkan nyawa ganti nyawa, mata ganti mata, gigi ganti gigi, tangan ganti tangan, kaki ganti kaki, yang memberi kesan sikap balas dendam; Yesus Kristus memberikan perspektif baru bagi kita. Perspektif baru itu mengacu pada sikap penuh belas kasihan dan kemurahan hati. Kita harus mengasihi sesama seperti kita mengasihi diri sendiri.

Yesus Kristus menyempurnakan hukum belas kasih dengan rahmat, kasih dan kebaikan. Bagi Yesus tak ada ruang untuk kebencian dan balas dendam. Kita tak harus membalas kejahatan dengan kejahatan, melainkan mengupayakan kebaikan bagi orang lain yang bahkan melakukan kejahatan kepada kita dan membuat kita berduka.

Dalam Adorasi Ekaristi Abadi, sementara menyembah Yesus Kristus, kita mohon rahmat yang kita perlukan untuk memperlakukan sesama sebagaimana dikehendaki Allah sendiri yakni dengan belas kasih dan kemurahan hati. Kita mohon agar Yesus Kristus membebaskan kita dari sikap benci dan dendam. Semoga Ia memberi kita keberanian untuk mengalahkan kejahatan dengan kebaikan.

Tuhan Yesus Kristus, Engkau telah menderita dan menanggung ketidakadilan, siksaan dan kematian pada salib demi keselamatan kami. Semoga kami bermurah hati kepada sesama kami, terutama mereka yang menyakiti hati kami dan membuat kami menderita. Penuhilah kami dengan rahmat kasih, sukacita, damai, sebaran, kebaikan, keteguhan dan kerendahan hati. Ajarilah kami mengasihi mereka yang membenci kami hingga kami boleh menjadi anak-anak Bapa kini dan selamanya. Amin.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.