Menengok ke Belakang: Sejarah Komsos KWI (2)

< ![endif]-->

DALAM perkembangan selanjutnya, ketika Ketua Komsos dipercayakan kepada Mgr. Isak Doera Pr (1991-1994)kerasulan di bidang komsos mulai menjajaki kemungkinan adanya jurusan Komunikasi Sosial pada Perguruan Tinggi Katolik. Juga diharapkan bisa  menjalankan fungsi kontrol terhadap pemberitaan media yang menyudutkan agama katolik.

Pada tahun1992, hubungan dengan “Vatican Information Service” dihentikan, tepatnya tanggal 7 Juni 1992. Di tahun yang sama, diberi mandat oleh Presidium KWI kepada KOMSOS KWI menyusun surat gembala KWI untuk hari Komunikasi Sosial 1993. Konsep surat gembala KWI ini akan dimohon tanggapan dari para Bapa Uskup dan persetujuan dari Presidium KWI.

Presidium mengesahkan personalia pengurus komisi KOMSOS KWI 1991-1994:

  • Ketua:Mgr. Isak Doera
  • Wakil Ketua: RP. F. Subroto Wijoyo SJ
  • Sekretaris:RP. R.W.M. van Leeuwen SCJ
  • Anggota:RP. Alfons S. Suhardi OFM,RD. A. Budyapranata Pr, JB.Priyanahadi

Tongkat kepemimpinan Komisi Komsos KWI selanjutnya dipercayakan kepada Mgr. J. Hadiwikarta Pr yang didukung oleh Badan Pengurus inti dan ketua-ketua Regio. Masa kepemimpinan yang dimulai sejak 1994, menjadi sejarah baru dalam kepengurusan komsos dengan terbentuknya ketua-ketua regio.

Komsos KWI

Adapun daftar lengkap pengurus adalah:

Badan Pengurus Inti:

  • Ketua: Mgr. J. Hadiwikarta Pr
  • Wakil Ketua: Marcel Beding
  • Sekretaris/Bendahara:  RP. R.W.M. van Leeuwen SCJ
  • Anggota: J.B. Priyanahadi,RP. Ruedy Hofmann SJ, RD. F.X. Sumantara Siswoyo Pr,                                                Raymond Toruan

B.    Badan Pengurus Lengkap

1.     Badan Pengurus Inti

2.     Ketua-Ketua Regio:

  • RP. P. Simbolon, OFM. Cap. (Sumatra)
  • RP. Lucius Ginting Suka, OFM. Cap (Kalimantan)
  • RP. F.X. Warsito DS, OSC (Jawa)
  • RD. A. Mangundap (MAU)
  • RD. Linus Tiala (Nusra)

C.     Staf Ahli:

  • Prof. Dr. Ny. Astrid S. Susanto
  • Ken Sudarto
  • Dr. Edward Depari.

Badan pengurus yang sangat lengkap ini berlangsung sampai dua periode, dengan pengecuali utusan dari Regio Sumatra, dimana RP. Simbolon diganti oleh RP. Heribertus Kartono, OSC. Tidak ada laporan tertulis mengenai program pastoral komsos KWI selama dua periode ini.

Berdasarkan Surat Keputusan No. 256/Pres/K/2001, tertanggal 10 Agustus 2001, telah disahkan oleh Presidium Anggota Badan Pengurus Inti Komisi KOMSOS KWI untuk masa bakti 2001-2004, dengan susunan sebagai berikut:

  • Ketua: Mgr. A. Henrisoesanto SCJ
  • Wakil Ketua: Raymond Lumban Toruan
  • Sekretaris Eksekutip: RP Alex Soesilo Wijoyo SJ
  • Bendahara: R P Alex Soesilo Wijoyo SJ
  • Angggota:Paul Karmadi,JB Priyanahadi,RP Ign. Ismartono SJ, H. Witdarmono
  • Staf Ahli: Dr. Ignas Kleden, Paulus Suryono Adisoemarta, PhD.

Anggota Badan Pengurus dipilih dengan mempertimbangkan kemampuan dan kesediaan mereka dalam menyumbangkan keahlian mereka dalam bidang komunikasi.  Bp. Raymond L. Toruan mewakili pers, Bp. Paul Karmadi radio, tv, dan periklanan, Witdarmono jurnalisme, JB Priyanahadi penerbit, RP. Ign. Ismartono, S.J. dari Crisis Center KWI. 

Sedangkan untuk staf ahli, Ignas Kleden dari bidang sosiologi, dan Paulus Suryono Adisoemarto PhD dari bidang internet dan teknologi informasi.

Selainmelanjutkanpekerjaanrutin, padamasainidiadakanrestrukturisasi pekerjaan staf kantor KOMSOS KWI.  Pembagian kerja kantor KOMSOS perlu pembenahan, untuk menghindari tumpang tindih dan kerancuan tanggungjawab.

Justine Quintara ditugaskan untuk mengelola administrasi keuangan kantor KOMSOS dan agenda KOMSOS.  Pekerjaan di luar keuangan stricto sensu (filing, komputer, JAKUSI) diberikan kepada Marietta Rini Widiastuti. 

Kantor KOMSOS II (Studio KOMSOS) dikelola oleh Sofyan Soleman dan Epifania Retno.Sofyan Soleman diserahi tugas sebagai pelaksana utama Studio.  Selain membantu rekaman studio, E. Retno juga mengerjakan administrasi keuangan. 

Studio KOMSOS meneruskan produksi rekaman program RVA (Radio Veritas Asia) seksi Bahasa Indonesia. Studio KOMSOS mengarah ke kemandirian finansial (financial independence).

Tautan: Menengok ke Belakang: Sejarah Komsos KWI (1)

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.