Menemukan Panggilan

Ayat bacaan: Efesus 2:10
=================
“Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.”

Setelah beberapa hari kita melihat bagaimana pentingnya mengetahui talenta yang telah dititipkan Tuhan dalam diri kita dan mengenal potensi diri serta mengasah dan mengolahnya agar bisa membawa hasil gemilang, hari ini kita akan melihat perihal panggilan atau calling. Panggilan tentu berbeda bagi setiap orang. Untuk memberkati bukan berarti anda harus menjadi pendeta, berkotbah, menjadi tim musik gereja, pemimpin pujian, usher atau berbagai posisi tugas lainnya di gereja. Anda mungkin memiliki panggilan yang berbeda, karena Kerajaan Allah seharusnya bisa
menjangkau luas hingga ke seluruh penjuru bumi dan tidak berakhir hanya di balik tembok gereja saja.

Sebelum kita membahas lebih jauh, mari kita ambil contoh sederhana mengenai benda yang sehari-hari saya lihat sehubungan dengan pekerjaan saya di dunia musik yaitu microphone/mikrofon alias mike atau mic. Benda ini diciptakan sebagai alat bantu dengar untuk suara berintensitas rendah.  Mikrofon berfungsi luas misalnya buat penyanyi, penyiar radio dan televisi, alat perekam dan fungsi lainnya untuk membantu komunikasi atau hiburan. Pada perkembangannya di industri musik, mikrofon yang bagus mampu membuat suara penyanyi terdengar jauh lebih baik. Itu secara ringkas deskripsi akan alat ini. Ketika mikrofon diciptakan, penciptanya tentu memiliki tujuan tersendiri dalam membuatnya. Dengan kata lain, mikrofon seharusnya berfungsi sesuai tujuan penciptanya. Jika itu yang terjadi, maka mikrofon akan dikatakan sukses. Tapi apabila kita menggunakannya sebagai tujuan lain seperti melempar kepala orang lain atau menjadikannya sebagai ulekan, tentu mikrofon akan melenceng dari fungsinya seperti saat dibuat.

Mengapa saya mengambil contoh mikrofon di atas? Contoh ini bisa menggambarkan bagaimana kita seharusnya menemukan panggilan tepat sesuai dengan garis tujuan penciptaan dari Sang Pencipta kita, yaitu Tuhan. Ketahuilah bahwa kita semua sebenarnya memiliki jalan hidup sendiri yang telah ditetapkan Allah dengan tujuan utama untuk membangun KerajaanNya di muka bumi ini. Artinya, masing-masing dari kita memiliki panggilan seperti yang telah Dia rancang jauh sebelum kita ada. Pernahkah anda berpikir mengapa anda berada di tempat anda ada saat ini, pada waktu yang sedang dijalani saat ini? Apa tugas anda, tujuan anda, atau singkatnya, panggilan anda? Apakah mungkin kita diciptakan tanpa rencana sama sekali?

Semua pertanyaan ini punya jawaban seperti yang tertulis dalam Efesus 2:10. “Karena kita ini  buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus  untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.” Kita ini diciptakan Tuhan (we are God’s own handiwork). Dirancang dalam Kristus (Recreated in Christ Jesus). Untuk melakukan pekerjaan baik (doing those good works). Yang sudah diciptakan Tuhan sebelumnya (which God predestined or lanned beforehead). Dan Tuhan mau kita hidup di dalamnya, dalam rencananya. (we should walk in the good life which He has prearranged and made ready for us to live). Artinya, ketika kita berjalan dalam ‘destiny Ilahi’, kita akan mengalami pemeliharaan Ilahi, perlindungan Ilahi dan penyediaan Ilahi. Jadi, penting bagi kita untuk menemukan apa yang menjadi panggilan, menjalankannya dan kemudian bukan hanya mengetahui tapi juga mengalami Tuhan. Bukan hanya berhenti bermimpi, tapi juga menduduki apa yang telah digariskan sejak semula bagi kita masing-masing.

Dari mana kita harus mulai? Firman Tuhan dalam Matius 6:33 akan menjadi awal yang baik untuk memulai semuanya. “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” Kebanyakan orang akan terus mencari hal lainnya seperti harta, karir, popularitas dan sebagainya. Ayat ini jika digabungkan dengan ayat bacaan hari ini akan memberi kesimpulan berbeda dari pandangan dunia. Kita harus mengejar rencana Tuhan untuk kita, agar kita mampu membangun Kerajaan Tuhan di muka bumi ini. So, our destiny is our divine calling, that’s our promised land.

Sekarang pertanyaannya, bagaimana kita bisa mencari tahu apa yang menjadi panggilan kita? Apa ciri utama agar kita bisa tahu itu? Dalam renungan berikutnya saya akan menuliskan beberapa poin agar anda bisa terbantu untuk mengetahui panggilan anda.
Agar mengalami Tuhan, merasakan pemeliharaan, perlindungan dan penyediaan secara Ilahi serta mengalami hidup seperti rencana yang telah Dia sediakan sejak semula, kita perlu tahu apa yang menjadi panggilan kita

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.