Meneladani Para Kudus


HARI ini kita merayakan Hari Raya Semua Orang Kudus untuk menghormati para martir yang telah dengan setia memelihara dan mempertahankan iman mereka akan Kristus hingga akhir hayat mereka. Perayaan ini juga mengajak kita semua untuk meneladani sikap hidup para kudus.


Para kudus rela melepaskan hidup mereka untuk mendapatkan hidup abadi. Mereka selalu mengutamakan Allah di dalam keseluruhan hidup mereka. Berlawanan dengan dunia yang mengajarkan untuk menggenggam erat semua yang dimiliki agar mendapatkan lebih, dan lebih lagi dengan segala cara.


Sabda Bahagia pada hari ini mengundang kita untuk selalu mengarahkan hati dan hidup kita hanya kepada Allah. Kita diajak untuk berani melakukan hal-hal yang ‘aneh’  menurut pandangan dunia, antara lain:

Kita harus menjadi kecil, menjadi pelayan bagi sesama agar menjadi besar di hadapanNyaKita harus berani melepaskan hidup kita agar memperoleh kehidupan abadi bersamaNyaKita harus selalu mengucap syukur di dalam segala hal termasuk pada saat mengalami penderitaan

Dengan mengandalkan kemampuan dan kehebatan diri sendiri, tentu saja hal ini sulit dan bahkan mustahil dilaksanakan. Namun Yesus sendiri telah memberi teladan kepada kita; berkat pengurbananNya, salib yang di mata orang Yahudi merupakan sebuah aib, penderitaan dan kematian, diubahNya menjadi tanda kemenangan, kemuliaan dan kehidupan abadi.


Sadari bahwa kekudusan bukan hanya milik para biarawan dan biarawati saja; setiap orang dipanggil untuk meraihnya. Mari kita jalani hidup ini sesuai dengan kehendakNya, tidak menyimpang dari jalanNya. Dengan selalu  hidup bersama dan bersatu dengan Dia, kita akan dimampukan untuk setia kepadaNya sehingga kita layak menjadi warga surgawi, hidup berbahagia bersamaNya dan para kudus untuk selamanya.


 Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Insinyur elektro alumnus ITB dan umat Paroki St. Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta Utara; bergiat ‘merangkai’ kata-kata renungan yang menjadi ‘kata hati’ untuk satu hari (thoughts of the day); Anggota Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini St. Yakobus.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.