Meneladani Kasih Bapa

ALLAH Bapa sungguh mengasihi manusia, Ia senantiasa memelihara, menjaga dan melindungi manusia  agar manusia dapat menjalani kehidupan dengan baik. Sayangnya, manusia yang sudah menerima begitu banyak kebaikan dari Allah, sering lupa diri. Mereka menjadi sombong, merasa dapat hidup dengan kemampuan diri sendiri sehingga meninggalkan Allah. Dengan memisahkan diri dari Allah, manusia mudah sekali jatuh ke dalam perangkap iblis, yang menyesatkan mereka dan membawa mereka kepada kehancuran.

Namun kasih mengalahkan segalanya, dengan sabar Allah Bapa menanti pertobatan manusia. Ia menghendaki agar setiap anak-anakNya mengalami keselamatan. Pintu pertobatan selalu terbuka bagi siapa saja yang mau mengubah haluan hidupnya. Dan dengan sukacita, disambutNya setiap pendosa yang kembali kepadaNya.

Sekelam apapun kehidupan yang pernah kita jalani, janganlah merasa takut untuk datang kepadaNya. Dengan rendah hati dan penuh penyesalan, akui segala kesalahan dan dosa kita. Ia pasti mengampuni dan menerima kita, karena kasihNya abadi, tidak pernah tergoyahkan oleh ketidaksetiaan kita.

Bagi mereka yang selama ini merasa diri sudah saleh dan hidup benar, janganlah memandang hina, menghakimi, dan bahkan menolak pertobatan mereka yang tersesat. Sadari bahwa Allah menawarkan keselamatan kepada setiap orang. Teladani kasih dan kemurahan hati Bapa, dengan tulus mengampuni dan menuntun mereka untuk kembali kepadaNya, sehingga semakin banyak orang yang mengalami keselamatan.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Insinyur elektro alumnus ITB dan umat Paroki St. Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta Utara; bergiat ‘merangkai’ kata-kata renungan yang menjadi ‘kata hati’ untuk satu hari (thoughts of the day); Anggota Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini St. Yakobus.

Sumber: Sesawi

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.