Menegur Dan Mendoakan


DALAM SabdaNya hari ini, Yesus mengajak kita untuk menegur teman atau saudara kita yang berbuat salah.


Menegur adalah perkerjaan yang sulit, kita kerap enggan untuk melakukannya. Namun harus dikerjakan sebagai tanda kepedulian kita terhadap teman atau saudara yang keliru atau salah dalam bertindak.


Lakukan pendekatan pribadi, jangan sekali-sekali menegur mereka di muka umum karena tindakan ini hanya akan mempermalukan mereka saja. Tegurlah dengan bijak, dilandasi oleh motivasi untuk menyadarkan mereka agar kembali ke arah yang benar. Beri mereka kesempatan untuk memberi penjelasan apa yang melatarbelakangi tindakan mereka; jangan langsung menuduh dan menyudutkan mereka.


Bila usaha kita tidak membawa hasil dan mereka tetap saja bersikeras untuk melakukan kesalahan yang sama berulang kali, maka doakan mereka agar bertobat; jangan malah menjauhi atau menggunjingkan perbuatan mereka.


Dalam sebuah kutipannya, Albert Einstein mengatakan bahwa “Dunia adalah sebuah tempat yang berbahaya untuk didiami, bukan karena orang berbuat jahat, tapi karena orang tidak peduli”.


Marilah kita bangun semangat kepedulian, sampaikan teguran dengan kata-kata yang membangun, namun sebaliknya kita juga mau berbesar hati untuk menerima teguran. Dengan saling mendukung dan saling mendoakan satu sama lain, semoga persaudaraan di antara kita terjalin menjadi lebih erat, untuk kemudian bersama-sama melangkah menapaki jalan kebenaranNya.


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Insinyur elektro alumnus ITB dan umat Paroki St. Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta Utara; bergiat ‘merangkai’ kata-kata renungan yang menjadi ‘kata hati’ untuk satu hari (thoughts of the day); Anggota Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini St. Yakobus.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: