Menantikan Pemimpin yang Adil Jaya Lemah Lembut Rendah Hati

images80

Minggu, 06 Juli 2014
Hari Minggu Biasa XIV
Zakharia 9:9-10; Mzm 145:1-2.8-9.10-11; Roma 8:9.11-13; Matius 11:25-30

“Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda.” (Zakharia 9:9)

NABI Zakharia adalah Nabi yang hidup pada tahun kedua zaman Darius. Artinya Nabi Zakharia bin Berekhya bin Ido (Zakharia 1:1) tampil sekitar tahun 500-an sebelum Yesus Kristus lahir, tepatnya pada tahun 520-518 SM. Nubuatnya yang berbicara tentang datangnya seorang raja yang adil dan jaya, lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda digenapi oleh Yesus Kristus.

Dalam Injil Matius, Yesus sendiri bersabda, “Marilah, datanglah pada-Ku… Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada- Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan” (Matius 11:29). Yesus Kristus jugalah yang datang dan disambut sebagai raja menuju Yerusalem dengan mengendarai seekor keledai muda (Matius 21:2-4).

Kerinduan kita (rakyat) menyambut seorang pemimpin yang adil dan jaya, lemah lembut dan rendah hati mewarnai kehidupan sosial politik hari-hari ini. Hari Rabu, 09 Juli 2014, rakyat Indonesia akan memilih Presiden RI yang akan memimpin bangsa ini sekurang-kurangnya lima tahun ke depan.

Ada dua Capres-Cawapres yang menjadi pilihan rakyat, Prabowo-Hatta dan Jokowi-Jusuf Kalla. Dari kedua pasang itu, siapa kira-kira yang memenuhi kriteria sebagai pemimpin yang adil jaya, lemah lembut dan rendah hati? Itulah yang layak kita pilih pada tanggal 09 Juli mendatang.

Pesan Uskup Agung Semarang, Mgr. Johannes Pujasumarta, baik secara lisan melalui rekaman suaranya maupun secara tulisan membantu kita memilih pemimpin yang adal jaya, lemah lembut dan rendah hati.

“Kebaikan negeri ini tidak cukup hanya dipenuhi oleh tokoh-tokoh yang hanya mau ‘urun angan’ (baca: ‘omdo alias omong doang’ – abp), melainkan bersama seluruh elemen bangsa ini dibutuhkan orang-orang yang siap ‘turun tangan’, memperjuangkan kebenaran, meluruskan yang berbelok-belok dan meratakan yang berlubang-lubang.

Para Imam, Bruder, Suster, Frater perlu mendampingi umat dan generasi muda agar tetap dalam hati nurani yang jernih dan tidak terpengaruh hal-hal yang tercela melalui politik uang dan sikap curang menghalalkan segala cara.”

Adorasi Ekaristi Abadi merupakan saat teduh yang baik dalam sembah sujud kepada Sang Raja yang adil jaya lemah lembut dan rendah hati, Yesus Kristus.. Dia selalu memberikan kelegaan kepada kita dan membuat jiwa dan hidup kita tenang. Mari kita memlih Dia yang akan memberikan kelegaan, ketenangan dan keadilan serta kejayaan.

Tuhan Yesus Kristus, kami semoga dengan datang kepada-Mu, kami beroleh kelegaan dan ketenangan. Semoga kami pun belajar lemah lembut dan rendah hati daripada-Mu sehingga kami mampu pula memberi kelegaan dan ketenangan bagi sesama kami, kini dan selamanya. Amin.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.