Menanam Kelor dan Cendana

Daun-Kelor

“Lalu kata Yesus, ‘Beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah, lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu.’” (Mrk 4, 26-27)

DALAM acara pertemuan para Uskup Regio Jawa beberapa hari yang lalu, Bapak Uskup Agung Semarang membawa obat-obatan yang terbuat dari daun kelor. Beliau juga membawa benih atau biji daun kelor. Siapa saja boleh mengambil dan menanamnya.

Saya mengambil biji tersebut satu bungkus. Namun belum sempat menanamnya. Beberapa waktu yang lalu, saya juga pernah mendapatkan biji kayu cendana dalam pertemuan karitas. Biji ini sudah ditanam dalam polibek. Sampai saat ini, dalam polibek sudah tumbuh tanaman hijau. Saya belum tahu jenis benih cendana. Maka tumbuhan yang ada dalam polibek itu saya biarkan, termasuk rumput yang ikut tumbuh di dalamnya.

Dalam polibek tersebut hanya ditanam biji cendana dan disiram secara rutin. Tidak ada biji atau benih lain yang ditanam. Namun demikian, ternyata dalam polibek tersebut bisa tumbuh banyak tanaman. Saya sendiri juga tidak tahu pasti, apa yang terjadi dengan biji yang ditanam di dalam polibek tersebut dan dari mana benih-benih lain berasal.

Dalam hal seperti ini jelas bahwa manusia hanya bisa menanam dan menyiram. Namun manusia tidak mampu menumbuhkan dan mengembangkan benih; tidak mampu membuat tunas, batang dan daun; tidak mampu membuat warna daun menjadi hijau. Bahkan manusia juga tidak mampu menumbuhkan suatu tanaman atau rumput tanpa menaburkan benihnya.

Kenyataan yang menunjukkan bahwa kuasa Allah sungguh nyata, sekalipun manusia tidak mampu melihatnya; kuasa Allah mampu menumbuhkan dan mengembangkan sesuatu menjadi besar, sekalipun manusia sering tidak menyadarinya. Bagaimanapun juga, manusia tidak bisa mengandalkan kemampuan dan kekuatan dirinya sendiri di dalam banyak hal, khususnya untuk semakin tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang subur di dalam kehidupan rohani.

Teman-teman selamat petang dan selamat beristirahat. Berkah Dalem.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.