Menakar Para Calon Gubernur DKI Jakarta Sesuai Ajaran Sosial Gereja (1)

Ada 7 (tujuh) tema Ajaran Sosial Gereja (ASG) yang utama. Ketujuh tema ini bisa menjadi alat-bantu untuk menimbang seberapa pasangan calon Kepala Daerah cukup klop dengan hati-nurani kita. Demikian pula untuk para Calon Legislatif maupun Calon Presiden, alat takar yang sama bisa dipergunakan.

Pertanyaan-pertanyaan pada masing-masing tema di bawah sekedar menjadi alat bantu untuk menimbang. Silakan mengembangkan sendiri daftar pertanyaan tersebut seturut tema yang ada.

Untuk menjawab setiap pertanyaan, informasi yang objektif dan memadai mengenai rekam-jejak para Calon akan sangat membantu untuk menjawab setiap pertanyaan. Sangat disarankan untuk membuat kelompok diskusi kecil.

 

 1.      Martabat Pribadi Manusia

Ini adalah martabat yang paling mendasar. Tuhan Allah menciptakan setiap anak manusia seturut gambar dan citra-Nya. Maka setiap pribadi adalah sakral.

  • Apakah si Calon cenderung meremehkan kemampuan pasangan Cagub-Cawagub lain untuk memimpin DKI?
  • Apakah Calon terbukti tidak pernah bersilaturahmi kepada kelompok agama selain yang dianutnya?
  • Apakah ada tanda-tanda bahwa Calon cenderung pilih kasih atas dasar SARA (suku, agama dan ras) dengan menganggap kelompoknyalah yang paling benar dan/atau paling unggul?
  • Apakah Calon cenderung memaksakan kehendak atau agenda pribadi atau kelompoknya sendiri?

 

  1. 2.      Hidup Bermasyarakat dan Kebaikan-umum

Manusia adalah makhluk sosial. Mereka saling membutuhkan. Kebaikan-umum belum terwujud selama masih ada kemiskinan, pengangguran, kelaparan, gelandangan, maupun ketidak-adilan.

  • Apakah sang Calon terbukti berpihak dan mendukung pertumbuhan sektor riil ekonomi-kerakyatan: pedagang kaki lima, pasar tradisional, Usaha Kecil Menengah?
  • Apakah ada tanda-tanda bahwa Calon sengaja membiarkan “rasa tidak aman” dalam masyarakat (misalnya, premanisme), lebih sebagai cara untuk bisa “dengan sah” melakukan apa pun?
  • Apakah Calon cenderung sok kuat di hadapan mereka yang lebih lemah, tetapi mati kutu di hadapan mereka yang lebih punya kekuatan (finansial dan massal)?
  • Apakah konsep Calon mengenai kesejahteraan-umum cukup realistis dan programatik?

 

  1. 3.      Hak dan Tanggung-jawab

Hak azasi manusia (HAM) meliputi banyak hal, antara lain: hak untuk hidup, pangan, sandang, papan, kesehatan, pendidikan dan pekerjaan yang layak; demikian juga hak untuk untuk ikut menentukan keputusan-keputusan yang berdampak luas.

  • Apakah Calon gigih dan pro-aktif dalam memperjuangkan HAM?
  • Apakah Si Calon cukup transparan mengenai harta kekayaan pribadi; atau ada indikasi kuat bahwa dia  terlibat dalam kasus korupsi?
  • Apakah ada tanda-tanda bahwa tim-sukses dari Calon menggunakan kampanye-hitam (black-campaign) untuk menjatuhkan pasangan calon  lain?
  • Apakah ada tanda-tanda bahwa Calon memakai politik uang (money politics)?

 

  1. 4.      Keberpihakan kepada kaum lemah

Moralitas sosial suatu masyarakat (atau komunitas) bisa diukur dari seberapa masyarakat itu memperlakukan para anggotanya yang paling lemah.

  • Apakah terbukti bahwa Sang Calon cukup dekat dan memahami benar kebutuhan dan potensi-positip masyarakat kelas bawah pada umumnya?
  • Apakah pendekatan Calon terhadap akar persoalan kemiskinan cenderung bersifat utopis, jalan-pintas dan sesaat saja (serba gratis, memberikan ikan goreng daripada mengajari orang menangkap ikan); ataukah bersifat realistis, memberdayakan dan programatik?
  • Apakah Calon mampu menawarkan program yang realistis untuk meningkatkan kualitas hidup kaum papa-lemah, antara lain dengan meningkatkan kemampuan mereka untuk memenuhi kebutuhan pokok?

 

  1. Solidaritas

Seluruh umat manusia adalah satu keluarga besar. Kita perlu membangun solidaritas, menghargai keunikan dan keaneka-ragaman.

  • Apakah Calon terbukti mendukung pluralisme, ataukah cenderung kepada sikap primordialisme (suku, agama, klan, dsb)?
  • Apakah Calon bisa bekerja-sama dengan orang lain dengan pelbagai latar-belakang yang berbeda?
  • Secara umum, apakah Calon dengan lapang dada menerima kritik, arif dan demokratis dalam menyikapi aneka perbedaan pendapat?
  • Apakah Calon mendorong seluruh warga untuk saling berbagi dan menghidupkan kerjasama tanpa membedakan latarbelakang orang?

 

  1. 6.      Makna Pekerjaan

Setiap pribadi berhak untuk memiliki pekerjaan yang produktif untuk menyangga kehidupannya. Setiap pribadi pun berhak untuk mempunyai hak-milik pribadi serta upaya untuk mengembangkannya.

  • Apakah Si Calon lebih suka bekerja keras, langsung terjun ke lapangan di mana perlu, daripada hanya memberi instruksi dari “jarak yang aman”?
  • Apakah Calon memrioritaskan pengadaan lapangan kerja?
  • Apakah Calon memiliki persepsi positip dan keterpihakan terhadap kaum pekerja-keras perkotaan (buruh harian, buruh pabrik, office-boy, security, pembantu rumah tangga, pekerja-transportasi, dsb)?

 

  1. 7.      Kepedulian terhadap Ciptaan

Alam ciptaan adalah milik sang Pencipta. Kita selalu harus bertanggung-jawab dalam penggunaan sumber daya alam; peduli atas dampaknya bagi orang lain maupun atas banyak generasi yang akan datang.

  • Apakah ada bukti bahwa Sang Calon cukup ber-prestasi dalam upaya memelihara dan melestarikan lingkungan hidup?
  • Apakah Calon pernah mendorong dan/atau memraktekkan segala upaya-upaya tekhnologi yang lebih ramah-lingkungan?
  • Apakah Calon cukup kritis, ketat dan tegas dalam menerapkan prosedur AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) dalam pemberian izin usaha?
Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.