Menabur Kasih dan Damai Menuai Sukacita

UNGARAN – Kabupaten Semarang (Jumat, 04/03/2016). Sedikitnya, 23 orang yang tertulis dalam presensi mengikuti rapat persiapan kedua untuk penyelenggaraan Pertemuan “Perempuan Berkerudung Beragama Islam dan Katolik” (terdiri dari Perempuan Muslimat, Fatayat dan Ikatan Pelajar Putri NU; para Suster Biarawati dari berbagai tarekat dan perempuan Katolik bermantila maupun berpasmina) bersama Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang (Kom HAK KAS) dalam kerja sama dengan Bidang Diakonia Paroki Kristus Raja Ungaran dan Forum Persaudaraan Perempuan Lintas Agama Semarang.

Forum Persaudaraan Perempuan Lintas Agama sendiri baru dibentuk dalam rapat perdana di Ruang Yohanes Paulus II Paroki Kristus Raja Ungaran, pada hari Jumat, 18 Februari 2016 yang lalu dan disepakati oleh para hadirin yang terdiri dari IPPNU, Fayat dan Muslimat NU serta para Suster Biarawati dari Tarekat AK, PI, PYM, dan OSF yang hadir kala itu.

Dalam rapat yang kedua ini, setelah dibuka oleh Lukas Awi Tristanto, dan diawali dengan berdoa sesuai dengan agama masing-masing, acara dilanjutkan dengan pengantar dari Romo Aloys Budi Purnomo Pr sebagai Ketua Kom HAK KAS.

Dalam pengantarnya, kami menyampaikan ucapan terima kasih atas tanggapan positif untuk rencana pertemuan yang akan diselenggarakan pada tanggal 09 Maret mendatang. Sejak rapat yang pertama yang lalu, dan warta tentang rencana penyelenggaraan pertemuan tanggal 09 Maret mendatang diberitakan, banyak respon positif dari berbagai pihak dan kalangan. Salah satu respon positif diberikan oleh Sekretaris Dewan Kepausan Untuk Hubungan Antaragama dan Kepercayaan dari Vatikan, Romo Markus Solo, SVD.

Bahkan, Romo Markus juga menghubungkan Romo Budi dengan Pemimpin Redaksi Majalah OASIS dan OASIS Foundation yang berbasis di Milan dan Venezia, Italia, Rosa Maria Teresa Scolari yang akan berkunjung ke Indonesia pada tanggal 7 Maret mendatang.

Begitu positifnya tanggapan dari Rolla Scolari, hingga yang bersangkutan melakukan kontak intensif dengan  kami sendiri dan mengatakan akan mengikuti dan hadir dalam acara pada tanggal 9 Maret tersebut. Melalui email, Rolla Scolari memastikan akan datang ke Ungaran untuk bergabung dalam acara tersebut.

Selanjutnya, seluruh rangkaian rapat dipimpin oleh duet antara Sr. Yuliani PI dan Mbak Ida dari Fatayat NU Semarang. Dalam pembicaraan yang mereka pimpin tersebut menghasilkan beberapa rangkaian kepastian acara untuk tanggal 9 Maret mendatang sebagai berikut.

Pertama, acara tanggal 9 Maret juga akan ditempatkan dalam rangka Hari Perempuan Internasional yang sudah berlangsung sejak tanggal 08 Maret 1910 dan dirintis oleh Clara Zetkin. Kebetulan pula, tanggal 9 Maret 2016 merupakan hari libur Hari Raya Nyepi bagi Umat Hindu.

Kedua, rangkaian acara akan berlangsung sebagai berilkut. Registrasi ulang peserta akan dilaksanakan sejak pukul 08.00 – 09.00 WIB. Pada pukul 09.00 -10.00 WIB dilangsungkan “opening ceremony” yang terdiri dari menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan ayat suci Alquran dan pendarasan Kidung Magnificat Maria, dilanjutkan dengan laporan ketua panitia, sambutan dewan paroki Ungaran, dan sambutan Ketua Kom HAK KAS.

Sesudah itu, acara dilanjutkan dengan dinamika keakraban dengan menyany8kan beberapa lagu “gaul” yang membuat peserta bisa saling akrab dan cair, misalnya lagu “Beragam Kita Satu”, “Dalam Tuhan Kita Bersaudara” dan “Perdamaian”.

Ketiga lagu itu akan dinyanyikan oleh panitia inti yang terdiri dari para Suster berbagai Tarekat dan Fatayat-Muslimat. Acara selanjutnya adalah Tausyiah yang akan disampaikan oleh duet Kiai Budi Hardjono dan Romo Budi Purnomo Pr.

Semua rangkaian acara itu akan dilaksanakan di halaman Gereja Katolik Ungaran. Sesudah semua itu, acara Ishoma (istirahat, sholat dan makan siang). Dalam acara ini, para peserta Muslim akan berdoa di Masjid Jami’ Istiqomah sementara para Suster dan Perempuan Katolik mengadakan Ibadat Siang di Gereja Kristus Raja.

Sesudah itu, peserta yang beragama Kristiani akan menyusul ke Masjid Jami’ Istiqomah untuk mengadakan acara Pengenalan Masjid dan Penutupan di kompleks masjid dengan menyanyikan lagu Kemesraan. Setelahnya dilanjutkan dengan makan siang kembali di halaman Gereja Kristus Raja Ungaran.

Itulah kurang lebih rangkaian acara untuk tanggal 9 Maret mendatang sebagaimana diputuskan dalam rapat kedua hari ini, Jumat (04 Maret 2016). Sesudah itu, para Suster dan para Perempuan Muslimat mengadakan latihan bersama menyanyikan dua lagu, “Beragam Kita Satu” dan “Perdamaian”. Tampak mereka begitu akrab dan bersukacita dalam kerja sama dan berlatih bersama. Alangkah indahnya. Baru kemudian semua menikmati santap siang dan rapat ditutup dengan berfoto bersama dan salam perpisahan.

Semoga semua rancangan yang baik itu akan menaburkan kasih dan damai-sejahtera untuk menuai sukacita demi mewujudkan peradaban kasih bagi masyarakat Indonesia dan dunia yang sejahtera, bermartabat dan beriman, apa pun agamanya.***

5 Maret 2016 - Berita - Pic 1

avatar Imam diosesan (praja) Keuskupan Agung Semarang (KAS), Ketua Komisi Hubungan Antaragama KAS, dan melayani tugas pastoral di Paroki Ungaran, Kab. Semarang. Pernah menjabat Rektor Seminari Tinggi Sinaksak di Pematang Siantar, Sumatra Utara dan gemar memainkan saksofon.

Sumber: Sesawi.net

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.