Memperbaiki Kelemahan

Ayat bacaan: 2 Korintus 5:17
=========================
“Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.”

memperbaiki kelemahan

Bagi yang memiliki Windows original tentu akan sering berhadapan dengan pesan yang muncul untuk melakukan update pada waktu-waktu tertentu. Ada saja bugs dan celah-celah yang masih harus diatasi sehingga peng-update-an harus dilakukan secara kontinu untuk menutupi berbagai kelemahan yang ditemukan. Anti virus di komputer pun demikian. Malah pesan update akan muncul hampir setiap hari. Kita harus terus mengupdate anti virus kita agar tetap optimal dalam menangkis serangan-serangan virus di internet yang terus saja berkembang setiap saat. Jika tidak, maka komputer kita akan sangat rentan terkena serangan dari berbagai macam virus. Versi-versi terbaru dari berbagai software terus bermunculan dengan satu tujuan: agar mampu memberikan fitur, fasilitas atau kemampuan yang lebih lagi. Saya mulai mempergunakan Photoshop sebagai perangkat pengolah gambar sejak masih versi 5. Dan saat ini Photoshop terbaru adalah CS 5 dengan kemampuan yang tentu sudah jauh lebih dari versi-versi sebelumnya.

Tidak ada satupun di muka bumi ini yang sempurna. Apakah itu manusia, instansi, lembaga, hasil karya dan sebagainya selalu memiliki sisi lebih dan sisi kurang. Sebagai manusia kita pun demikian. Kita bisa hebat di bidang tertentu tapi lemah di bidang lainnya. Satu status di jejaring twitter yang pernah saya baca berbunyi seperti ini: “I can resist anything but the temptation.” Si penulis menyadari kelemahannya di sisi ketidakmampuannya mengatasi godaan. Dan itu tentu berat, karena masalah terbesar manusia seringkali adalah ketidakmampuan dalam mengatakan tidak terhadap godaan. Kita pun tentu punya kelemahan-kelemahan tersendiri. Sebuah kelemahan yang tidak terlalu serius mungkin tidak akan membawa resiko, tetapi bagaimana jika kelemahan kita berpotensi untuk menjauhkan kita dari destinasi yang benar menuju kekekalan seperti yang diharapkan Tuhan? Ada seorang teman yang sangat baik, ramah dan selalu siap membantu, tetapi ia punya kelemahan gemar berbohong dan sering mengambil keputusan tergesa-gesa tanpa perencanaan matang. Bagaimana dengan saya sendiri? Kelemahan saya sejak kecil adalah mudah terpancing emosi dan gampang dihantui rasa cemas akan sesuatu yang bahkan belum terjadi. Pikiran negatif sepertinya begitu mudah menghantui saya. Lihatlah bahwa seringkali kelemahan yang ada dalam diri kita jumlahnya lebih dari satu, dan sebagian diantaranya bisa sangat beresiko untuk membuat kita tidak bisa bertumbuh bahkan bisa mengarahkan kita menuju kebinasaan apabila tidak cepat diatasi.

Bisakah kelemahan diperbaiki? Tentu bisa. Saya menyadari kelemahan saya, tetapi dahulu saya tidak tahu bagaimana mengatasinya. Transformasi dalam diri saya bermula ketika saya dibaptis dan menerima Kristus sebagai Juru Selamat. Ketika itu saya belum tahu adanya Firman Tuhan yang menyinggung tentang transformasi sebagai sebuah manusia baru, tetapi saat itu saya merasa diri saya jauh lebih ringan. Sejak saat itu pula saya terus membenahi kelemahan saya, melatih diri agar lebih sabar dan terus berusaha berpikir positif. Puji Tuhan hari ini saya bukan lagi diri saya yang dulu, bukan lagi orang yang terlalu gampang emosi dan terus hidup dalam kecemasan dengan pikiran-pikiran negatif. Apakah saya sudah sempurna? Tentu belum. Sampai sekarang pun saya terus berusaha menjaga agar saya tidak kembali lagi ke dalam kelemahan saya dahulu dan terus berusaha agar bisa menjadi lebih baik lagi. Sebuah proses harus berlangsung secara kontinu untuk mencapai hasil terbaik, tetapi diperlukan sebuah titik balik, sebuah momen untuk memulainya. Dan itu telah disediakan Tuhan.

Firman Tuhan berkata: “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” (2 Korintus 5:17). Ada berapa banyak diantara kita yang benar-benar menyadari sebuah kesempatan luar biasa besar yang diberikan Tuhan kepada kita dalam Kristus? Kita sering merasa ingin untuk memperbaiki kelemahan, ingin keluar dari kebiasaan-kebiasaan buruk kita di waktu lalu, tapi bukankah kita sering merasa tidak sanggup untuk melakukannya? Tidak jarang pula kita terus dihantui masa lalu sehingga sulit untuk maju. Terus menjadi tertuduh dan berada dalam bayang-bayang dosa di masa lalu. Padahal jelas dikatakan bahwa dalam Yesus kita sudah mengalami transformasi menjadi seorang manusia baru. Sebuah kondisi baru, keadaan baru yang sama sekali bersih, dan bukan itu saja, Roh Kudus pun hadir dan berdiam dalam diri kita sebagai Penolong yang akan memampukan kita untuk melakukan pembaharuan itu, bahkan dalam Ibrani 2:4 dikatakan bahwa Roh Kuduslah yang akan mengerjakan pembaharuan itu. Ini sebuah kabar baik yang menyatakan bahwa melakukan pembaharuan bukanlah hal yang mustahil sama sekali.

Begitu besar makna dari menjadi ciptaan baru, sehingga Paulus pun mengingatkan “Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak ada artinya, tetapi menjadi ciptaan baru, itulah yang ada artinya.” (Galatia 6:15). Menjadi ciptaan baru sungguh besar artinya. Selain menyatakan bahwa kita sudah terlepas dari segala dosa di masa lalu, kita juga diberikan sebuah titik awal yang baru untuk melangkah dan berusaha mengarahkan diri untuk menjadi lebih baik, memperbaiki kelemahan-kelemahan yang serius dan melepaskan diri dari kebiasaan-kebiasaan buruk di masa lalu, dan itu semua akan membuat kita bisa mulai menapak untuk menuju jalan kebenaran menuju kehidupan yang kekal. Ingatlah bahwa kehadiran Roh Kudus akan selalu sanggup membuat kita mampu melakukan hal-hal yang besar, termasuk melakukan perubahan radikal terhadap segala kelemahan atau kebiasaan-kebiasaan buruk kita. Dan lihatlah bahwa Firman Tuhan juga sudah berkata bahwa Roh akan selalu membantu dalam kelemahan kita. (Roma 8:26). Sadarilah bahwa lewat Kristus diri kita sudah menjadi ciptaan baru, yang lama sudah berlalu. Itu bermakna kepada kita telah diberikan titik balik untuk melakukan perubahan. Roh Kudus dicurahkan atas kita, yang akan membantu kita dalam segala kelemahan untuk menjadikan pembaharuan nyata atas diri kita. Mari kita periksa diri kita hari ini, masih adakah kelemahan atau kebiasaan buruk dari masa lalu yang berpotensi untuk menghancurkan masa depan kita masih membelenggu diri kita dengan erat? Putuskanlah itu, dan yakinlah bahwa kita mampu!

Menjadi ciptaan baru memungkinkan kita untuk melakukan perbaikan diri

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: