Membersihkan Sumbatan (1)

Ayat bacaan: Markus 11:25
======================
“Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu.”

Di rumah kami menggunakan air gunung untuk kebutuhan air sehari-hari dan bukan dari Perusahaan Air Minum karena di daerah kami tinggal memang PAM belum masuk. Kelebihan dari air gunung adalah biayanya yang jauh lebih murah, tetapi kekurangannya adalah faktor kebersihannya. Jika musim hujan, air bisa bercampur dengan lumpur sehingga saya harus menginstalasi sebuah sistim penyaringan sederhana sebelum air masuk ke penampungan atau torrent. Jika lagi musim hujan, saya harus rajin-rajin memeriksa saringan karena lumpur tebal bisa menyumbat saringan dan membuat air tidak masuk ke bak penampungan. Ada kalanya ditengah kesibukan saya lupa, dan air pun berhenti mengalir ke rumah. Bukan airnya yang mogok mengalir, tetapi lumpur yang menyumbatlah yang menjadi penyebabnya.

Ketika kita berdoa meminta sesuatu dan jawaban sepertinya tidak kunjung datang, ada banyak di antara kita cepat merasa kecewa dan menyalahkan Tuhan. Sebelum kita bersikap seperti itu, kita harus mengetahui bahwa ada beberapa perkara yang bisa menjadi penyebabnya. Mungkin waktunya memang belum tiba sesuai dengan ‘timing’nya Tuhan, karena Firman Tuhan berkata, “Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya.” (Pengkotbah 3:11a). In the right time, He will make something beautiful to us. Dan waktu yang sesuai dengan rencana Tuhan tentulah yang terbaik buat kita.

Bisa juga karena apa yang kita minta adalah sesuatu yang keliru. “Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.” (Yakobus 4:3).  Meminta sesuatu yang keliru dalam doa-doa kita hanya untuk memuaskan nafsu pribadi jelas tidak akan dikabulkan Tuhan, karena Tuhan tidak mau menjerumuskan kita semakin jauh ke dalam jurang.

Selanjutnya doa belum dikabulkan bisa jadi berasal dari dosa-dosa yang masih terus kita lakukan. “Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.” (Yesaya 59:1-2). Dosa-dosa ini bisa menjadi lumpur penghambat yang menghalangi aliran berkat Tuhan ke dalam diri kita.

Lalu perkara lainnya, bisa pula karena perlakuan suami terhadap istrinya belumlah benar. Firman Tuhan berkata: “Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang.” (1 Petrus 3:7). Sikap para suami terhadap istri yang tidak pada tempatnya pun bisa menjadi lumpur penyumbat berkat.

Ada  satu lagi penghambat doa-doa kita didengar Tuhan adalah ketika kita masih menyimpan dendam dan belum bisa memberikan pengampunan. Ini merupakan salah satu hal yang seringkali kita abaikan. Kita berharap doa kita dikabulkan, tetapi di sisi lain kita masih menyimpan sakit hati, dendam atau bahkan kebencian. Mari kita lihat lebih dalam bagian ini dalam renungan selanjutnya.

(bersambung)

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.