Membersihkan dan Menyucikan

Ayat bacaan: 1 Yohanes 1:9
======================
“Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.”

membersihkan menyucikan

Salah satu produsen detergen di Indonesia memakai kalimat “membersihkan paling bersih” sebagai slogannya dan slogan yang sudah dipakai puluhan tahun itu tampaknya cukup manjur untuk menjaring pembeli. Tapi meski slogan itu bekerja dengan baik, produk ini tidaklah berhenti berinovasi. Berbagai versi baru dan jenis baru keluar dan menawarkan kemampuan untuk membersihkan lebih baik dan lebih praktis. Tidak satupun dari kita mau memakai baju kotor, tetapi dalam melakukan aktivitas sehari-hari tentu kita tidak bisa mencegah baju kita dari keringat, noda dan bercak. Kita bisa saja tersemprot lumpur di jalan disaat hujan misalnya, terkena kuah makanan, minyak dan sebagainya. Agar bisa dipakai, baju itu tentu akan kita cuci terlebih dahulu hingga bersih. Apabila noda itu menempel maka sulitlah bagi kita untuk menghilangkan semuanya dan membuat baju kita kembali seperti baru. Produsen mengetahui hal itu, dan oleh karena itulah berbagai produk deterjen terus berlomba-lomba mencari dan mengembangkan inovasi-inovasi baru yang mampu membersihkan dengan cara yang paling mudah, praktis, hemat dan cepat.

Firman Tuhan berkata: “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” (2 Korintus 5:17). Ayat ini jelas mengambarkan bahwa ada kesempatan yang diberikan kepada kita untuk memulai sebuah hidup baru ketika kita menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat kita. Through our devotion to Christ we are considered as “a new creation”, a fresh one. Itu artinya dosa-dosa kita sudah dihapuskan, kita sudah merdeka, dilepaskan dari berbagai belenggu yang mengikat kita selama ini. Kita telah menerima tebusan atas dosa-dosa kita di masa lalu, dan kemudian menerima kebenaran dan keselamatan sebagai anugerah yang berasal dari Tuhan. We are transformed into a whole new person. Idealnya, kita harus menjaga diri kita yang sudah kembali baru agar jangan tercemar kembali oleh berbagai noda dosa. Tetapi kita sebagai manusia yang lemah kita bisa terjebak untuk kembali terjerumus dalam berbagai bentuk dosa. Anggaplah diri kita seperti baju, maka baju yang sudah bersih akan kembali kotor apabila banyak noda yang hinggap di atas baju kita. Ada yang mudah dibersihkan, ada pula yang seperti noda membandel sehingga sulit dibersihkan. Demikian pula dosa-dosa itu akan membuat kita kembali kotor meski ketika kita menjadi ciptaan baru. Lalu bagaimana dengan dosa-dosa yang kita lakukan setelah kita menerima Kristus? Apakah Tuhan tetap menyediakan pengampunannya? Tentu saja. Tuhan tetap membuka pintu kesempatan selebar-lebarnya kepada siapapun untuk berbalik dari jalan-jalan yang salah dan kembali kepada jalan kebenaran yang mengarah kepada keselamatan. Tuhan selalu rindu melihat pertobatan, dan itu termasuk bagi orang yang belum menerima Kristus maupun yang sudah.

Selanjutnya mari kita lihat kitab 1 Yohanes. Kitab ini dipercaya sebagai hasil tulisan Yohanes sendiri yang saya tidak tahu pasti ditujukan untuk siapa atau jemaat mana. Meski demikian, satu hal yang pasti adalah bahwa surat tulisan Yohanes ini ditujukan untuk orang-orang percaya, dan bukan kepada orang-orang yang belum menerima Kristus. Dengan kata lain, surat ini dituliskan secara khusus untuk orang-orang Kristen. Yohanes tahu bahwa setelah kita bertobat, selalu saja ada godaan yang berpeluang untuk membawa kita terjerumus kembali dalam dosa, kembali melakukan kebiasaan-kebiasaan buruk atau dosa-dosa baru yang seharusnya sudah kita tinggalkan ketika kita ditransformasikan menjadi ciptaan yang baru. Apa yang akan diperbuat Tuhan kepada para orang percaya yang terpeleset kembali ke dalam dosa? Lewat Yohanes kita bisa mengetahui isi hati Tuhan mengenai hal ini. “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.” (1 Yohanes 1:9).

Dari ayat ini kita bisa mengetahui bahwa Tuhan akan melakukan 2 hal berikut:
1. mengampuni dosa kita
2. menyucikan kita

Keduanya akan segera Dia berikan begitu kita menyadari dan mengakui dosa kita. Lihatlah betapa baiknya Tuhan,  sehingga pintu pengampunan ternyata masih Dia bentangkan lebar-lebar terhadap anak-anakNya yang kembali ternoda oleh berbagai kotoran akibat dosa.

Yohanes melanjutkan penjelasannya dalam pasal selanjutnya. Ia mengatakan “Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil. Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia.” (1 Yohanes 2:1-2). Sebagai ciptaan baru seharusnya kita tidak lagi berbuat dosa. Itu idealnya. Tetapi kalaupun kita kembali terjebak, ingatlah bahwa kita punya Kristus yang akan bertindak sebagai perantara atau pembela buat kita di hadapan Allah. Ini janji Tuhan yang dihadirkan lewat Yohanes dan ditujukan buat kita, orang-orang percaya. Meski demikian, hendaknya kita tidak menyalah gunakan kebaikan Tuhan dengan berpikir bahwa kita bolak balik berbuat dosa lalu bertobat. Tidak demikian. Kita harus mampu menyadari sepenuhnya kebaikan Tuhan dan menghargai kesempatan itu dengan sungguh-sungguh. Selain daripada itu, tidak satupun dari kita yang tahu kapan batas waktu kita di dunia ini akan berakhir. Bagaimana jika pada saat dipanggil ternyata kita tengah penuh dengan bercak dosa? Itu tentu akan merugikan diri kita sendiri juga. Ketika kita kembali berbuat dosa artinya kita kembali hidup dalam penghukuman. Arah jalan yang tadinya lurus menuju keselamatan pun kemudian berbelok menuju jurang kebinasaan. Tetapi hati Tuhan yang penuh kasih masih memberikan kesempatan. Tuhan siap untuk menghapuskan dan tidak lagi mengingat-ingat pelanggaran kita apabila kita mengakui dosa kita di hadapanNya. Tuhan pun berjanji bahwa diri kita pun akan dibersihkan atau disucikan kembali segera ketika kita mengakui dosa-dosa yang kita perbuat. Dalam kitab Yesaya kita bisa membaca janji Tuhan yang sangat berhubungan erat dengan tema renungan hari ini. “Marilah, baiklah kita berperkara! –firman TUHAN–Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.” (Yesaya 1:18). Tuhan siap mengembalikan diri kita yang telah ternoda untuk kembali putih mengkilap seperti baru.

Kebenaran akan kembali muncul setelah kita disucikan dari berbagai penyimpangan atau kejahatan. Sebagai ciptaan baru kita seharusnya meninggalkan masa lalu kita yang penuh dosa dan menatap ke depan untuk menuai janji-janji Tuhan. Namun dalam prakteknya, ada kalanya kita kembali terjebak dan berbuat dosa. Apabila itu yang terjadi, ingatlah bahwa Tuhan masih memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi kita orang yang sudah percaya untuk mengakui dosa mereka di hadapan Tuhan. Jika itu kita lakukan, maka Tuhan sendiri yang akan mengambil langkah dalam 2 tahap: mengampuni dan menyucikan. Marilah datang kepadaNya dan mengakui semua dosa yang sudah kita lakukan. Tidak peduli sekotor apapun anda saat ini, jangan pernah lupakan bahwa pengampunan dan penyucian akan selalu diberikan Tuhan kepada mereka yang jujur mengakui setiap dosa yang pernah diperbuat.

Mengakui dosa adalah awal dari pemulihan

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.