Membedakan Pohon yang Baik dan yang Tidak Baik: Mat 7:15-20

“Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas. Dari buahnya kalian akan mengenal mereka” ( Mat 7:15-16)

KITA sering menilai orang lain dari tata-lahirnya saja, sehingga kerap terjadi kita terkecoh. Tuhan Yesus mengatakan dalam perumpamaan bahwa pohon yang baik ditandai oleh buahnya. Itu juga berlaku untuk manusia. Manusia yang baik juga demikian, artinya manusia yang baik itu ditandai oleh perilakunya, sikapnya terhadap orang lain, khususnya oleh pelayanannya serta perhatiannya terhadap orang lain. Kerap kali ada orang yang nampaknya berpangkat dan pengusaha kaya, tetapi terrnyata dia itu seorang koruptor atau orang yang suka melakukan kekerasan.

Hal ini sangat penting bilamana kita akan mengambil keputusan yang menentukan. Misalnya kalau orangtua akan memilih sekolah bagi anaknya, jangan hanya melihat gedungnya saja, tetapi bagaimana buah dari sekolah itu, terlebih kwalitas pendidikannya.

Ada banyak sekolah yang gedungnya cukup megah, lulusannya cukup bagus, tetapi menghasilkan kwalitas anak-anak yang tak tahu sopan-santun, suka main kekerasan dalam perploncoan dan tawuran. Juga kalau ada keluarga yang ingin memilih calon menantu bagi anaknya, juga jangan melihat kedudukan, kekayaan dan penampilan lahir, tetapi bagaimana perilakunya dan bagaimana sifat-sifatnya yang nampak. Dan yang paling penting yaitu apakah pribadi-pribadi yang bersangkutan sendiri mau saling menerima. Karena ada banyak orang tua ngebet punya menantu yang bergengsi, tetapi yang dijodohkan ternyata tidak mau menerima.

Kita jangan terkecoh memilih nabi palsu, seperti kata Injil pada hari ini, yang bicara soal orang yang bakal jadi pimpinan kita. Ada orang yang tergiur akan penampilannya yang gagah, mantab bicaranya dan banyak pendukungnya, tetapi kita belum memahami pribadi yang kita pilih: apakah sudah membuktikan pelayanannya terhadap masyarakat?

Surat Gembala dari Kantor Waligereja Indonesia justru sudah menekankan supaya kita memilih secara bijaksana, yaitu memilih pemimpin yang mau mengabdi kepada masyarakat, yang peduli pada kaum miskin dan lebih memperhatikan kesejahhteraan rakyat, dan lebih-lebih yang mau mengayomi hak azasi masyarakat di bidang agama dan mendukung azas Pancasila. Maka firman Tuhan sangat cocok untuk kita renungkan menjelang pemilu.

Photo credit: Ilustrasi (Mathias Hariyadi)

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.