Ayat bacaan: Amsal 13:14
===================
“Ajaran orang bijak adalah sumber kehidupan, sehingga orang terhindar dari jerat-jerat maut.”  

peringatan Tuhan

Seorang teman saat ini kuliah di luar sambil bekerja part time sebagai beach guard atau penjaga pantai. Ia bercerita bahwa tugas sebagai penjaga pantai itu tidaklah mudah. Selalu saja ada orang-orang yang bandel meski papan peringatan atau larangan sudah dipasang pada waktu-waktu tertentu. Ia harus berani menghadapi situasi-situasi sulit karena orang-orang yang bandel melanggar rambu pantai ini. “Setiap hari saya sadar saya harus berhadapan dengan resiko..seandainya mereka patuh tentu akan jauh lebih baik..” katanya. Seperti itulah sikap banyak orang yang sepertinya begitu mudah bermain-main dengan bahaya dosa dalam hidup mereka. Mereka bisa dengan santai mengabaikan peringatan-peringatan padahal itu demi kebaikan mereka sendiri juga. Mereka terus memberi toleransi terhadap dosa dengan berbagai dalih. Pada akhirnya diri mereka sendirilah yang rugi ketika dosa itu sudah berbuah dan menghasilkan maut. Lucunya, banyak orang yang masih berani menyalahkan Tuhan padahal mereka sendiri yang menolak untuk mendengar apalagi mematuhi peringatan-peringatan yang sudah diberikan Tuhan sebelumnya.

Dalam meniti kehidupan di dunia menuju garis akhir dengan selamat dimana kehidupan yang kekal nanti menanti, ada sejumlah “papan peringatan” atau rambu-rambu yang telah sejak awal Tuhan ingatkan pada kita. “Papan-papan peringatan” ini bertujuan baik untuk melindungi kita dan menjaga agar kita tidak terjatuh ke dalam berbagai jerat maut dan karenanya kehilangan kesempatan untuk beroleh keselamatan. Dalam Amsal kita tertulis “Ajaran orang bijak adalah sumber kehidupan, sehingga orang terhindar dari jerat-jerat maut.” (Amsal 13:14). Ayat ini berbicara mengenai nasihat agar kita mendengarkan ajaran-ajaran yang bijaksana baik dari orang tua, saudara, guru, dosen atau pendeta lewat kotbah di ibadah raya dan sebagainya. Ayat dalam Amsal ini sungguh penting terutama untuk mengingatkan kita agar berhati-hati terhadap jerat-jerat yang dipasang oleh iblis dan menghimbau kita untuk terus mencari dan menaati hikmat yang berasal dari Tuhan. Seperti halnya jika kita tidak peduli terhadap papan larangan di pantai sehingga kita bisa terancam oleh maut, demikian pula kehidupan rohani kita bisa terancam oleh jebakan-jebakan maut apabila kita tidak mengindahkan rambu-rambu yang sudah ditetapkan oleh Tuhan.

Paulus pernah menyampaikan cara agar kita terhindar dari jerat-jerat maut ini dalam suratnya kepada jemaat Efesus. “Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis.” (Efesus 6:11). Berbagai perlengkapan senjata Allah itu selengkapnya tertulis dalam ayat 14 hingga ayat ke 17. Kita harus tetap waspada terhadap berbagai siasat iblis yang siap menjerat kita setiap waktu. Kita harus berhati-hati karena ada jalan yang disangka lurus tapi ujungnya menuju maut. (Amsal 16:25). Jebakan tidak saja terlihat kasat mata tapi terkadang bisa sulit dibedakan, “sebab Iblispun menyamar sebagai malaikat Terang.” (2 Korintus 11:14). Begitu pintarnya iblis mempergunakan tipu muslihatnya untuk menjerat dan menjerumuskan kita lewat berbagai hal. Oleh karena itu kita perlu terus memperlengkapi diri dengan perlengkapan senjata Allah dan tidak menutup telinga kita terhadap ajaran orang-orang yang lebih bijaksana dari kita. Dan jangan lupa teruslah perkaya diri dengan firman Tuhan dan dengarkan baik-baik peringatanNya. Hari-hari ini ada begitu banyak jerat yang dipasang iblis dimana-mana. Perhatikan baik-baik berbagai “papan peringatan” dari Tuhan dan janganlah mengacuhkan dan terus melanggar agar tidak terjebak pada jerat-jerat yang bisa menjebak kita untuk jatuh ke dalam maut. Seperti yang sudah kita lihat dalam renungan kemarin, kita sudah diingatkan dengan jelas: “Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman” (Ibrani 3:15). Kebandelan tidaklah pernah membawa manfaat malah akan membawa kerugian pada diri sendiri. Firman Tuhan pun berkata: “Siapa terus membangkang kalau dinasihati, suatu waktu akan hancur dan tak dapat diperbaiki lagi.” (Amsal 29:1, BIS). Sebelum itu terjadi pada kita, marilah kita segera mendengarkan dan menaati peringatan-peringatan Tuhan. Selain itu akan membuat kita menjalani hidup dengan baik dan penuh sukacita bersama Tuhan, itupun akan membawa kita selamat dan masuk ke dalam kehidupan kekal yang sudah disediakan Tuhan bagi kita.

Patuhi rambu-rambu peringatan Tuhan sebelum semuanya terlambat

Follow us on twitter: http://twitter.com./dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.