Melihat dan Menyembah Tuhan dalam Adorasi Ekaristi Abadi

maria magdalena

Selasa, 22 Juli 2014, PW St. Maria Magdalena
Kid 3:1-4a atau 2Kor. 5:14-17; Mzm. 63:2-6,8-9; Yoh. 20:1,11-18

“Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid: Aku telah melihat Tuhan! dan juga bahwa Dia yang mengatakan hal-hal itu kepadanya.” (Yohanes 20:18)

MARIA  Magdalena sangat mengasihi Yesus hingga banyak orang menafsirkan secara berlebihan tentang relasinya dengan Yesus dan sebaliknya. Bahkan ada asumsi yang mengatakan bahwa Yesus menikah dengan Maria Magdalena. Tentu saja asumsi dan tafsiran itu salah dan tidak mempunyai dasar yang kuat apalagi bertanggungjawab.

Relasi antara Maria Magdalena dan Yesus tak lebih dari relasi antara Guru dan murid yang setia. Maria Magdalena telah membuktikan kesetiaannya saat dengan berani mengikuti Yesus hingga Golgota. Tak hanya itu, ia pun pergi ke kubur untuk nyekar.

Kesetiaan itu berbuah berkah. Yesus yang bangkit menampakkan Diri-Nya kepada Maria Magdalena dan memberi tugas untuk mewartakan misteri kebangkitan Yesus Kristus kepada para murid-Nya.

Meski dengan pergumulan yang hebat untuk sampai pada pengalaman rohani melihat Tuhan; namun pada akhirnya, penyebutan namanya secara pribadi membuatnya sadar bahwa ia berjumpa dan melihat Tuhan Yesus Kristus yang bangkit dari alam maut. Itulah sebabnya ia berseru, “Aku telah melihat Tuhan!”

Maria Magdalena mengalami perjumpaan dan melihat Tuhan karena ia mengasihi-Nya dan Yesus mengasihinya. Pengalaman akan kasih itulah yang memampukannya melihat Tuhan!

Dalam Adorasi Ekaristi Abadi, kita belajar untuk mengasihi Tuhan Yesus Kristus yang hadir dalam Sakramen Mahakudus. Yang kita lihat adalah Sakramen Mahakudus. Namun dalam iman, harapan dan kasih kepada-Nya, kita dimampukan melihat Tuhan yang hadir mengasihi kita.

Tuhan Yesus Kristus, syukur bagi-Mu sebab kami yang rapuh, lemah, ringkih dan berdosa ini boleh melihat dan menyembah Dikau dalam Adorasi Ekaristi Abadi. Semoga kami tetap semangat mewartakan Dikau, kini dan selamanya. Amin.

Kredit foto: Maria Magdalena dalam sebuah lukisan berjudul “Forgiven” (Wallfamily)

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.