Melayani Dengan Rendah Hati Dan Sukacita


PARA murid kembali dari tugas perutusan dengan gembira. Mereka berhasil melaksanakan tugas dengan gemilang, bahkan setan pun takluk kepada mereka. Namun di tengah luapan kegembiraan tersebut, Yesus mengingatkan bahwa anugerah kuasaNya yang memampukan mereka melakukan hal-hal tersebut.


Lewat Injil hari ini, Yesus menghendaki agar kita jangan larut dalam kegembiraan dan kebanggaan yang berlebihan pada saat kita berhasil menunaikan tugas pelayanan. Karena hal ini akan menjadikan kita lupa diri dan besar kepala, dikuasai kesombongan, merasa bahwa diri kita adalah sumber kesuksesan.


Sadari bahwa di balik semua kesuksesan yang kita raih terdapat campur tangan Tuhan. Memang benar bahwa kita yang bekerja keras, namun semua terjadi atas kehendakNya. Dengan selalu menyadari hal ini, maka di kala kita mengalami hambatan dan penolakan, kita pun tidak akan cepat kecewa, putus asa untuk kemudian mengambil langkah untuk mundur dari dunia pelayanan; melainkan tetap percaya dan bergantung kepadaNya.


Senantiasa ucapkan syukur dan terima kasih kepadaNya karena Ia telah berkenan memilih kita untuk ikut ambil bagian di dalam tugas perutusanNya. Sebagai ungkapan syukur kita kepadaNya, mari jalankan tugas perutusanNya dengan tulus, penuh kasih, diiringi rasa sukacita dan sikap kerendahan hati.


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Insinyur elektro alumnus ITB dan umat Paroki St. Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta Utara; bergiat ‘merangkai’ kata-kata renungan yang menjadi ‘kata hati’ untuk satu hari (thoughts of the day); Anggota Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini St. Yakobus.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.