Melakukan Bagian dalam Perjanjian dengan Tuhan (1)

Ayat bacaan: Amsal 13:13
=====================
“Siapa meremehkan firman, ia akan menanggung akibatnya, tetapi siapa taat kepada perintah, akan menerima balasan.”

Antara mengerti dan melakukan firman itu jauh bedanya. Mengerti sudah lebih baik ketimbang hanya sekedar tahu, tapi untuk bisa menjadi pelaku firman itu sangat sulit karena seringkali diperlukan pengorbanan dan keyakinan terhadap janji Tuhan lewat langkah iman yang diambil sebelum sesuatu itu terjadi. Untuk tampil melakukan perintah-perintah atau ketetapan Tuhan yang tercantum dalam firmanNya kerap terlihat tidak masuk akal dalam logika manusia atau seolah seperti mempersulit sesuatu , menolak kemudahan dan merugikan. Tapi seperti yang saya sudah buktikan sendiri dalam begitu banyak kesempatan, atau juga dengar dari kesaksian banyak orang, mengikuti atau melakukan firman Tuhan tidak pernah berakhir sia-sia. Apa yang dijanjikan Tuhan lewat berbagai bentuk perjanjian (covenant)nya dengan manusia tidak satupun yang Dia abaikan atau langgar. Nanti di lain waktu saya akan membahas mengenai cara Tuhan menyatakan diriNya lewat membuka perjanjian (Memorandum of Understanding) yang mengikat kedua belah pihak; antara DiriNya sendiri dengan manusia dimana ada hak dan kewajiban dari masing-masing pihak yang tidak boleh dilanggar. Tapi untuk kali ini, saya akan fokus kepada hubungan antara kita yang melakukan bagian kita dan kemudian melihat sendiri bagaimana Tuhan melakukan bagianNya secara luar biasa, dan nyata.

Saya akan ambil sebuah contoh dari pengalaman saya sendiri. Beberapa tahun lalu saya hendak meng-upgrade website musik milik saya dengan menggunakan theme atau template layout menarik hasil bikinan orang. Template layout ini punya harga yang tidak murah, yaitu sekitar 40 dollar Amerika. Pada waktu itu saya sedang banyak pengeluaran sehingga untuk mengeluarkan biaya seperti itu terasa tidak sedikit dan agak membebani finansial saya. Di saat seperti itu datanglah godaan. Ada sebuah website yang ternyata menyediakan bajakannya, gratis tanpa biaya apapun. Jika anda termasuk sering berselancar di dunia maya, tentu saja anda tahu ada begitu banyak bentuk pembajakan yang bagi kebanyakan orang dianggap sebagai hal lumrah. Bukankah biasa untuk mendownload sesuatu secara gratis dari dunia maya meski itu berarti mengemplang hak orang lain atas hasil karyanya? Di depan saya sebuah situs membuka kesempatan untuk bisa mendapatkan template secara gratis. Tinggal unduh, ambil, pasang, beres. Mudah dan cepat, tanpa perlu keluar uang. Itu bisa menjadi sebuah pilihan yang pas bagi yang sedang terbatas modalnya seperti saya pada waktu itu. Tapi saya memilih untuk menghidupi firman Tuhan, taat kepada perintah, ketetapanNya dan tidak mau melanggar laranganNya. Meski konsekuensinya saya harus mengeluarkan 40 dollar, saya kemudian menghubungi pembuatnya dan membayar jumlah tersebut. Perasaan lega dan senang karena bisa melewati godaan untuk berlaku curang pada waktu itu langsung saya rasakan.

Apa yang terjadi kemudian sungguh diluar dugaan. Tepat seminggu kemudian, tak disangka-sangka saya menerima pendapatan tak terduga. Ada perusahaan yang ingin memasang iklan, tiga buah sekaligus dan jumlahnya ternyata lebih 10 kali lipat dari total yang saya keluarkan sebelumnya. Saya melakukan bagian saya untuk mentaati dan melakukan firmanNya, dan lihatlah bagaimana Tuhan menjalankan bagianNya.

Jika contoh ini belum cukup, saya beri contoh lainnya. Ada seorang teman yang punya perusahaan dan memutuskan untuk tidak memakai bensin bersubsidi dalam pabriknya. “Saya harus keluar biaya ekstra jutaan rupiah sebagai dampaknya, tetapi tidak apa-apa selama saya tidak mengambil yang bukan bagian saya, terlebih agar tidak melanggar ketetapan Tuhan.” katanya. Keputusan itu ia ambil tanpa memotong pengeluaran apapun. Gaji karyawan, biaya kesejahteraan, bonus upah dan lainnya tetap normal berjalan, harga jual pun tidak ia naikkan. Yang terjadi? Pada tahun itu dan tahun-tahun selanjutnya ia memperoleh pendapatan berkali lipat lebih besar dari sebelumnya. Contoh lain, ada teman yang sejak awal saya bimbing dalam kerinduannya untuk bisa membeli rumah sesuai budget. Teman saya ini adalah musisi yang tidak punya slip gaji tetap seperti karyawan kantoran. Sejak awal ia terus saya ingatkan agar tidak melakukan hal-hal yang melanggar firman Tuhan seperti menyuap misalnya. Menurut teman-temannya surveyor harus disuap agar lancar, tapi saya minta ia tidak melakukan hal-hal seperti itu dan menyerahkan sepenuhnya kepada Tuhan. Yang terjadi luar biasa. Bukan saja ia bisa memperoleh KPR secara bersih, tapi harga rumahnya kalau dihitung-hitung ternyata lebih murah sekitar 100 juta dari harga pasar. Siapapun yang mendengar ceritanya terheran-heran karena semua itu diluar logika. Tapi demikianlah ketika Tuhan melakukan bagianNya, setelah kita melakukan bagian kita.

Dalam Amsal dikatakan: “Siapa meremehkan firman, ia akan menanggung akibatnya, tetapi siapa taat kepada perintah, akan menerima balasan.” Dalam bahasa inggrisnya berbunyi demikian: “Whoever despises the word and counsel [of God] brings destruction upon himself, but he who [reverently] fears and respects the commandment [of God] is rewarded.” (Amsal 13:13). Ayat ini digenapi secara luar biasa dalam beberapa contoh yang saya beri di atas, yang hanya sebagian dari ratusan bukti lainnya yang bisa saya sampaikan langsung saat ini juga. Anda bisa melihat sendiri buah yang dihasilkan dari ketaatan. Tuhan menjanjikan dalam banyak kesempatan bahwa Dia sanggup melimpahkan berkatNya ketika kita mau taat kepada firmanNya. Itu diikat lewat perjanjian yang mengikat kedua belah pihak. We do our part, and God does his part. 

(bersambung)

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.