Me-Reeboot Hidup

Ayat bacaan: Kolose 1:14
================
“di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa.”

“Kalau sudah pusing, seandainya komputer gampang, tinggal ctrl-alt-del, beres.” demikian kata seorang menteri dalam sebuah iklan program di salah satu stasiun televisi yang menggambarkan langkahnya mengatasi carut marut dari departemen yang dipimpinnya. Bagi banyak orang terutama orang awam, langkah yang dilakukan ketika komputer menunjukkan gejala-gejala gangguan seperti menjadi terasa berat hingga nge-hang baik karena ketidak stabilan sebuah program dan lain-lain. Biasanya jika hanya gangguan kecil, rebooting komputer seperti ini bisa membuat komputer menjadi normal kembali. Ada beberapa program juga yang bisa kembali ‘menyegarkan’ komputer seperti pembersih registry dan yang bisa mengembalikan komputer seperti pertama kali program tersebut diinstal apabila di-reboot. Jadi seandainya ada virus yang menyelinap masuk, sebuah reboot akan membuat semuanya kembali seperti sediakala sebelum virus ada.

Ada kalanya kehidupan kita yang tengah berjalan baik terganggu oleh berbagai hal, baik masalah biasa sampai masuknya berbagai dosa dalam macam-macam bentuk. Di sisi lain ada banyak orang yang sulit melanjutkan hidup mereka karena dosa di masa lalu yang masih membelenggu mereka.Terus tertuduh, terus hidup dalam siksaan perasaan dan merasa tidak akan pernah bisa lepas dari rasa bersalah. Ada yang masih terganggu dengan banyak penyesalan atas kesalahan yang pernah dibuat di masa lalu. Ada teman saya yang masih terus menyesali perbuatannya di masa lalu. “Seandainya itu tidak saya lakukan tentu saya tidak harus seperti ini sekarang. Kalau saja hidup bisa diulang, kalau saja ada kesempatan lagi…” katanya pada suatu kali. Gangguan-gangguan seperti ini bisa memperlambat atau memberatkan langkah kita, atau bahkan membuat kita sampai berhenti, tidak lagi bisa melangkah maju. Seandainya hidup bisa semudah komputer yang tinggal di reboot ulang, bukankah itu akan lebih baik? Pertanyaannya, apakah benar kita tidak bisa memulai lagi sebuah hidup baru dari awal ketika kita pernah membuat kesalahan besar dalam hidup kita, atau ketika kita pada suatu kali melakukan sebuah kesalahan yang mengganggu ‘sequence’ hidup yang baik yang sedang berlangsung?

Kabar baiknya, kita bisa! Begitu baiknya Tuhan sehingga Dia mau memberikan kesempatan untuk itu. Bahkan Tuhan sudah menyatakan hal ini berulang kali dalam Alkitab. Meski ada konsekuensi di dunia yang tentu harus kita tanggung akibat perbuatan salah kita di masa lalu, tetapi ketika kita mengakui dosa kita dan bertobat secara sungguh-sungguh, saat itu pula pengampunan turun atas diri kita. Hal ini penting untuk kita ingat agar kita tidak terus menjadi tertuduh seumur hidup kita. Tertuduh? Ya, tertuduh. Iblis akan dengan segala senang hati memanfaatkan perasaan kita dan akan siap untuk terus menuduh kita agar kita tidak akan pernah lagi bisa bertumbuh, mandek, berhenti bahkan mundur. Jadi kalau kita tidak mengetahui bahwa kesempatan ‘reboot’ ini ada, kita akan terus menjadi mangsa, target atau sasaran empuk untuk diserang.
Tuhan mengatakan bahwa Dia selalu siap untuk “menghapuskan kesalahan-kesalahan kita dan melemparkan segala dosa kita ke dalam tubir-tubir laut.” (Mikha 7:9). Tuhan siap menjauhkan kita dari pelanggaran kita sejauh timur dari barat (Mazmur 103:12), bahkan siap untuk tidak lagi mengingat-ingat alias melupakan dosa kita. (Yesaya 43:25). Tuhan siap untuk memutihkan kembali dosa kita yang semerah kirmizi atau kain kesumba sekalipun untuk kembali seputih salju atau bulu domba. (Yesaya 1:18). Ayat-ayat ini menunjukkan bahwa kesempatan untuk memulai awal yang baru itu terbuka dan nyata adanya.

Tuhan memberikan kesempatan ‘reboot’ kepada kita, termasuk menyediakan waktu dan kesempatan lebih dari cukup bagi kita untuk bertobat dan meninggalkan semua dosa-dosa di masa lalu. Tidak hanya kesempatan, tapi Tuhan bahkan rela mengutus Yesus untuk turun ke muka bumi ini dengan misi  menebus dosa-dosa kita. Dan dalam Yesus kita mengalami penebusan, pengampunan atas dosa-dosa yang pernah kita buat sebelumnya. Firman Tuhan berkata “di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa.” (Kolose 1:14). Dalam bahasa Inggrisnya dikatakan: “In Whom we have our redemption through His blood, (which means) the forgiveness of our sins.” Di dalam Dia, dengan darahNya, kita mendapatkan pengampunan atas dosa-dosa kita. Ini berbicara mengenai dosa secara keseluruhan tanpa memandang ukurannya. Apapun yang sudah anda akui dan mohonkan pengampunan di hadapan Tuhan dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi, Tuhan memberikan pengampunan seutuhnya dalam Yesus.

Adakah diantara teman-teman yang masih memiliki ganjalan akan sebuah kesalahan di masa lalu sehingga sulit untuk bangkit kembali? Apakah ada yang masih dihantui perbuatan dosa di waktu lampau yang masih menghantui anda saat ini? Atau anda masih merasa seperti tertuduh, seperti tidak punya kesempatan untuk memulai hidup baru meski sudah berulangkali mengakui dosa dan bertobat? Mulai hari ini bangkitlah kembali, alami hari depan yang cerah tanpa rasa takut lagi, yakinlah bahwa Tuhan sudah mengampuni anda. Dia sudah mengampuni segala pelanggaran kita, menghapuskan “surat hutang” yang terus mendakwa dan mengancam kita, dan semua itu telah Dia tiadakan dengan memakukannya di atas kayu salib. (Kolose 2:13-14). Selain itu Tuhan juga telah memberikan karuniaNya untuk kita bisa menjadi manusia baru. Anda bisa membaca secara lengkap perikop Manusia Baru ini dalam Efesus 4:17-32. Didalamnya ada disebutkan: “Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus, yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.” (ay 21-24). Dalam surat 2 Korintus dikatakan: “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” (2 Korintus 5:17).

Lewat darah Kristus kita sudah mengalami pengampunan dosa, dipulihkan bahkan dibenarkan, tidak peduli sebesar apapun dosa yang pernah anda lakukan di waktu lalu. Jangan terus biarkan anda merasa tertuduh dan sulit untuk bertumbuh. Ketika tuduhan kembali menyerang anda, katakanlah bahwa darah Yesus sudah mencuci bersih semua bangkai dosa yang pernah singgah dalam hidup anda. You are forgiven, the new dawn has come. Through Jesus you’ve been rebooted, it’s time to live a fresh new fresh life.

Pengampunan Tuhan adalah pintu untuk memulai hidup yang baru

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.