Mata

Ayat bacaan: Matius 5:29
====================
“Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka.”

Love at first sight alias cinta pada pandangan pertama mendasari begitu banyak hubungan antar pasangan, setidaknya mengawali ketertarikan. Sight, itu tentu berbicara soal mata. Ungkapan ini menggambarkan betapa vitalnya mata dalam urusan cinta. Mata berfungsi bagaikan lensa kamera yang menangkap sesuatu secara visual lalu dibawa dan diolah dalam hati hingga terbentuk sebuah rasa. Mata secara bebas bergerak leluasa untuk menangkap gambar demi gambar dari apa yang berada disekitar kita.  Kalau positif tentu tidak apa-apa, tapi yang jadi masalah kalau mata sudah dipakai untuk jelalatan dalam melihat lawan jenis. Dari mata turun ke hati dan menjadi tertarik, itu wajar. Yang tidak wajar adalah kalau dari mata kemudian menjadi berbagai fantasi-fantasi yang berorientasi kepada hal-hal yang tidak pantas. Ada banyak hal yang bisa menyesatkan justru berawal dari penglihatan lewat mata. Bukan hanya hal-hal yang berbau pornografi, mata juga bisa menggoda kita untuk memiliki sesuatu benda yang membuat kita rela menghalalkan segala cara untuk bisa memilikinya. Ada banyak penyesatan yang berasal dari mata, dan Tuhan pun sudah mengingatkan dengan tegas agar kita benar-benar menyaring dengan seksama apa yang dilihat oleh mata.

Ada sebuah ungkapan dari Jepang menjadi sesuatu yang sangat dikenal dunia, berkata: “See no evil, hear no evil, speak no evil.” Ungkapan ini sering digambarkan dengan keberadaan tiga ekor monyet yang masing-masing menutup sebuah indera seperti mata, telinga dan mulut. Mengapa tiga indera ini yang ditutup? Karena memang ketiga indra inilah yang sering menjadi awal dari masuknya dosa apabila tidak diawasi dengan benar. Ungkapan ini menggambarkan pentingnya mengawasi celah-celah yang bisa menjadi pintu masuk dosa agar kita tidak terjebak ke dalam hal-hal yang bisa merintangi hubungan kita dengan Tuhan lalu menggagalkan kita untuk menerima janji-janji Tuhan. Seringkali dosa-dosa ini berawal kecil, tetapi kemudian terakumulasi menjadi awal dari serangkaian dosa yang lebih besar lagi. Dan mata jelas merupakan salah satunya.

Alkitab mencatat bagaimana tegasnya Yesus mengingatkan bahayanya mata yang tidak dijaga. Kata Yesus: “Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka.” (Matius 5:29). Ayat ini menunjukkan sebuah peringatan yang sangat keras dalam hal menjaga mata. Sebelum menyampaikan itu, Yesus mengawali dengan sebuah pesan penting bahwa dengan memandang seorang wanita dan menginginkannya meski hanya dalam hati saja, itu sudah sama artinya dengan berzinah. (ay 28).

Selain kepada mata Yesus berseru keras, demikian pula halnya dengan tangan. “Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka.” (ay 30). Kedua anggota tubuh ini menjadi contoh mewakili anggota-anggota tubuh lainnya yang harus kita jaga dengan sangat serius. Mengapa? Karena Alkitab sudah mengatakan bahwa “roh memang penurut, tetapi daging lemah.” (Markus 14:38). Daging yang lemah sering membuat kita tak berdaya, dan berbagai godaan itu seringkali masuk lewat berbagai indera tertentu yang tidak terkawal baik. Banyak yang memasang pagar batas Firman Tuhan dengan terlalu fleksibel tergantung dari kemauannya sendiri. Kalau itu kita lakukan, ada banyak bentuk kenikmatan kedagingan yang akan dengan mudah dan segera mempengaruhi kita yang bisa dipakai iblis sebagai pintu masuk untuk membinasakan kita.

Yohanes sudah mengingatkan kita: “Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.” (1 Yohanes 2:17). Ayat ini mengatakan bahwa dunia sedang lenyap dengan kenginannya, dan itu menjadi semakin jelas terlihat hari-hari belakangan ini. Ketika kita memilih untuk bergabung dengan segala kenikmatan yang ditawarkan dunia maka itu berarti kitapun sedang lenyap dengan keinginan-keinginan daging kita. Hanya orang yang melakukan kehendak Allah-lah yang akan tetap hidup selama-lamanya alias kekal. Agar bisa melakukan kehendak Allah maka kita harus mampu menyalibkan semua keinginan-keinginan daging kita dan hidup seturut kehendak Allah dengan ketaatan penuh. Ketika itulah kita menjadi milik Kristus seutuhnya. Hal ini pun disampaikan lewat Paulus yang bunyinya: “Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.” (Galatia 5:24).

Mari kita kembali fokus kepada mata yang menjadi titik sentral renungan kita hari ini. Apakah Yesus bermaksud kejam dan sadis untuk menyuruh kita benar-benar mencungkil mata atau memotong tangan sendiri? Tentu saja tidak. Apa yang menjadi pesan Kristus adalah bahwa kita harus benar-benar memperhatikan segala sesuatu secara cermat, menjaga setiap anggota tubuh kita dengan kewaspadaan penuh agar tetap kudus dan jauh dari segala kecemaran. Daripada tubuh kita secara utuh disiksa di neraka karena satu atau dua anggota tubuh, lebih baik buang saja anggota tubuh yang mengganggu itu. kalau memang kita benar-benar tidak mampu lagi mengendalikannya. Selama kita masih mampu, tentu tidak perlu seperti itu. Karenanya penting bagi kita untuk menjaga benar-benar mata dan berbagai organ tubuh lainnya. Yesus tidak menginginkan satupun dari kita untuk menderita dengan cara demikian. Tapi Yesus mengingatkan akan konsekuensi yang sangat serius yang menanti di depan sana jika kita mengabaikan pentingnya menjaga berbagai organ tubuh ini.

Yesus rindu melihat kita semua berhasil menerima keselamatan yang kekal dimana tidak lagi ada penderitaan apapun. Untuk itu Dia bahkan rela menyerahkan diriNya sendiri menggantikan kita di atas kayu salib. Oleh karena itulah Yesus mengingatkan dengan tegas akan pentingnya menjaga anggota-anggota tubuh kita agar tetap kudus, tidak terjebak pada keinginan-keinginan daging yang mampu membuat kita kehilangan seluruh janji Allah dan membuat segala pengorbanan Kristus menjadi sia-sia. Mata merupakan salah satu dari anggota tubuh kita yang sangat berpotensi menjadi pintu masuk berbagai dosa dan akan sangat menyenangkan untuk dipakai sebagai lahan bermain oleh iblis. Karena itu jagalah dengan baik dan pergunakanlah selalu untuk hal yang baik yang bisa memuliakan Tuhan.

Segala yang dibawa mata untuk masuk ke hati harus dipastikan hanya segala sesuatu yang baik

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.