Mata Rohani Elisa (2)

(sambungan)

Paulus mengatakan bahwa dunia ini berisi orang-orang jahat dan penipu. Mereka terus “..akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan.” (2 Timotius 3:13). Lantas Yohanes pun mengingatkan bahwa “dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya” (1 Yohanes 2:17). Bahkan kita harus hati-hati pula menerima pengajaran karena diantara orang percaya pun bisa muncul nabi-nabi palsu yang bisa menyesatkan lewat pengajaran-pengajaran yang sepintas mengandung kebenaran namun sebenarnya tidak. Hal ini sudah diingatkan langsung oleh Yesus sendiri. “Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang.” (Matius 24:11). Melihat situasi seperti ini, maka kita benar-benar harus menjaga agar mata rohani kita berfungsi benar sehingga kita mampu melihat baik-baik kebenaran dan rencana serta karya Tuhan dalam hidup kita. Itulah yang mampu menghindari kita dari berbagai penyesatan hingga kita bisa selamat sampai ke tujuan.

Sekarang mari kita lihat tipe orang yang diwakili Gehazi, pelayan Elisa. Jenis seperti Gehazi bisa melihat apa yang terjadi di depan mata tapi tidak tahu harus berbuat apa dan hanya fokus pada masalah sehingga gampang panik. Bayangkan betapa melelahkannya hidup seperti ini. Hanya mengandalkan logika, kepandaian, sepenuhnya bergantung pada segala sesuatu yang kelihatan di depan mata. Mata rohaninya ada tapi tidak berfungsi dengan baik, sehingga berbagai keadaan masih begitu gampang membuat panik. Perhatikan perkataannya: “Celaka tuanku! Apakah yang akan kita perbuat?” (2 Raja Raja 6:15). Gehazi merasa panik ketakutan dan langsung berlari pada Elisa. Gehazi baru kembali tenang setelah Elisa berdoa untuk meminta Tuhan membuka mata bujangnya. “Lalu berdoalah Elisa: “Ya TUHAN: Bukalah kiranya matanya, supaya ia melihat.” Maka TUHAN membuka mata bujang itu, sehingga ia melihat. Tampaklah gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi sekeliling Elisa.” (ay 17).  Apa yang dilihat Gehazi setelahnya sungguh luar biasa. Ia melihat ada begitu banyak kuda di sekeliling gunung dan kereta berapi (chariots of fire) di sekeliling Elisa. Jenis mata seperti Gehazi ini banyak terjadi diantara orang percaya. Mereka hanya bisa melihat apa yang terjadi di depan mata mereka. Mereka percaya Tuhan, tapi saat menghadapi masalah, mereka akan dipenuhi oleh banyak pertanyaan, kebimbangan dan diliputi rasa cemas atau takut. Mereka terfokus pada berpikir celaka, bingung, diombang-ambingkan keadaan dan hidup seperti tanpa kepastian. Goyang sedikit mereka jatuh, ditimpa masalah sedikit mereka panik. Orang-orang setipe Gehazi akan selalu menggantungkan hidup kepada orang lain yang mereka anggap punya iman lebih baik; apakah kepada gembala, pendeta, atau orang percaya yang sudah hidup dengan iman teguh. Mereka tidak bisa melihat pertolongan dan pekerjaan Tuhan jika tidak lewat orang lain. Dalam Efesus 4 kita sudah diingatkan bahwa Yesus sendiri telah memperlengkapi segala sesuatu sehingga kedatanganNya bukan hanya membuka pintu jalan keselamatan bagi kita tetapi juga membuka pintu agar kita bisa terus bertumbuh sampai kedewasaan penuh, dengan tingakat pertumbuhan yang sesuai dengan kesempurnaan Kristus “sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.” (Efesus 4:14-15).

Mata Elisa jauh lebih baik dari tipe Gehazi. Tipe Elisa adalah mampu melihat apa yang tidak dapat dilihat orang lain. Orang yang memiliki tipikal Elisa mampu melihat Tuhan dan tahu bahwa Tuhan jauh lebih besar dari masalah. “Jawabnya: “Jangan takut, sebab lebih banyak yang menyertai kita dari pada yang menyertai mereka.” (ay 16). Mata iman Elisa berfungsi dengan baik. Ia tidak panik meski keadaan kasat mata sama sekali tidak kondusif. Ia tahu bahwa Tuhan ada bersamanya dan akan melindunginya, dan mata imannya sanggup melihat hal itu.

Hidup memang tidak akan mungkin tanpa problem. Problem akan senantiasa ada dalam perjalanan kehidupan kita. Tapi ingatlah bahwa ada Tuhan yang menyertai kita, dan Tuhan jauh lebih besar dari segala pergumulan yang kita hadapi. Kita harus terus melatih diri kita untuk melibatkan Tuhan dalam setiap aspek kehidupan kita, karena hanya dengan hidup bersama denganNya lah kita akan mampu menghadapi masalah dengan ketenangan. “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” (Filipi 4:13). Jika kita masih berada pada fase seperti Gehazi, berdoalah seperti Elisa, “Bukalah kiranya matanya, supaya ia melihat.” Ini sejalan dengan ayat bacaan kita kemarin dimana Daud berkata “Singkapkanlah mataku, supaya aku memandang keajaiban-keajaiban dari Taurat-Mu.” (Mazmur 119:18). Roh Kudus siap menyingkapkan segalanya, memberi hikmat bagi kita untuk mengetahui rencana Tuhan dalam hidup kita, memungkinkan kita melihat dengan jelas lewat mata iman dan karenanya kita tidak perlu khawatir dalam menjalani hari depan.

Mata rohani seperti Elisa mampu melihat yang tak terlihat dengan kacamata iman

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.