Mata: Jendela Hati atau Jendela Dosa?

Ayat bacaan: Matius 5:29
====================
“Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka.”

“Dari mata turun ke hati”, merupakan kalimat yang tidak asing bagi kita, terutama pada saat menggambarkan orang yang baru mulai jatuh cinta. Bagi orang di Amerika, ada kalimat yang rada mirip seperti itu, “Love at first sight” alias cinta pada pandangan pertama. Keduanya menunjukkan bagaimana fungsi mata dalam hubungannya dengan ketertarikan kepada lawan jenis. Ketertarikan terhadap seseorang bisa atau bahkan seringkali dimulai lewat pandangan mata. Manis parasnya, jalannya yang gemulai, bahasa tubuhnya, senyum manisnya atau caranya tertawa, semua itu sering menjadi awal bagi kita untuk mulai memperhatikan dan berusaha mengenal mereka secara lebih dalam. Mata secara bebas bergerak leluasa untuk menangkap gambar demi gambar dari apa yang berada disekitar kita dan kemudian mendatangkan rasa ketika masuk ke hati. Oleh karena itulah banyak pula orang yang menyebutkan mata sebagai jendela hati.

Selain masalah jatuh cinta, ada banyak hal bermanfaat lainnya yang bisa kita peroleh dari mata, tetapi jangan lupa pula bahwa ada banyak hal yang bisa menyesatkan dan bisa menjerumuskan kita ke dalam bahaya. Kalau kita menonton acara televisi saat ini, ada begitu banyak hal yang bisa membuat kita ketakutan, cemas ketika menonton berita-berita kriminal, ketidakstabilan negara, dagelan politik dan lain-lain, atau di sisi lain acara-acara hiburan yang semakin lama semakin tidak pantas. Mengumbar seksualitas bahkan menjurus porno, itu sudah jadi makanan sehari-hari. Sebagian orang mmasih tertarik menonton film porno atau melihat gambar-gambar yang setipe, atau imajinasinya liar kemana-mana ketika melihat wanita melintas di depannya. Ketika itu yang terjadi, mata tidak lagi berfungsi benar sebagai jendela hati tapi berubah fungsi menjadi jendela dosa. Tuhan mengatakan “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan” (Amsal 4:23), itu artinya penting bagi kita untuk menjaga hati sebagai sumber kehidupan, dan keputusan untuk menjaga hati seringkali tergantung dari bagaimana kita mampu menjaga mata. Mata bisa membawa fungsi positif, tapi bisa pula negatif, tergantung untuk apa kita mempergunakan mata yang dikaruniakan Tuhan sebanyak dua buah pada kita.

Seandainya Daud masih hidup, dia tentu akan bercerita panjang lebar mengenai pengalamannya ketika matanya menjadi sebuah jendela dosa yang membawa akibat sangat fatal dan mencoreng track recordnya yang sebelumnya sangat cemerlang. Dosa masuk lewat lewat matanya waktu ia tergoda untuk mengintip Batsyeba yang notabene istri orang lain. “Sekali peristiwa pada waktu petang, ketika Daud bangun dari tempat pembaringannya, lalu berjalan-jalan di atas sotoh istana, tampak kepadanya dari atas sotoh itu seorang perempuan sedang mandi; perempuan itu sangat elok rupanya.” (2 Samuel 11:2). Berawal dari sana, kita tahu bagaimana kemudian Daud terjerumus dalam serangkaian dosa yang terus membesar eskalasinya. Dengan cepat ia beralih dari satu dosa ke dosa lain yang makin buruk. Lihatlah, semua berawal dari mata yang gagal ia jaga dengan baik.

Mata merupakan anugerah yang harus kita jaga dengan baik. Yesus mengingatkan akan hal ini dengan kalimat yang sangat keras. “Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka.” (Matius 5:29). Ayat ini merupakan bagian dari sebuah pesan penting bahwa dengan memandang seorang wanita dan menginginkannya meski dalam hati saja, itu sama saja dengan berzinah. (ay 28). Yesus kemudian melanjutkan peringatannya kepada tangan. “Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka.” (ay 30). Kedua anggota tubuh ini menjadi contoh mewakili anggota-anggota tubuh lainnya yang harus kita jaga dengan penuh kewaspadaan. Apakah Yesus berniat menganjurkan sesuatu yang kejam seperti mencungkil mata sendiri atau memotong tangan? Bukan, bukan itu maksudnya. Tapi itu akan jauh lebih baik kalau kita tidak lagi mampu menjaga anggota tubuh kita dengan baik dari berbagai kecemaran, karena Alkitab sudah mengatakan bahwa “roh memang penurut, tetapi daging lemah.” (Markus 14:38). Ada banyak diantara kita yang memasang batas Firman Tuhan dengan terlalu fleksibel tergantung dari kemauan dan sukanya kita sendiri. Selama tidak menghalangi kesenangan, kita memberi toleransi seluas mungkin. Atau malah berani memelintir firman Tuhan agar sesuai dengan keinginan kita. Berbagai kenikmatan kedagingan akan dengan mudah mempengaruhi kita sehingga kitapun akan terpengaruh untuk memberi toleransi kepada banyak hal. Itu sering menjadi awal mula masuknya berbagai jebakan iblis yang kemudian membinasakan kita sampai habis.

Firman Tuhan berkata: “Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.” (1 Yohanes 2:17). “Dunia sedang lenyap dengan kenginannya”, demikian bunyi Firman Tuhan. Bukankah itu yang kita lihat hari-hari belakangan ini? Ketika kita memilih untuk bergabung dengan segala kenikmatan yang ditawarkan dunia dan menghidupi cara pandang dunia, maka kita pun sesungguhnya sedang lenyap dengan keinginan-keinginan daging kita. Tapi dengan tegas Tuhan sudah mengingatkan bahwa hanya “orang yang melakukan kehendak Allah-lah yang akan tetap hidup selama-lamanya”. Agar bisa melakukan kehendak Allah ini kita harus mampu menyalibkan semua keinginan-keinginan daging kita dan hidup seturut kehendak Allah dengan taat. Paulus menyampaikan “Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.” (Galatia 5:24).

Kembali kepada peringatan mencungkil mata dan memotong tangan di atas, apa yang menjadi pesan Kristus adalah bahwa kita harus benar-benar memperhatikan secara seksama, menjaga benar-benar anggota tubuh kita agar tetap kudus. Akan lebih baik mencungkil mata atau memenggal tangan ketimbang membiarkannya lalu tubuh kita secara utuh disiksa di neraka untuk masa yang kekal. Kalau kita mau berusaha untuk menjaga dengan sungguh-sungguh, maka tentu saja kita tidak perlu harus melakukan hal mengerikan seperti itu. Yesus tidak menginginkan satupun dari kita untuk binasa dengan cara apapun. Dia bahkan sudah menyerahkan diriNya sendiri menggantikan kita di atas kayu salib agar kita terlepas dari ancaman seperti itu. Oleh karena itulah Yesus mengingatkan dengan tegas akan pentingnya menjaga anggota-anggota tubuh kita agar tetap kudus, tidak terjebak pada keinginan-keinginan daging yang mampu membuat kita kehilangan seluruh janji Allah. Mata merupakan salah satu dari anggota tubuh kita yang sangat berpotensi menjadi jendela bagi masuknya berbagai dosa. Oleh karena itu jagalah dengan baik dan pergunakanlah untuk memuliakan Allah bukan untuk hal-hal lain yang justru menjauhkan kita dari keselamatan kekal yang sudah diberikan Tuhan kepada kita.

Jadikan mata sebagai jendela hati yang berfungsi benar, bukan sebagai jendela tempat masuknya dosa

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Loading...

Published by Renungan Iman Katolik

Merenungkan sabda Tuhan di saat hening di pagi hari akan menjaga hati dan pikiran kita dari kuasa roh jahat. Berkah Dalem...

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.