Mari Saling Menjadi Berkat

Berkat by New Life

Kamis 10 Juli 2014, Hari Biasa Pekan XIV
Hosea 11:1.3-4.8c-9; Mzm 80:2ac.3b.15-16; Matius 10:7-15

“Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.” (Matius 10:8).

HIDUP adalah rahmat yang kita terima secara cuma-cuma. Allah mengaruniakan hidup ini kepada kita sebagai hadiah agar kita bahagia. Allah menciptakan kita agar kita bahagia.

Karena hidup adalah rahmat, maka kita juga dipanggil untuk saling berbagi rahmat. Bahasa lain dari itu adalah hidup saling berbagi berkat. Memberi berkat secara sederhana kita lakukan dengan saling memberi salam.

Salam itu berupa salam sejahtera. Salam sejahtera adalah berkat. Sekali lagi, kita diingatkan akan makna berkat dan salam yang bisa saling kita bagikan. Berkat yang kita terima dengan cuma-cuma dapat pula kita bagikan secara cuma-cuma saat kita saling memberi salam.

Akar kata berkat diambil dari bahasa Latin “benedictio”. Kata “benedictio” merupakan perpaduan antara kata “bene” dan “dicere”. “Bene” berarti baik, dengan baik. “Dicere” berarti berbicara.
Maka, secara sederhana, kita bisa saling berbagi berkat bila kita dapat “berbicara dengan baik dan tentang yang baik satu sama lain”. Memberi salam berarti adalah tindakan berbicara yang baik dan tentang yang baik.

Sayangnya, hari-hari ini, kita mengalami betapa tidak mudah saling menjadi berkat. Bahkan dengan berkata-kata baik pun seakan orang tidak mampu lagi. Mengapa? Karena orang terjerat oleh harta dan kuasa. Dalam rangka harta dan kuasa selalu ada harga. Karena ada harga maka orang menghalalkan segala cara untuk meraihkan! Itulah realitas dunia.

Syukurlah, masih ada sisi lain kehidupan yang menampilkan corak hidup yang ditandai oleh berkat. Mereka saling rela berbagi demi kebaikan bersama. Mereka berpartisipasi bukan termobilisasi. Mereka merdeka berbagi berkat dan salam tanpa intimidasi.

Mari kita bawa dalam doa-doa kita dalam Adorasi Ekaristi Abadi agar pihak-pihak yang saling bertikai berdamai, yang saling bermusuhan bersalaman, yang saling membenci mengasihi. Kita berdoa bagi bangsa ini agar tetap damai-sejahtera.

Tuhan Yesus Kristus, semoga kami mampu memberi dengan cuma-cuma karena kami telah menerima hidup ini sebagai anugerah istimewa. Terpujilah Engkau kini dan selamanya. Amin.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.