Mari Cintai Bumi dan Lingkungan demi Generasi Mendatang

romo Ferry ok 

SEBUAH ajakan besar digemakan Yayasan  Sahabat Lingkungan Hidup asuhan Romo Dr. Ferry Sutrisna Widjaja Pr dari Bandung dalam sebuah perhelatan round-table  presentation dengan mengusung tema besar “This is Our Last Chance”. Ajakan itu berbunyi Mari Cintai Bumi dan Lingkungan demi Generasi Mendatang yang dalam bahasa yayasan ini dikemas dengan judul lain: “Manusia Berkualitas: Merawat dan Berguru kepada Bumi”.

Tentang bagaimana membawa anak-anak muda agar bisa menjadi persona-persona berkualitas, Ir. Shierly Megawati juga dari Yayasan Sahabat Lingkungan Hidup punya kisahnya sendiri. Sebagai chairwoman  kelompok ini, dia mengaku prihatin atas perilaku anak-anak muda yang dianggapnya kurang ‘mapan’ secara sosial seperti suka tawuran, tidak tahu tata karma, dan yang paling ‘parah’ tentu saja perilaku sambalewa dalam hal merawat bumi dan lingkungan.

Prihatin atas kondisi tersebut, dia punya ambisi untuk membangun ‘pagar sosial’ dan itu dia sebut sebagai “nurani jiwa’ agar anak-anak muda itu punya hati untuk berperilaku sosial secara wajar dan tumbuh rasa cinta merawat bumi dan lingkungannya. Yayasan Sahabat Lingkungan Hidup menjadi salah satu media darimana ‘pagar moral’ itu diharapkan bisa tumbuh.

seminar okItu karena, kata ibu dua anak ini, anak-anak muda harus dididik agar punya karakter baik, cinta sesama dan lingkungannya, serta hasrat besar untuk merawat tradisi dan nilai-nilai kearifan lokal.

Sementara Romo Ferry Sutrisna Widjaja Pr dari Keuskupan Bandung ikut mengamini ‘kesaksian’ Shierly Megawati tersebut.

Sayangnya, para hadirin yang mengikuti acara dengan kemasan berlabel  round-table presentation ini terpaksa kecewa, karena presentasi tentang program eco learning yang digagas yayasan ini tidak sampai terekspose secara optimal. Itu terjadi lantaran waktunya banyak dikooptasi oleh Rhenald Khasali yang telanjur asyik “memasarkan” dirinya sendiri dan seluk-beluk pengetahuannya tentang lingkungan.

Khalayak ramai yang hadir pada acara itu tentu saja merasa lebih berkepentingan ingin tahu program kerja dan acara yayasan yang peduli akan pendidikan lingkungan ini daripada terpaksa menelan rentetan informasi dari Rhenald Khasali. “Barangkali karena sudah terbiasa menjadi nara sumber, lalu dengan mudahnya lupa diri,” begitu kata  seorang hadirin mengomentari penampilan Rhenald Khasali yang terkesan malah “jualan” dirinya sendiri,

Padahal, di forum itu Rhenald Khasali hanya menjadi seorang moderator saja.

 Koor ok

Acara round-table presentation yang digagas Yayasan Sahabat  Lingkungan Hidup di sebuah hotel berbintang di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (24/5) malam lalu terasa sedikit lumer oleh penampilan paduan suara Saint Angela Choir. Kelompok koor ini menurut rencana dalam waktu dekat akan mengikuti kontes festival musik di Florence, Italia.

Tentu saja, kepiawaian pranata cara Mas Teko Sukarmin ikut membuat acara itu menjadi menarik. Di usianya yang ke-82 tahun, Teko masih saja bisa tampil kenes dan nyes merangkai kata-kata.

Sejumlah kalangan papan atas hadir dalam round-table presentation Jumat malam lalu antara lain Prof. Emil Salim (Mantan Menteri KLH), Dr (HC) Martha Tilaar (Mustika Ratu) dan suaminya Prof HR Tilaar, Edwin Soeryadjaya (PT Adaro), pengusaha media Sutikno Sudarjo, Mayjen (Purn) Tono Suratman (Ketua KONI), Benjamin Mangkudilaga (mantan Hakim Agung), Imelda Adhisaputra (Saratoga Capital).

Ikut duduk di Yayasan Sahabat Lingkungan Hidup di Bandung ini adalah Romo Agustinus Sarwanto SJ, seorang Jesuit yang pernah menjadi Direktur Penerbit-Percetakan Kanisius Yogyakarta dan kini Direktur Yadapen Semarang.

 

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.