Malam Paska Vatikan: Mari Kembali ke Galilea

DALAM homili Malam Paska, Paus Fransiskus mengajak kita untuk mengingat kembali kala pertama kita merasakan kasih Tuhan. Saat Paska ketika Yesus bangkit, merupakan kesempatan untuk memperbaharui pengalaman tersebut.

“Kembali ke Galilea berarti mengingat pengalaman tak ternilai tersebut, ketika Yesus lewat, memandangku dengan belas kasih dan memintaku mengikutiNya,” demikian khotbah Paus.

“Itu berarti menghidupkan memori saat mataku beradu pandang dengan mataNya, saat dimana Dia membuatku sadar bahwa Dia mencintaiku.”
Pada awal refleksi, Paus mengutip bacaan Injil tentang wanita-wanita yang datang ke makam dan menemukan makam tersebut kosong. Seorang malaikat memberitahu mereka agar pergi ke Galilea dan mengabarkan kepada rasul apa yang telah mereka lihat.

Dalam perjalanan kesana, para wanita tersebut bertemu Yesus yang meminta mereka melakukan hal yang sama dan bahwa para rasul itu akan melihatNya. “Jangan takut,” pesan Yesus.

Saat itu para rasul dalam keadaan saat terguncang; kepercayaan mereka hampir runtuh, semua seakan sudah tamat, semua kepastian tercabik dan harapan mereka padam setelah kematian Yesus. Maka pesan para wanita tersebut merupakan “sesuatu yang luar biasa, laksana seberkas cahaya terang di tengah kegelapan,” papar Paus.

Setelah kesaksian para wanita tersebut, kabar tersebar bahwa Yesus bangkit seperti yang Ia katakan.

Vatican Easter Vigil

Paus memimpin Misa Vigili Paska 2014. (Courtesy of Huffington Post)

Para wanita itu mendengar pesan yang sama dua kali, pertama dari malaikat dan kemudian dari Yesus sendiri: “Pergilah ke Galilea; disana mereka akan melihatKu.”

Galiela merupakan tempat dimana para rasul pertama kali dipanggil, dimana semuanya bermula! Kembali kesana berarti kembali ke tempat awal mula panggilan.

Yesus berjalan di tepi danau Galilea ketika para nelayan menebarkan jala mereka. Dia memanggil mereka dan mereka meninggalkan segalanya untuk mengikuti Dia.

“Kembali ke Galilea berarti membaca ulang segala sesuatu dengan dasar salib dan kemenangan salib tanpa rasa takut,” tegas Paus.

“Membaca kembali segala sesuatu – ajaran-ajaran Yesus, mukjizat-mukjizat yang dilakukanNya, komunitas umat yang baru, kegairahan dan kekurangan, bahkan pengkhianatan – semua dibaca kembali dari awal sampai akhir. Ini adalah suatu awal yang baru, berlandaskan kasih terbesar dari Tuhan.”

Bagi setiap dari kita, ada ‘Galilea’ di titik awal perjalanan kita dengan Yesus. Kembali ke Galilea berarti menemukan kembali keindahan sakramen baptis yang kita terima. Energi kita akan diperbaharui oleh sumber iman kita.

Pope+Francis+Attends+Easter+Vigil+Mass+Vatican+k1ER-qD7a3Pl

Alpha et Omega, satu titik Lilin Paska melambangkan perjalanan hidup manusia dari titik ketiadaan menuju kebersatuan dengan Allah. (Courtesy of Zimbio)

“Kembali ke Galilea, berarti kembali ke cahaya cemerlang yang menyilaukan ketika rahmat Tuhan menyentuhku saat awal perjalanan tersebut. Dari bara tersebut saya bisa menyalakan api untuk sekarang dan setiap hari, dan membawa kehangatan dan terang kepada saudara-saudaraku. Bara tersebut memercikkan suka cita sejati, suka cita dimana kesedihan dan kekecewaan tidak bisa melemahkannya,” jelas Paus.

Paus mengajak umat berefleksi, “apa ‘Galilea’ saya? Dimana Galilea saya? Apakah telah hilang atau saya masih bisa mengingatnya? Apakah saya telah keluar jalur sehingga saya lupa akan itu?”

“Tuhan,bantulah aku: beritahu aku apa Galileaku; karena Engkau tahu bahwa aku ingin kembali bertemu denganmu dan membiarkan diriku dipeluk belas kasihMu,” demikian doa Paus.

Paus mengatakan bahwa bacaan Injil dalam Malam Paska sudah sangat jelas artinya. “Kita perlu kembali ke sana, melihat Yesus bangkit, dan menjadi saksi dari kebangkitanNya.”

“Ini bukan nostalgia,” demikian ditekankan Paus, “tetapi lebih merupakan kembali ke cinta pertama kita, untuk menerima api yang dinyalakan Yesus untuk dunia dan untuk membawa api tersebut kepada semua orang, sampai ke ujung dunia.”

“Galiea segala bangsa! Cakrawala Tuhan yang bangkit, cakrawala Gereja; hasrat kuat untuk bertemu Tuhan.. Mari kita lanjutkan perjalanan kita!” seru Paus menutup homilinya.

Sumber: CNA

Photo credit: Paus Fransiskus memimpin Misa Vigila Paska (Courtesy of The Straits Times, Huffington Post, Zimbio)

 

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.