Makna Doa, Puasa dan Derma

17 Juni RI

Rabu, 17 Juni 2015
Pekan Biasa XI
2Kor. 9: 6-11; Mzm. 112:1-2,3-4,9; Mat. 6:1-6,16-18

Yesus Kristus bersabda, “Bila engkau memberi sedekah … bila kamu berdoa …. bila kamu berpuasa…. janganlah seperti orang munafik…”

Setiap tradisi religius memiliki kebiasaan bersedekah, berdoa dan berpuasa. Itu menjadi inti hidup religius. Bahkan menjadi pilar menuju kekudusan dan kebaikan hidup. Kita melakukan ketiganya untuk memuliakan Allah hingga kita menjadi orang suci dan saleh.

Namun Yesus Kristus mengingatkan kita dan membuat kita paham bahwa kesalehan itu lebih dari sekadar merasa baik. Itu semua adalah anugerah Roh Kudus yang memampukan kita untuk hidup selaras dengan kehendak Allah dan memuliakan Dia dalam tindakan kita.

Bahwa kita bersedekah; berdoa dan berpuasa, itu semua adalah ibadah dak tawakal kita hingga kita kian bersatu dengan Bapa. Kita lakukan semua itu hingga kita menemukan kepenuhan hidup, kebahagiaan, dan kasih. Kita lalu disatukan sempurna dengan Allah sendiri.

Dalam Adorasi Ekaristi Abadi, kita menyembah Allah dalam Yesus Kristus, yang mengganjar orang yang mencari Dia dengan rendah hati dan penuh pertobatan. Ia akan membarui kita terus-menerus dan memberi kita hati baru yang penuh kasih dan belarasa. Dengan demikian, kita pun boleh melayani-Nya dengan penuh cinta dan melayani sesama dengan murah hati.

Tuhan Yesus Kristus, kami ingin bertumbuh dalam kasih kepada-Mu dan kepada sesama. Maka kami mencari Dikau dengan penuh pengharapan dalam doa dan dengan berpuasa hingga kami dapat berderma dengan murah hati kepada kaum papa miskin. Penuhilah kami dengan belarasa  kepada sesama terutama bagi kaum papa miskin kini dan selamanya. Amin.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.