Makan Murah Meriah di Sydney, Jangan Lupa ke Harry’s de Wheels (3)

WISATA keluar negeri –termasuk ke Australia—ala backpacker, bisa membayar murah meriah menjadi urusan sangat penting. Termasuk untuk keperluan harus   makan-minum, maka kalau bisa ya bisa makan murah-meriah menjadi pilihan paling jitu.

Di Sydney, kesan saya tidak banyak ‘warteg’ tersedia di jalanan umum seperti di China, Malaysia, Singapura dan bahkan di beberapa negara di Eropa Barat.  Kalau pun itu ada, maka lokasi ‘warteg’ sedikit mewah itu berada menyempil di kawasan elit. Biasanya, yang biasa tersaji di  ‘warteg’ kelas elit ini adalah makanan siap saji ala Jepang atau Thailand.

Saat blusukan di Sydney di bulan Juli 2007 silam, di city saya tidak berhasil menemukan banyak lokasi ‘warteg’ dengan menu utama makanan ‘Barat’ namun dengan kualifikasi murah meriah. Kala itu, solusi paling aman untuk menyelamatkan kantong adalah belanja roti jenis baguette dan memotongnya dalam irisan kecil-kecil untuk sangu jalan. Selebihnya makan sushi atau roti jenis lain yang bisa dibeli di pasar-pasar swalayan dan itu pun rasanya juga tidak banyak. Ya tetap saja ada, tapi tidak murah untuk ukuran kantong pribadi.

Kali ini, dalam kunjungan wisata ala backpacker kedua kalinya ke Sydney pada musim panas di bulan Desember 2013, saya mendapatkan ‘guide’ local karena sepupu tinggal sudah bertahun-tahun lamanya di Sydney. Karena itu, untuk urusan mencari lokasi makan-minum murah-meriah saudara ini menjadi andalan kami. 

‘Warteg’ tepi laut

Kami berempat meninggalkan kawasan Maroubra –sekitar 25 km dari pusat kotaSydney—sudah lewat petang hari. Untuk ukuran Indonesia, waktu pukul 19.00 waktu Sydney sebenarnya sudah bukan momen ideal untuk makan malam.

Namun kami berempat malam itu meninggalkan Maroubra dengan naik mobil menuju city, tepatnya Sydney di beberapa lokasi wisata terkenal tak jauh dari Opera House. Maka pilihan kami adalah Woolloomooloo, sebuah kawasan wisata dan permukiman backpacker tak jauh dari Sydney’s Botanical Garden.Sydney Cafe Harry de Wheels Pie

Pilihan kami adalah Harry’s de Wheels, sebuah café atau tepatnya ‘warteg’ pinggir jalan dan tepi laut yang konon terkenal dengan koleksi pie-nya yang beraneka ragam. Warteg elit ini persis berada di pinggiran jalan dan hanya selemparan batu dari dermaga laut.

Namun, jangan tanya kenapa warteg tepi laut ini begitu laris manis dan nyaris tiada henti didatangi para pelanggan untuk sekedar mampir jajan atau membeli paket makan delivery package.

Dari berbagai ornament yang terpasang di ‘kereta dorong’ warteg berlabel Harry’s de Wheels ini nyata jelas, warteg tepi laut dan tepi jalan ini sudah lama eksis di Sidney. Tertulis di situ tahun 1945. Itu berarti, warteg khusus pie berbagai jenis ini sudah eksis sejak tahun 1945, saat mana bayi sebuah nation bernama ‘Indonesia’ juga baru meretas lahir.

Tidak hanya itu. Di berbagai sudut papan namanya sudah jelas bahwa Harry’s de Wheels dengan ikonnya orang makan pie dengan lahapnya ini juga menjadi tempat favorit orang di Sydney untuk bisa makan pie dengan kisaran harga murah meriah.

Jangan tanya pula rasanya. Harry’s de Wheels menyuguhkan berbagai jenis pie dengan citarasa enak dan –seperti kata orang Jawa—sungguh ‘mirasa’ alias bumbunya terasa di ujung lidah.

Sydney Cafe de Wheels since 1945Menikmati tiger pie seharga AUD 7 hasil besutan Harry de Wheels jauh dari tepian Gedung Opera House yang berdiri tegak agak jauh di depan mata pada malam hari sungguh merupakan sensasi tersendiri. Kami juga menyantap chili hot dog seharga di bawah AUD 7.

Hembusan angin dingin di Sydney yang lagi bersemai dengan musim panas membuat tubuh sedikit menghangat oleh santapan pie murah meriah hasil produski Harry’s de Wheels ini.

 

Photo credit: Warteg pie di tepian kawasan Woolloomooloo, Sydney (Mathias Hariyadi)

Tautan:

 

 

 

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.