Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta & Komunitas Sant’egidio : Berbagi Bersama Anak Jalanan Sekolah Damai di Kawasan Blok O Yogyakarta

Sejumlah mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman – Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan beberapa anggota Komunitas Sant’Egidio mengadakan kegiatan bersama anak-anak jalanan Sekolah Damai di kawasan perkumuhan Blok O Yogyakarta, Minggu (8/12/2019).


Kegiatan yang bertajuk ‘Satu Jam Berbagi Bersama Anak-Anak Jalanan” itu dilakukan sebagai salah satu bentuk kepedulian para mahasiswa UNY dan Komunitas Sant’Egidio Yogyakarta terhadap fenomena adanya anak jalanan dengan segala problematikanya.


Sekolah Damai Blok O yang menjadi lokasi kegiatan, merupakan salah satu sekolah non formal bentukan Komunitas Sant’Egidio Yogyakarta. Di sekolah ini anak-anak jalanan tersebut ditampung dan diberikan pendidikan nilai oleh anggota komunitas ini.


Foto Bersama Mahasiswa UNY & Anak2 jalanan seusai Quiz Berhadiah (Foto: RD. Filto Bowe)


Belajar & Bermain Bersama
Dalam perjumpaan tersebut, kak Una dari Komunitas Sant’Egidio yang selama ini menjadi salah satu pendamping di Sekolah Damai Blok O, mengumpulkan anak-anak itu di ruang perpustakaan. Di sana, ia mempersilahkan para mahasiswa UNY untuk mengadakan tatap muka bersama anak-anak jalanan dampingannya.


Tampil sebagai kakak dan sahabat bagi anak-anak jalanan tersebut, Lisfa, Endar, Maria, Dwi dan Filto mengajak mereka untuk berkenalan, belajar dan bermain bersama. Pada sesi belajar bersama, anak-anak itu diberikan pengajaran tentang agama Islam, seperti : rukun Islam, rukun iman, nama-nama malaikat dan nabi-nabi dalam agama Islam serta doa-doa harian.


Anak-anak nampak begitu antusias mengikuti proses pengajaran yang diberikan oleh para mahasiswa UNY tersebut. Bahkan pada sesi permainan, situasi makin seru ketika mereka diajak untuk mengikuti quiz berhadiah. Anak-anak saling rebut kesempatan untuk menjawab setiap pertanyaan yang diajukan kepada mereka. Gelak tawa dan aksi saling dorong pun mewarnai situasi di ruangan itu. Di akhir quiz, mereka diberikan hadiah berupa bingkisan.


Sesi Pengajaran Mahasiswa UNY Berbagi Bersama Anak Jalanan (Foto: RD. Filto Bowe)


Curhat Bersama Orang Tua Anak-Anak Jalanan
Setelah sesi pengajaran dan permainan, para mahasiswa UNY itu melanjutkan kegiatan dengan berbincang-bincang santai bersama orang tua dari anak-anak jalanan tadi. Para orang tua yang pekerjaan hariannya sebagai pemulung itu nampak bahagia dan sangat welcome. Dengan sangat polos mereka menceritakan tentang situasi kehidupan mereka di tempat perkumuhan itu.


Sesi Curhat-curhatan bersama ortu anak-anak jalanan (Foto: RD. Filto Bowe)


Curhat-curhatan pun tak terelakkan. Topiknya berkisar tentang anak yang lahir tanpa ayah, jatuhnya harga barang-barang bekas yang mereka kumpulkan dan juga tentang hambatan-hambatan administratif ketika mereka harus berurusan dengan data-data kependukan, ketiadaan KTP dll.


Lisfa, salah satu mahasiswa UNY yang sempat terlibat dalam kegiatan tersebut merasa terharu ketika mendengar kisah orang tua anak-anak jalanan tadi. “Aku terharu dengan situasi mereka. Aku seharusnya lebih banyak bersyukur kepada Allah, karena ternyata di luar sini masih banyak orang yang lebih susah dariku. Sungguh kegiatan ini sangat berfaedah bagiku”, ungkap nya.


Ungkapan bahagia juga datang dari orang tua anak-anak jalanan tersebut. Mereka mengucapkan banyak terima kasih kepada para mahasiswa UNY yang sudah mau berkunjung dan berbagi bersama mereka di gubuk mereka. Mereka bahkan meminta supaya kalau bisa para mahasiswa UNY tersebut bisa sering mampir ke tempat mereka. Perjumpaan yang dipenuhi dengan suasana persaudaraan itu pun diakhiri dengan sesi foto bersama.


Oleh: RD. Filto Bowe


Artikel ini disindikasi dari: https://amorpost.com/mahasiswa-universitas-negeri-yogyakarta-komunitas-santegidio-berbagi-bersama-anak-jalanan-sekolah-damai-di-kawasan-blok-o-yogyakarta/”

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.