Lokakarya Penulisan Bahan Ajar Yay. Prayoga Riau & Yay. Puteri Hati Kudus Siantar

siantar2

KITA ketahui bersama bahwa pendidikan merupakan proses peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang memiliki peran dominan dalam kehidupan manusia. Hasil yang ingin dicapai dalam proses pendidikan adalah terbinanya sumber daya manusia (SDM) sesuai dengan tuntutan pembangunan, yaitu sosok manusia Indonesia seutuhnya yang bisa memecahkan persoalan hari ini dan masa mendatang.

Penting diingat, pendidikan juga merupakan suatu proses pembudayaan nilai-nilai yang saat ini semakin tergerus oleh perkembangan zaman. Salah satu agen penyebar nilai luhur kita adalah para pendidik. Para pendidik yang berkualitas kiranya mampu memberikan pelajaran dan juga menanamkan nilai kepada para peserta didik.

Bahan ajar yang baik, sesuai dengan kurikulum serta metode belajar yang menyenangkan tentulah mampu menjadikan peserta didik menyerap pelajaran sekaligus menanamkan nilai luhur dalam dirinya.

Menyadari hal itu, Yayasan Prayoga Riau bersama Yayasan Puteri Hati Kudus Pematangsiantar mengadakan “Workshop Penyusunan Bahan Ajar dan LKS Tingkat Satuan Pendidikan SMP”” di Gedung Pertemuan Paroki St. Maria Pekanbaru. Lokakarya ini berlangsung selama delapan hari (22-29 Juli 2015).

Peserta workshop berjumlah 32 orang, yang merupakan guru mata pelajaran IPS dan Bahasa Indonesia untuk tingkat SMP. Sebanyak 9 orang guru berasal sekolah-sekolah di bawah naungan Yayasan Puteri Hati Kudus, antara lain SMP Asisi Medan, SMP Asisi Pematangsiantar dan SMP Asisi Kota Batak. Sementara itu, 23 orang guru berasal dari Yayasan Prayoga Riau, dari 7 wilayah koordinatorat yaitu koordinatorat wilayah Pekanbaru, Duri, Dumai, Bagan Batu, Bagan Siapi-api, Air Molek, dan Selat Panjang.

Ketua Yayasan Puteri Hati Kudus Pematangsiantar Sr. Maria Frederika Hasugian FCJM. (Dok. Sri Lestari Samosir)

Ketua Yayasan Puteri Hati Kudus Pematangsiantar Sr. Maria Frederika Hasugian FCJM, sebagai salah satu penggagas kegiatan ini, mengingatkan bahwa ke depan sekolah-sekolah katolik menghadapi tantangan globalisasi dan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Artinya, persaingan akan semakin ketat dan berat. Dalam hal ini, Yayasan Lembaga Pendidikan Katolik (LPK) harus terus meningkatkan mutu para gurunya, karena guru yang baik dan bermutu akan menghasilkan siswa yang berkualitas. Untuk itu diperlukan kerjasama antar Yayasan LPK dalam meningkatkan kualitas Lembaga Pendidikan Katolik.

Dalam penjelasannya, Anna Maria, MPd., salah seorang pemandu lokakarya sekaligus Direktur Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru, mengatakan sering kali para guru mengajar dengan berpatokan pada buku teks. Padahal, kata dia, buku teks hanyalah salah satu buku sumber, bukan panduan untuk mengajar. Karena itu, para guru harus membuat bahan ajar dan LKS tersendiri yang menjadi panduannya dalam mengajar.

Sementara itu, lokakarya ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar, modul dan lembar kerja siswa yang akan digunakan di sekolah-sekolah milik kedua yayasan tersebut di atas. Seluruh hasil lokakarya ini tersebut diterbitkan oleh Penerbit Bina Media Perintis, sebagai satu-satunya penerbit katolik di Sumatera Utara.

Semoga kerjasama ini terus dikembangkan untuk membuat bahan ajar dan LKS mata pelajaran lain.

Caption Foto:
Guru-guru SMP Mata Pelajaran Bahasa Indonesia dan IPS dari sekolah-sekolah Yayasan Prayoga Riau dan Yayasan Putri Hati Kudus Pematangsiantar sedang berjuang membuat Modul dan LKS versi SCL. Bina Media Perintis Medan akan menerbitkan hasilnya.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.