Loh Kita Ini Kan Sudah Lebih Bahagia

prophets1

FIRMAN Tuhan hari Sabtu ini hanya pendek:

“Berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguh-nya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya dan ingin mendengar apa yang kamu dengar tetapi tidak mendengarnya.” (Mat 13:16-17).

Ada dua hal pokok yang dikatakan oleh Tuhan Yesus, bahwa bagaimana pun juga kita ini bahagia, karena dianugerahi mata yang bisa melihat macam-macam hal, melihat keindahan alam dan segala ciptaan Tuhan. Kita bisa membayang kan bagaimana nasib orang tidak bisa melihat.

Tuhan Yesus juga mengatakan bahwa kita telah dianugerahi pendengaran. Kita bisa mendengar suara, kita bisa berkomunikasi lancar dan bisa menangkap banyak hal karena mampu mendengar.

Namun yang dikatakan bahagia oleh Yesus lebih-lebih dengan melalui mata kita pada saat sekarang ini bisa melihat dan mengalami karya Tuhan Yesus yang sekarang ini sudah semakin menjadi kenyataan di masyarakat. Firman-Nya telah tersebar melalui buku-buku dan media, melalui karya-karya sosial dan kesaksian hidup membiara dan banyak hal lain lagi. Dulu pada zamannya para Nabi belum ada semua ini.

Kita saat ini boleh mendengar pewartaan Tuhan Yesus yang sudah ditampilkan dalam bahasa yang kita tangkap, bahkan sudah disebarkan melalui renungan-renungan, dimana kita tinggal mencecapnya. Benar. Ini sungguh membahagiakan kita.

Kita bisa membayangkan betapa susah orang-orang pada zaman dulu sebelum sarana-prasarana tersedia, sebelum jaringan persaudaraan dan strukur kepemimpinan Gerejani ada, mereka sungguh sulit untuk menangkap Firman Tuhan dan melaksanakan Firman Tuhan itu.

Oleh karena itu kalau kita menyia-nyiakan ke-sempatan yang bagus ini, kita sungguh bersalah dihadapan Tuhan. Bukan hanya para nabi atau orang pada zaman dulu yang ingin melihat dan mengalami seperti yang kita alami sekarang ini dan di tempat kita ini, misalnya orang Katolik di negara tetangga kita. Kita wajib bersyukur bahwa di tempat kita ini masih aman dan masih boleh melaksanakan ibadat kita dengan baik.

Maka marilah kita doakan daerah-daerah dimana Umat Kristiani teraniaya dan tertinndas. Kita doakan Umat Katolik yang terancam hidupnya kalau tetap mempertahankan imannya terhadap Tuhan Yesus, terutama di Irak dimana Gereja Keuskupan telah dihancurluluhkan.

Kita berdoa mohon damai.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.