Lip Sync vs Inner Beauty (2)

(sambungan)

Sikap Tuhan ini bisa terlihat dalam banyak kesempatan baik di dalam Alkitab hingga hari ini. Kita melihat bagaimana Tuhan memakai pribadi-pribadi yang mungkin tidak akan menjadi pilihan utama bagi dunia untuk bekerja bagiNya, tapi ternyata bisa bersinar dipakai Tuhan secara luar biasa dan harum namanya. Musa yang mengaku gagap, Daud yang hanya bekerja sebagai gembala kambing dan domba yang bahkan tidak dianggap oleh ayahnya sendiri, Nuh yang saat itu sudah tua, begitu pula Abraham, Matius pemungut cukai, dan banyak lagi contoh lain, semua itu menunjukkan bahwa Tuhan mementingkan hati seseorang lebih daripada penampilan luar.

Jika Tuhan saja menilai seperti itu, kenapa kita masih saja mementingkan penampilan fisik luar semata? Sekali lagi, usaha membuat diri kita agar terlihat lebih menarik tidaklah salah. Tapi apa yang salah, atau dalam Alkitab dikatakan berdosa adalah jika kita mendasarkan penampilan luar secara lahiriah ini untuk menyanjung atau merendahkan orang lain. “Tetapi, jikalau kamu memandang muka, kamu berbuat dosa, dan oleh hukum itu menjadi nyata, bahwa kamu melakukan pelanggaran.” (Yakobus 2:9).

Sebagai orang percaya yang hidup hari ini, sudahkah kita memperlakukan semua orang sama pentingnya dalam pelayanan kita? Atau kita masih sering terjebak untuk memandang dan membeda-bedakan sesama kita berdasarkan penampilan luar mereka? Pada kenyataannya kita harus mengakui bahwa masih banyak gereja yang membeda-bedakan perlakuan terhadap jemaatnya. Yang kaya dan suka menyumbang duduk didepan dan dilayani khusus, jemaat biasa harus dibelakang, walaupun kursi di depan kosong. Saya mendengar banyak keluhan akan hal ini dari banyak orang. Secara khusus Yakobus sudah mengingatkan para pelayan Tuhan agar tidak memandang muka. Dalam awal pasal 2 dikatakan “Saudara-saudaraku, sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus, Tuhan kita yang mulia, janganlah iman itu kamu amalkan dengan memandang muka.” (ay 1).  Seperti apa maksudnya memandang muka? Yakobus  menjelaskannya seperti berikut. “Sebab, jika ada seorang masuk ke dalam kumpulanmu dengan memakai cincin emas dan pakaian indah dan datang juga seorang miskin ke situ dengan memakai pakaian buruk, dan kamu menghormati orang yang berpakaian indah itu dan berkata kepadanya: “Silakan tuan duduk di tempat yang baik ini!”, sedang kepada orang yang miskin itu kamu berkata: “Berdirilah di sana!” atau: “Duduklah di lantai ini dekat tumpuan kakiku!”. (ay 2-3). Ketika kita melakukan hal ini, “bukankah kamu telah membuat pembedaan di dalam hatimu dan bertindak sebagai hakim dengan pikiran yang jahat?” (ay 4). Yakobus kemudian mengingatkan bahwa Tuhan bisa memilih orang-orang yang secara pandangan duniawi ini tidak dianggap, untuk menjadi kaya dalam iman dan menjadi ahli waris KerajaanNya. (ay 5). Sementara orang-orang kaya ini pun bisa jahat dan menghujat Tuhan. (ay 6-7). Ketika Tuhan tidak membeda-bedakan orang lewat penampilan luarnya, alangkah keterlaluannya jika kita berlaku seperti itu. Apa yang harus kita dasari dalam pelayanan kita adalah “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”, karena dengan mendasarkan pada hal itulah kita dikatakan berbuat baik. (ay 8). Sebaliknya ketika kita memandang muka, kita pun berbuat dosa dan melakukan pelanggaran. (ay 9).

Penilaian seseorang untuk diistimewakan atau dipinggirkan berdasarkan hal-hal lahiriah, berdasarkan penampilan luarnya harus kita hindari. Ini merupakan penyakit yang sudah terjadi bahkan sejak jaman dahulu kala. Kita harus menyudahinya. Kenakanlah kasih sebagai dasar pelayanan kita, baik kasih kepada Tuhan maupun kasih kepada sesama. Kasih yang sejati tidak pernah membeda-bedakan orang. Kaya atau miskin, tua atau muda, cantik atau tidak, semuanya adalah sesama kita yang patut kita kasihi. Tidak ada satu hak pun yang diberikan kepada kita untuk menentukan siapa yang lebih tinggi dan siapa yang lebih rendah. Apapun itu, yang pasti Tuhan punya rencana besar dibalik tujuan penciptaanNya. Disamping itu, bukankah Tuhan kita adalah Allah yang sama bagi semua orang? “Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani. Karena, Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya.” (Roma 10:12).

Apabila anda merasa kurang menarik dari segi penampilan, tidak perlu berkecil hati, sebab jika anda memiliki hati yang indah, tulus dan mengasihiNya, anda akan sangat menarik di mata Tuhan. Disamping itu, bukankah Tuhan telah memberkati anda dengan begitu banyak kelebihan, bakat-bakat atau talenta? Jika dunia menganggap lipsync merupakan hal yang penting, jika dunia menganggap penampilan luar lebih penting dari segalanya, tidak demikian seharusnya bagi anak-anak Tuhan. Perlakukanlah semuanya secara adil, dan bersyukurlah atas segala sesuatu yang kita miliki hari ini.

Don’t judge people by the look, because God loves everyone no matter who they are

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.