Sabtu,31 Maret 2018. Vigili Paska


Bacaan:  KKej.1:1 – 2:2; Mzm.104:1-2a.5-6.10.12.13-14.24.35c atau Mzm.33:4-5.6-7.12-13.20.22; Kej.22:1-18; Mzm.16:5.8.9-10.11; Kel.14:15 – 15:1; MT Kel.15:1-2.3-4.5-6.17-18; Yes.54:5-14; Mzm.30:2.4.5-6.11.12a.13b; Yes.55:1-11; MT Yes.12:2-3.4bcd.5-6; Bar.3:9-15.32 – 4:4; Mzm.19:8.9.10.11; Yeh.36:16-17a.18-28; Mzm.42:3.5bcd – 43:3.4 atau kalau ada pembaptisan MT Yes.12:2-3.4bcd.5-6 atau juga Mzm.51:12-13.14-15.18-19; Rm.6:3-11; Mzm.118:1-2.16ab-17.22-23; Mrk.16:1-8


Renungan:


VIGILI Paska adalah didominasi oleh terang/cahaya. Merujuk pada kisah penciptaan dalam Kejadian, Vigili Paska adalah awal kisah penciptaan baru. Penciptaan baru itu diawali dengan hadirnya Terang Abadi yaitu Yesus. Terang yang sudah dinubuatkan dari awal, menyinari kegelapan hidup bangsa Israel selama ribuan tahun; terang yang semakin nampak dalam awal hidup Yesus dan mencapai puncaknya di dalam kebangkitanNya. Terang sejati yang bersinar walaupun berada kegelapan yang paling gelap yaitu kematian.  Dengan membangkitkan Yesus darim kematian, Allah Bapa mengatakan bahwa Yesuslah Terang Sejati, di antara banyak cahaya-cahaya lain yang bisa redup-mati. Allah membenarkan  segala yang dikatakanNya, diajarkanNya, dilakukanNya dan dihidupiNya selama ini.


Pada hari ini, kita diingatkan kembali oleh dalam peristiwa cahaya “Semoga cahaya Kristus yang telah bangkit mulia menghalau kegelapan hati dan budi.”  Pengalaman kegelapan selalu ada di dalam perjalanan hidup panggilan dan berkeluarga kita, bahkan kadang kita mengalami pengalaman “makam” dimana aneka persoalan silih berganti dan bertumpuk sehingga kita tidak mampu berpikir dan berbuat apapun, sungguh-sungguh hanya “pasrah”. Kita hanya punya satu hal yaitu harapan. Di dalam “makam” kita, ada cahaya Kristus yang tetap menyala dan memberi terang serta menuntun kemana kita harus melangkah. Janganlah kita ragu akan penyertaanNya dalam situasi gelap hidup kita.


Tetapi kegelapan yang paling gelap bukanlah persoalan-tantangan hidup kita, melainkan  pikiran, perasaan dan hati kita gelap yang masih dipengaruhi bahkan mungkin dikuasai oleh dosa dan cara hidup yang tidak kudus. Saat ini, marilah kita buka hati untuk menerima cahayaNya. Kita biarkan cahaya Kristus menerangi pikiran, perasaan dan hati serta cara hidup kita. Marilah kita buka “gembok” hati yang selama ini terkunci. Biarkanlah cahaya Tuhan masuk, menyinari dan bekerja di dalam kita.


Saat ini saat penting untuk berbagi cahaya Kristus dalam keluarga dan komunitas kita. Kita bagikan kasih, harapan dan iman, supaya kabut kesulitan hidup dan kegelapan hati yang masih ada dihapus oleh terang Kristus.


Paska juga mengundang kita untuk menjadi cahaya bagi saudara-saudara kita yang hidup dalam situasi gelap dan juga masih hidup dalam kegelapan. Kita bawa terang Yesus kepada mereka melalui persahabatan, kata-kata pengharapan, doa dan bantuan nyata. Semoga cahaya kasih itu nyata di dalam perkataan dan perbuatan kita.


Kontemplasi


Di dalam Misa hari ini, gambarkan bagaimana terang itu hadir dan bersinar dari awal hingga sampai pada puncaknya dalam kebangkitan Kristus.


Refleksi


Bagaimana aku dapat menemukan dan menerima cahaya Kristus dalam hidupku?


Doa


Ya Bapa, semoga terang Kristus semakin bercahaya dalam hidupku menerangi kegelapan pikiran, perasaan dan hatiku; menerangi aku untuk berjalan dalam pergumulan dan kegelapan hidup yang hadir dalam perjalanan hidup. Amin.


Perutusan


Jadilah Vigili Paska sebagai sebuah pengalaman dan perayaan iman anda. Bawa pergumulan hidup anda di dalam misa hari ini. Persembahkan setiap pribadi yang masih dalam kegelapan untuk boleh mengalami terang Tuhan.



Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Romo Aristanto MSF

Imam anggota Kongregasi Misionaris Keluarga Kudus (MSF) dan tinggal di Skolastikat MSF di Banteng, Yogyakarta.

Sumber: Sesawi

Loading...

Published by Wilhelmina Sunarti

Membaca firman Allah setiap hari akan menjaga hati kita dari rasa lelah dalam memikul salib kita. Semoga tulisan para gembala yang ada pada website kami bermanfaat bagi Saudaraku semua. Salam damai dalam kasih Kristus...

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.