Lentera Keluarga – Teladan Sempurna

Minggu, 31 Desember 2017.  Pesta Keluarga Kudus.

Bacaan:  Kej 15:1-6;21:1-3; Mzm 105:1b-2.3-4.5-6.8-9; Ibr 11:8.11-12.17-19; Luk 2:22-40

Renungan

PATER Berthier MS pendiri tarekat MSF memberikan teladan Keluarga Kudus kepada para anggota dengan menunjuk bahwa : “Di dalam Keluarga itu pulalah jawaban manusia atas karunia Allah menemukan ungkapan yang paling jelas”. Di dalam keluarga kudus ditemukan jiwa misioner(melaksanakan kehendak Allah dengan taat dan setia), pengudusan diri (hidup dalam relasi yang mendalam dengan Allah) dan hidup bersama (cinta kasih, doa dan pelayanan). Saya secara pribadi bersyukur dan bangga menjadi bagian dalam Misionaris Keluarga Kudus. Bangga karena teladan hidup Keluarga Kudus yang mengagumkan.

Keluarga Kudus adalah teladan bagi keluarga-keluarga kita yang mestinya kepadanya kita berseru setiap hari. Bagi keluarga yang merasa diri baik, Keluarga Kudus adalah teladan bagi kita untuk semakin hidup misi, pengudusan diri dan hidup bersama. Bagi keluarga yang sedang mengalami situasi sulit, berbeban berat, berada diambang kehancuran, kita dapat menimba semangat hidup mereka. Keluarga Kudus menjadi kudus bukan karena tidak pernah mengalami persoalan-tantangan berat dalam hidup mereka, tetapi karena selalu mencari terang kehendak Allah di dalam situasi apapun.

Jadikanlah Keluarga Kudus bukan sebagai pajangan rumah anda saja tetapi sebagai teladan dan pelindung bagi keluarga anda, ketika anda mengawali perkawinan anda sampai ketika anda menutup mata.

Kontemplasi

Gambarkan keutamaan-keutamaan Keluarga Kudus yang tercermin dalam bacaan Injil hari ini.

Refleksi

Bagaimana aku menempatkan Keluarga Kudus dalam hidup perkawinan dan keluargaku?

Doa

Doa oleh Paus Yohanes XXIII

Yesus, Maria, Yusuf, kemana pun juga aku mencari Keluarga Kudus aku menemui terang. Terang dikegelapan gua Bethlehem, terang senjang jalan pengungsian, terang dalam pengungsian di Mesir, terang di kenisah suci, dan terang di Nazareth sekian tahun lamanya. Terang itu adalah akibat dari dian-dian yang bernyala dimana saja engkau berada. Dian-dian itu ada namanya sendiri-sendiri: keramah-tamahan dan kesetiaan, kesederhanaan dan kerendahan hati, penyerahan diri dan pengorbanan, penghormatan dan cinta kasih. Betapa pantasnya, kalau aku menghormatimu, Keluarga Kudus yang termula, yang menyalakan dian-dian itu juga, satu persatu dalam kehidupan sehari-hari, supaya aku dekat denganmu dan supaya orang yang dekat padaku mengalami kehangatanmu, Keluarga Kudus. Amin.

Perutusan

Jadikan pesta Keluarga Kudus dan Tutup-Buka Tahun ini sebagai pesta keluarga yang diwarni dengan syukur, rekonsiliasi dan  komitmen baru.

Selamat Tahun Baru 2018. Semoga Keluarga Kudus senantiasa mendampingi kita.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Romo Aristanto MSF

Imam anggota Kongregasi Misionaris Keluarga Kudus (MSF) dan tinggal di Skolastikat MSF di Banteng, Yogyakarta.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.